Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir
BISMILLAH
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
*Dauroh Al Kahfi Series Bagian 3*
📚 Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir
🗓️ Jum'at, 21 Maret 2025
👑 *Ustadzah Nabila حفظها الله تعالى*
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
MUQODIMMAH
Bulan suci ramadhan sangat erat dengan bulan ampunan. Alhamdulillah sekarang kita telah masuk ke dalam 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Disinilah waktu dan puncaknya kita bertaubat kepada Allah..
Berbicara tentang maghfirah (pengampunan Allah) begitu sangat penting. Allah Maha Baik, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Allah akan mengampuni hamba hambanya yang meminta ampunan dan bertaubat atas dosa dosanya. Karenanya semakin kita mengenal Allah, kita akan semakin mencintai Allah.
Sebagai perbandingan kalau kita berbuat salah dengan manusia. Untuk memaksa melupakan apa yang sudah kita lakukan kepadanya itu sangatlah sulit. Untuk luka yang telah kita goreskan di dalam hatinya, tidak mudah hilang dalam ingatannya dan itu sangat sulit sekali.
Apalagi kalau masalah itu sangat menyakitkan hatinya dan sampai bertahun tahun lamanya. Kalau memaafkan saja itu mudah, tapi untuk melupakan sangat sulit sekali.
Tapi ini tidak berlaku dengan Allah. Allah akan memaafkan hamba hambanya yang berbuat dosa, bagaikan hamba itu tidak pernah melakukan kesalahan apapun di hadapan Allah.
Sebagaimana Allah berfirman dalam
QS. Surat Al-Furqan Ayat 71:
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
"Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya"
Kata taubat berasal dr kata taba (pulang ketempat asal). Setelah kita jauh melakukan kesalahan kepada Allah, dan kita menyadari Allah memberikan ruang untuk kembali kepadaNya. Inilah hakikat taubat.
Dan saat kita pulang kepada Allah, kita mengakui kesalahan yang telah kita lakukan. Allah tidak akan bertanya apa apa. Allah tidak akan menghukum jika kita bertaubat kepadaNya.
*KELUASAN AMPUNAN ALLAH SUBHANAHU WA TAALA YANG MAHA LUAS*
عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”
[HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih]
Ya. Allah sangat baik, Allah Maha pengampun, Maha penerima taubat dan penuh kasih sayang terhadap hambanya.
Adakah keinginan untuk pulang kepada Allah?? Adakah azzam dalam diri kita untuk taubatan nasuha??
Maka benarlah doa yang diajarkan oleh rassulullah kepada ibunda aisyah Di 10 malam terakhir.
Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, menghapus kesalahan, karenanya maafkanlah aku, hapuslah dosa-dosaku)
Semoga kita segera memenuhi panggilan Allah dan segera bertaubat kepadaNya. Semoga Allah memudahkan kita bersemangat dan berlomba lomba untuk menghidupkan 10 malam terakhir di bulan ramadhan. Aamiin..
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
*Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir*
Mengapa kisah nabi Musa paling banyak dibahas di dalam alquran?
◇ Karena musuh dari nabi musa adalah sosoknya tidak biasa, yaitu Fir'aun. Bukan hanya menentang tauhid tapi Fir'aun juga mengaku sebagai Tuhan.
◇ Tingkat kesulitan dakwah nabi musa lebih besar dibanding nabi nabi lainnya.
Apa sebab Allah memerintahkan nabi Musa menemui dan belajar dengan nabi Khidir??
Kisah ini bermula ketika Nabi Musa ‘alaihis salam mengajari Bani Israil berbagai ilmu. Mereka merasa kagum dengan keluasan ilmunya.
Di saat itu ada yang bertanya kepadanya, “Wahai Nabi Allah, adakah di dunia ini seseorang yang lebih berilmu daripada engkau?”
Nabi Musa ‘alaihis salam mengatakan, “Tidak.”
Jawaban ini didasari pengetahuan yang ada pada beliau, sekaligus sebagai dorongan agar mereka menimba ilmu yang ada pada beliau.
Namun, Allah subhanahu wa ta’ala segera mengabarkan kepada beliau bahwa ada seorang hamba-Nya yang ada di daerah pertemuan dua laut, mempunyai ilmu yang tidak ada pada Nabi Musa ‘alaihis salam dan hal-hal yang luar biasa.
Akhirnya Allah memerintah nabi Musa untuk bertemu dengan orang yang berilmu tersebut (nabi Khidir).
Nabi Musa menjalani perintah Allah dan berkeinginan untuk bertemu serta menambah ilmu dari hamba Allah tersebut (nabi Khidir).
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada beliau tempat di mana keberadaan nabi Khidir berada dan memerintah beliau membawa bekal seekor ikan. Lalu dikatakan kepadanya, “Apabila engkau kehilangan ikan itu, dia berada di tempat tersebut.”
Beliaupun berangkat dan akhirnya bertemu. Kisah ini Allah sebutkan selengkapnya di dalam surah Al-Kahfi.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 60:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun"
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Tugas kita adalah untuk mengimani bahwa nabi Musa disuruh Allah untuk belajar bersama nabi Khidir.
● Perlu diketahui nabi Musa adalah Rassul Ulul azmi dan kalimullah (satu satunya nabi yang bisa berbicara langsung dengan Allah). Namun nabi Musa tidak sombong, beliau mau belajar dengan nabi Khidir.
*Diantara kesombongan yang dibawa oleh manusia:*
1. Harta
2. Kedudukan
3. Jabatan
4. Ilmu
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 61:
فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
"Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 62:
فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
"Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: "Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Nabi Musa itu badannya sangat kuat. Namun dibuat letih oleh Allah. Ini adalah petunjuk dari Allah, bahwa ikannya itu sudah lepas dan nabi Musa dibuat Allah merasa letih.
● Pelajaran pentingnya adalah Selalu ada hikmah dibalik letih dan lemahnya kita, ada yang Allah selipkan bagi hamba yang berakal.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 63:
قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
"Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Mengapa muridnya nabi Musa lupa?Karena dia biasa melihat sesuatu yang menakjubkan dari nabi Musa. Ini bukan pertama kali dia menemui sesuatu yang ajaib dan menakjubkan dari kehidupan nabi Musa.
● Sebagai contoh ketika kaumnya Bani Israil mengalami kelaparan, Allah menurunkan makanan manna dan salwa dari langit. Begitu pun saat kaum Bani Israil kepanasan, Allah memberikan naungan awan.
Surat Al-Baqarah Ayat 57:
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri."
● Ketika kaumnya kehausan. Allah memberikan mukjizat kepada nabi Musa mendapatkan air untuk kaumnya.
QS. Surat Al-Baqarah Ayat 60:
۞ وَإِذِ ٱسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ فَقُلْنَا ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ مِن رِّزْقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan."
Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman Dalam Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 64:
قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آَثَارِهِمَا قَصَصًا
"Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Nabi Musa begitu sabar untuk kembali mencari ikan yang hilang tersebut.
• Kita harus belajar dari ayat 64 ini, Nabi Musa kembali. Pelajarannya adalah kita tidak tahu hidayah itu kapan diberikan oleh Allah. Karenanya kita harus berusaha mencari jalan hidayah itu dan ketika kita sudah menemuinya ambil dan peganglah erat hidayah itu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 65:
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آَتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Ilmu adalah karunia Allah yang besar karena ilmu selalu disandarkan pada Allah.
• Ilmu itu ada dua macam : Ilmu yang dicari dengan usaha keras, dan Ilmu yang Allah karuniakan pada hamba-hamba pilihan, yaitu ilmu “laduni” berupa ilmu ghaib.
• Ilmu yang diberikan pada Khidir tidak dimiliki oleh nabi Musa. Ada juga ilmu yang diperoleh nabi Musa yang tidak diketahui oleh nabi Khidir.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 66:
قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
"Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan pada kebaikan dan yang mencegah dari kejelekan. Karena dalam ayat ini disebutkan untuk diajarkan ilmu yang sifatnya rusydu (benar).
• Hendaklah belajar ilmu dari orang yang berilmu yang paham agama.
• Musa memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) sehingga mau belajar dari siapa pun, baik yang lebih rendah kedudukannya dari dirinya. Ingatlah, sifat tawadhu’ adalah jalan mudah meraih ilmu.
• Meski nabi Musa adalah Rassul Ulul azmi dan kalimullah tapi tidak malu belajar kepada nabi lainnya. Jangan menjadi seperti lilin, menerangi orang lain namun membakar diri sendiri. Tapi Jadilah sebagai senter sebagai cahaya, jika habis dicharge (memberi dan diisi).
• Gengsi itu mematikan cahaya hidayah. Makanya hati hati dengan penyakit hati ini. Untuk suatu kebaikan kita harus membuang gengsi dan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan hidayah.
• Wajib menunjukkan adab yang baik dengan guru atau orang yang berilmu. Contohilah Musa ketika meminta pada Khidir dengan bahasa yang halus saat ingin menemani Khidir agar terus bisa belajar dan raih ilmu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
"Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Khidir mengatakan pada Musa bahwa ia tidak mungkin bisa bersabar ketika melihat tingkah laku Khidir yang nanti akan menyelisihi syari’at Musa.
• Dalam belajar atau mencari ilmu butuh kesabaran. Orang yang tidak bersabar dalam menuntut ilmu sulit untuk meraih ilmu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 68:
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Kita diperintahkan untuk tidak mudah-mudahan dalam menghukumi sesuatu sampai dapat ilmu atau bukti.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 69:
قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا
"Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Khidir mengetahui bahwa Musa nantinya akan mengingkari apa yang ia lakukan, padahal ada hikmah-hikmah berharga dari apa yang dilakukan oleh Khidir yang tidak diketahui Musa.
• Diperintahan untuk mengucapkan “ InsyaAllah” (artinya: semoga Allah menghendaki) pada suatu kejadian akan datang.
• Tujuan mengucapkan insya Allah supaya seseorang tidak terlalu PD (percaya diri) yaitu bergantung dan takjub pada diri sendiri, sehingga lupa dari tawakkal pada Allah. Karena ingatlah sebenarnya Allah-lah yang memberikan kemudahan. Nabi Sulaiman dan nabi Muhammad pernah lupa mengucapkan insya Allah. Insya Allah adalah kekuatan untuk seorang hamba.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 70:
قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا
"Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Boleh meminta janji atau syarat pada orang lain dan hendaknya itu ditepati, termasuk juga dalam menuntut ilmu atau belajar. Agar ilmunya penuh keberkahan dan bermanfaat.
• Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan faedah berharga, hendaklah seorang murid jangan terburu-buru membantah penjelasan gurunya. Hendaklah ia menunggu sampai penjelasannya tuntas, baru bertanya. Itulah adab yang harus dipenuhi seorang murid pada gurunya yang didapat dari kisah Khidir dan Musa.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 71:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا رَكِبَا فِى ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا إِمْرًا
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 72:
قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا
"Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku".
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 73:
قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِى بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِى مِنْ أَمْرِى عُسْرًا
"Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 74:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 75:
۞ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا
"Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 76:
قَالَ إِن سَأَلْتُكَ عَن شَىْءٍۭ بَعْدَهَا فَلَا تُصَٰحِبْنِى ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِن لَّدُنِّى عُذْرًا
"Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".
Surat Al-Kahfi Ayat 77:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهْلَ قَرْيَةٍ ٱسْتَطْعَمَآ أَهْلَهَا فَأَبَوْا۟ أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُۥ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا
"Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".
Surat Al-Kahfi Ayat 78:
قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِى وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
"Khidhr berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu, kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Nabi Musa tidak bisa melihat kemungkaran didepan matanya.
Ada tiga peristiwa yang dilakukan Khidir kemudian diingkari oleh Musa :
• Khidir membocorkan dan menenggelamkan perahu.
• Khidir membunuh seorang bocah.
• Khidir membetulkan dinding rumah dan tidak meminta upah.
• Beda ayat 72 dan 75 adalah adanya penekanan kembali kalau nabi Musa tidak akan sabar.
Surat Al-Kahfi Ayat 79:
أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَٰكِينَ يَعْمَلُونَ فِى ٱلْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
"Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Terkadang kita memaknai miskin itu salah. Dalam islam ada perbedaan antara fakir dan miskin. Kalau fakir tidak memiliki apapun. Sedangkan miskin, dia bekerja akan tetapi semua kebutuhannya tidak mencukupi.
● Seharusnya kita mendahulukan menolong orang yang membutuhkan namun punya usaha, bukan kepada orang yang hanya bisa meminta terus menerus. Karena islam menghargai orang yang bekerja, dibanding orang yang meminta minta.
● Jika bertabrakan dua hal yang berbahaya dan merugikan, maka pilihlah yang keburukannya paling sedikit.
● Contoh: Sama halnya dengan pemilihan presiden, maka pilihlah kemudharatannya/keburukan yang paling sedikit.
● Kisah Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut.
● Pembelajarannya adalah Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat nabi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
● Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat, agar kencingnya tidak bercecer kemana mana. Hanya satu tempat yang terkena najis.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 80:
وَأَمَّا ٱلْغُلَٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَآ أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَٰنًا وَكُفْرًا
"Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Kalau orang tuanya tidak berbekal ilmu yang baik. Orang tua bisa terpengaruh dengan anak yang tidak baik.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 81:
فَأَرَدْنَآ أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِّنْهُ زَكَوٰةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا
"Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Kematian anak muda tadi diganti Allah dengan anak yang shaleh.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 82:
وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Karakter tetangga yang egois, cuek dan memikirkan diri sendiri. Mereka tidak peduli dengan anak yatim tersebut.
● Pertolongan Allah untuk yatim itu melalui nabi Khidir.
● Anak yatim itu adalah anak keturunan dari keluarga yang sholeh.
Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.
● Berusahalah Menjemput ridho Allah dan Menjadi orangtua yang sholeh agar bisa mendidik anak anak kita. Harapannya anak keturunan kita dijaga Allah dari semua keburukan dan fitnah akhir zaman.
● Kesholehan orangtua sangat bermanfaat untuk anak keturunan kita.
● Kita serahkan semua anak keturunan kita kepada Allah, dengan cara kita mensholehkan diri kita terlebih dahulu.
Semoga Allah memudahkan kita untuk mendidik anak anak kita dan Allah menganugerahkan kita, anak keturunan yang sholeh dan sholeha..
Aamiin Allahumma Aamiin..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
🌻 بارك اللّه فيكنّ 🌻
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
*Dauroh Al Kahfi Series Bagian 3*
📚 Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir
🗓️ Jum'at, 21 Maret 2025
👑 *Ustadzah Nabila حفظها الله تعالى*
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
MUQODIMMAH
Bulan suci ramadhan sangat erat dengan bulan ampunan. Alhamdulillah sekarang kita telah masuk ke dalam 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Disinilah waktu dan puncaknya kita bertaubat kepada Allah..
Berbicara tentang maghfirah (pengampunan Allah) begitu sangat penting. Allah Maha Baik, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Allah akan mengampuni hamba hambanya yang meminta ampunan dan bertaubat atas dosa dosanya. Karenanya semakin kita mengenal Allah, kita akan semakin mencintai Allah.
Sebagai perbandingan kalau kita berbuat salah dengan manusia. Untuk memaksa melupakan apa yang sudah kita lakukan kepadanya itu sangatlah sulit. Untuk luka yang telah kita goreskan di dalam hatinya, tidak mudah hilang dalam ingatannya dan itu sangat sulit sekali.
Apalagi kalau masalah itu sangat menyakitkan hatinya dan sampai bertahun tahun lamanya. Kalau memaafkan saja itu mudah, tapi untuk melupakan sangat sulit sekali.
Tapi ini tidak berlaku dengan Allah. Allah akan memaafkan hamba hambanya yang berbuat dosa, bagaikan hamba itu tidak pernah melakukan kesalahan apapun di hadapan Allah.
Sebagaimana Allah berfirman dalam
QS. Surat Al-Furqan Ayat 71:
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
"Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya"
Kata taubat berasal dr kata taba (pulang ketempat asal). Setelah kita jauh melakukan kesalahan kepada Allah, dan kita menyadari Allah memberikan ruang untuk kembali kepadaNya. Inilah hakikat taubat.
Dan saat kita pulang kepada Allah, kita mengakui kesalahan yang telah kita lakukan. Allah tidak akan bertanya apa apa. Allah tidak akan menghukum jika kita bertaubat kepadaNya.
*KELUASAN AMPUNAN ALLAH SUBHANAHU WA TAALA YANG MAHA LUAS*
عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”
[HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih]
Ya. Allah sangat baik, Allah Maha pengampun, Maha penerima taubat dan penuh kasih sayang terhadap hambanya.
Adakah keinginan untuk pulang kepada Allah?? Adakah azzam dalam diri kita untuk taubatan nasuha??
Maka benarlah doa yang diajarkan oleh rassulullah kepada ibunda aisyah Di 10 malam terakhir.
Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, menghapus kesalahan, karenanya maafkanlah aku, hapuslah dosa-dosaku)
Semoga kita segera memenuhi panggilan Allah dan segera bertaubat kepadaNya. Semoga Allah memudahkan kita bersemangat dan berlomba lomba untuk menghidupkan 10 malam terakhir di bulan ramadhan. Aamiin..
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
*Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir*
Mengapa kisah nabi Musa paling banyak dibahas di dalam alquran?
◇ Karena musuh dari nabi musa adalah sosoknya tidak biasa, yaitu Fir'aun. Bukan hanya menentang tauhid tapi Fir'aun juga mengaku sebagai Tuhan.
◇ Tingkat kesulitan dakwah nabi musa lebih besar dibanding nabi nabi lainnya.
Apa sebab Allah memerintahkan nabi Musa menemui dan belajar dengan nabi Khidir??
Kisah ini bermula ketika Nabi Musa ‘alaihis salam mengajari Bani Israil berbagai ilmu. Mereka merasa kagum dengan keluasan ilmunya.
Di saat itu ada yang bertanya kepadanya, “Wahai Nabi Allah, adakah di dunia ini seseorang yang lebih berilmu daripada engkau?”
Nabi Musa ‘alaihis salam mengatakan, “Tidak.”
Jawaban ini didasari pengetahuan yang ada pada beliau, sekaligus sebagai dorongan agar mereka menimba ilmu yang ada pada beliau.
Namun, Allah subhanahu wa ta’ala segera mengabarkan kepada beliau bahwa ada seorang hamba-Nya yang ada di daerah pertemuan dua laut, mempunyai ilmu yang tidak ada pada Nabi Musa ‘alaihis salam dan hal-hal yang luar biasa.
Akhirnya Allah memerintah nabi Musa untuk bertemu dengan orang yang berilmu tersebut (nabi Khidir).
Nabi Musa menjalani perintah Allah dan berkeinginan untuk bertemu serta menambah ilmu dari hamba Allah tersebut (nabi Khidir).
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada beliau tempat di mana keberadaan nabi Khidir berada dan memerintah beliau membawa bekal seekor ikan. Lalu dikatakan kepadanya, “Apabila engkau kehilangan ikan itu, dia berada di tempat tersebut.”
Beliaupun berangkat dan akhirnya bertemu. Kisah ini Allah sebutkan selengkapnya di dalam surah Al-Kahfi.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 60:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun"
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Tugas kita adalah untuk mengimani bahwa nabi Musa disuruh Allah untuk belajar bersama nabi Khidir.
● Perlu diketahui nabi Musa adalah Rassul Ulul azmi dan kalimullah (satu satunya nabi yang bisa berbicara langsung dengan Allah). Namun nabi Musa tidak sombong, beliau mau belajar dengan nabi Khidir.
*Diantara kesombongan yang dibawa oleh manusia:*
1. Harta
2. Kedudukan
3. Jabatan
4. Ilmu
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 61:
فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
"Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 62:
فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
"Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: "Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Nabi Musa itu badannya sangat kuat. Namun dibuat letih oleh Allah. Ini adalah petunjuk dari Allah, bahwa ikannya itu sudah lepas dan nabi Musa dibuat Allah merasa letih.
● Pelajaran pentingnya adalah Selalu ada hikmah dibalik letih dan lemahnya kita, ada yang Allah selipkan bagi hamba yang berakal.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 63:
قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
"Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Mengapa muridnya nabi Musa lupa?Karena dia biasa melihat sesuatu yang menakjubkan dari nabi Musa. Ini bukan pertama kali dia menemui sesuatu yang ajaib dan menakjubkan dari kehidupan nabi Musa.
● Sebagai contoh ketika kaumnya Bani Israil mengalami kelaparan, Allah menurunkan makanan manna dan salwa dari langit. Begitu pun saat kaum Bani Israil kepanasan, Allah memberikan naungan awan.
Surat Al-Baqarah Ayat 57:
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri."
● Ketika kaumnya kehausan. Allah memberikan mukjizat kepada nabi Musa mendapatkan air untuk kaumnya.
QS. Surat Al-Baqarah Ayat 60:
۞ وَإِذِ ٱسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ فَقُلْنَا ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ مِن رِّزْقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan."
Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman Dalam Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 64:
قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آَثَارِهِمَا قَصَصًا
"Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Nabi Musa begitu sabar untuk kembali mencari ikan yang hilang tersebut.
• Kita harus belajar dari ayat 64 ini, Nabi Musa kembali. Pelajarannya adalah kita tidak tahu hidayah itu kapan diberikan oleh Allah. Karenanya kita harus berusaha mencari jalan hidayah itu dan ketika kita sudah menemuinya ambil dan peganglah erat hidayah itu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 65:
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آَتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Ilmu adalah karunia Allah yang besar karena ilmu selalu disandarkan pada Allah.
• Ilmu itu ada dua macam : Ilmu yang dicari dengan usaha keras, dan Ilmu yang Allah karuniakan pada hamba-hamba pilihan, yaitu ilmu “laduni” berupa ilmu ghaib.
• Ilmu yang diberikan pada Khidir tidak dimiliki oleh nabi Musa. Ada juga ilmu yang diperoleh nabi Musa yang tidak diketahui oleh nabi Khidir.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 66:
قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
"Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan pada kebaikan dan yang mencegah dari kejelekan. Karena dalam ayat ini disebutkan untuk diajarkan ilmu yang sifatnya rusydu (benar).
• Hendaklah belajar ilmu dari orang yang berilmu yang paham agama.
• Musa memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) sehingga mau belajar dari siapa pun, baik yang lebih rendah kedudukannya dari dirinya. Ingatlah, sifat tawadhu’ adalah jalan mudah meraih ilmu.
• Meski nabi Musa adalah Rassul Ulul azmi dan kalimullah tapi tidak malu belajar kepada nabi lainnya. Jangan menjadi seperti lilin, menerangi orang lain namun membakar diri sendiri. Tapi Jadilah sebagai senter sebagai cahaya, jika habis dicharge (memberi dan diisi).
• Gengsi itu mematikan cahaya hidayah. Makanya hati hati dengan penyakit hati ini. Untuk suatu kebaikan kita harus membuang gengsi dan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan hidayah.
• Wajib menunjukkan adab yang baik dengan guru atau orang yang berilmu. Contohilah Musa ketika meminta pada Khidir dengan bahasa yang halus saat ingin menemani Khidir agar terus bisa belajar dan raih ilmu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
"Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku."
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Khidir mengatakan pada Musa bahwa ia tidak mungkin bisa bersabar ketika melihat tingkah laku Khidir yang nanti akan menyelisihi syari’at Musa.
• Dalam belajar atau mencari ilmu butuh kesabaran. Orang yang tidak bersabar dalam menuntut ilmu sulit untuk meraih ilmu.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 68:
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Kita diperintahkan untuk tidak mudah-mudahan dalam menghukumi sesuatu sampai dapat ilmu atau bukti.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 69:
قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا
"Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun”
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Khidir mengetahui bahwa Musa nantinya akan mengingkari apa yang ia lakukan, padahal ada hikmah-hikmah berharga dari apa yang dilakukan oleh Khidir yang tidak diketahui Musa.
• Diperintahan untuk mengucapkan “ InsyaAllah” (artinya: semoga Allah menghendaki) pada suatu kejadian akan datang.
• Tujuan mengucapkan insya Allah supaya seseorang tidak terlalu PD (percaya diri) yaitu bergantung dan takjub pada diri sendiri, sehingga lupa dari tawakkal pada Allah. Karena ingatlah sebenarnya Allah-lah yang memberikan kemudahan. Nabi Sulaiman dan nabi Muhammad pernah lupa mengucapkan insya Allah. Insya Allah adalah kekuatan untuk seorang hamba.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 70:
قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا
"Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
• Boleh meminta janji atau syarat pada orang lain dan hendaknya itu ditepati, termasuk juga dalam menuntut ilmu atau belajar. Agar ilmunya penuh keberkahan dan bermanfaat.
• Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan faedah berharga, hendaklah seorang murid jangan terburu-buru membantah penjelasan gurunya. Hendaklah ia menunggu sampai penjelasannya tuntas, baru bertanya. Itulah adab yang harus dipenuhi seorang murid pada gurunya yang didapat dari kisah Khidir dan Musa.
Surah QS. Surat Al-Kahfi Ayat 71:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا رَكِبَا فِى ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا إِمْرًا
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 72:
قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا
"Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku".
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 73:
قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِى بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِى مِنْ أَمْرِى عُسْرًا
"Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 74:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 75:
۞ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا
"Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 76:
قَالَ إِن سَأَلْتُكَ عَن شَىْءٍۭ بَعْدَهَا فَلَا تُصَٰحِبْنِى ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِن لَّدُنِّى عُذْرًا
"Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".
Surat Al-Kahfi Ayat 77:
فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهْلَ قَرْيَةٍ ٱسْتَطْعَمَآ أَهْلَهَا فَأَبَوْا۟ أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُۥ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا
"Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".
Surat Al-Kahfi Ayat 78:
قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِى وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
"Khidhr berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu, kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Nabi Musa tidak bisa melihat kemungkaran didepan matanya.
Ada tiga peristiwa yang dilakukan Khidir kemudian diingkari oleh Musa :
• Khidir membocorkan dan menenggelamkan perahu.
• Khidir membunuh seorang bocah.
• Khidir membetulkan dinding rumah dan tidak meminta upah.
• Beda ayat 72 dan 75 adalah adanya penekanan kembali kalau nabi Musa tidak akan sabar.
Surat Al-Kahfi Ayat 79:
أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَٰكِينَ يَعْمَلُونَ فِى ٱلْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
"Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Terkadang kita memaknai miskin itu salah. Dalam islam ada perbedaan antara fakir dan miskin. Kalau fakir tidak memiliki apapun. Sedangkan miskin, dia bekerja akan tetapi semua kebutuhannya tidak mencukupi.
● Seharusnya kita mendahulukan menolong orang yang membutuhkan namun punya usaha, bukan kepada orang yang hanya bisa meminta terus menerus. Karena islam menghargai orang yang bekerja, dibanding orang yang meminta minta.
● Jika bertabrakan dua hal yang berbahaya dan merugikan, maka pilihlah yang keburukannya paling sedikit.
● Contoh: Sama halnya dengan pemilihan presiden, maka pilihlah kemudharatannya/keburukan yang paling sedikit.
● Kisah Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut.
● Pembelajarannya adalah Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat nabi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
● Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat, agar kencingnya tidak bercecer kemana mana. Hanya satu tempat yang terkena najis.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 80:
وَأَمَّا ٱلْغُلَٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَآ أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَٰنًا وَكُفْرًا
"Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Kalau orang tuanya tidak berbekal ilmu yang baik. Orang tua bisa terpengaruh dengan anak yang tidak baik.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 81:
فَأَرَدْنَآ أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِّنْهُ زَكَوٰةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا
"Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Kematian anak muda tadi diganti Allah dengan anak yang shaleh.
QS. Surat Al-Kahfi Ayat 82:
وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
*Faedah/ Poin pentingnya adalah:*
● Karakter tetangga yang egois, cuek dan memikirkan diri sendiri. Mereka tidak peduli dengan anak yatim tersebut.
● Pertolongan Allah untuk yatim itu melalui nabi Khidir.
● Anak yatim itu adalah anak keturunan dari keluarga yang sholeh.
Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.
● Berusahalah Menjemput ridho Allah dan Menjadi orangtua yang sholeh agar bisa mendidik anak anak kita. Harapannya anak keturunan kita dijaga Allah dari semua keburukan dan fitnah akhir zaman.
● Kesholehan orangtua sangat bermanfaat untuk anak keturunan kita.
● Kita serahkan semua anak keturunan kita kepada Allah, dengan cara kita mensholehkan diri kita terlebih dahulu.
Semoga Allah memudahkan kita untuk mendidik anak anak kita dan Allah menganugerahkan kita, anak keturunan yang sholeh dan sholeha..
Aamiin Allahumma Aamiin..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
🌻 بارك اللّه فيكنّ 🌻
❁❁━━━━━━━━━━━━━━━━
Comments
Post a Comment