Anak Penyejuk Jiwa

*Bismillah*

*⏰ KAJIAN SAFFANAH ⏰*

*2️⃣. Pertemuan Ke-2*
*💎 “Anak Penyejuk Jiwa”*
👤Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. حفظه الله
⏰ Ahad, 2 Maret 2025 / Pukul 09.30 WIB

**************************************

*Anak Penyejuk Jiwa*

*Apa yang dimaksud anak penyejuk mata?*

Makna dari firman Allah: Qurrotu a'yun..

Qurrota A'yun artinya menyejukkan mata dan menyenangkan hati dalam sebuah keluarga. Anak adalah anugerah dari Allah..

Ini pun berlaku pada istri di mana orang yang beriman selalu meminta istri dan anaknya selalu menjadi penyejuk mata baginya, maksudnya adalah ia meminta pada Allah agar mereka itu taat pada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqon: 74)

Allah memberi siapa saja anak perempuan, anak laki, dan anak berpasangan..

Sebagaimana Allah Berfirman Dalam Surat 
QS. Asy-Syura Ayat 49:

لِّلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki"

Setiap orang yang telah berumah tangga pasti menginginkan si buah hati. Mungkin ada yang telah menanti bertahun-tahun, namun belum juga dikaruniai buah hati.

Juga ada yang menginginkan agar anaknya menjadi sholeh. Maka perbanyaklah do’a akan hal tersebut. Banyak do’a yang telah dicontohkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. 

Di antaranya ada do’a yang berasal dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu was salaam.

Sebagaimana Doa nabi Ibrahim yang ditujukan untuk anak keturunannya (Ismail dan Ishaq)

Surat Al-Baqarah Ayat 124:

۞ وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim"

Nabi Ibrahim berdoa agar anak keturunannya mendirikaan shalat.

Surat Ibrahim Ayat 40:

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku"

Allah menganugerahkan Nabi Ibrahim anak keturunannya yang menjadi penyejuk mata dan sumber kebahagiaan, yakni anak keturunan yang shaleh.

Surat Al-‘Ankabut Ayat 27:

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِى ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلْكِتَٰبَ وَءَاتَيْنَٰهُ أَجْرَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

"Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh"

Nabi yang Allah utus selanjutnya setelah Nabi Ibrahim dan Nabi Luth adalah Nabi Syu’aib. Artinya Pasca dimusnahkan kaum nabi Luth..

Allah mengkisahkan didalam Al Quran tentang nabi Syuaib yang dituduh dalam shalatnya.

Surat Hud Ayat 87:

قَالُوا۟ يَٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

"Mereka berkata: "Hai Syu'aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal".

Nabi Syuaib pernah menegur kaumnya. Sebagaimana perkataan Nabi Syu’aib kepada kaumnya, kaum Madyan dalam surah QS. Hud ayat 89:

وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ

“Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Shalih, sedang kaum Luth tidak jauh dari kalian.” 

*Apa yang dimaksud dengan keturunan yang menjadi penyejuk mata?*

*Doa Ibadurrahman*

Ibnu ‘Abbas berkata:

يعنون من يعمل بالطاعة، فتقرُّ به أعينهم في الدنيا والآخرة.

“Yaitu mereka (ibadurrahman) meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat.”

Demikianlah doa ibadurrahman agar pasangan hidup, keturunannya bisa mendukung dirinya dalam ketaataan kepada Allah, dan sebagai penyejuk jiwa..

Ibnu Abbas menukilkan: Jadikanlah kami imam bagi yang bertakwa..Maksudnya, jadikan orang bertakwa itu diikuti orang lain dalam kebaikan. Seperti: imam shalat, yang diikuti oleh makmumnya..

Maksudnya disini adalah imam dalam kebaikan. Jadikan kami orang lain diikuti dengan petunjuk dari Allah..Imam dalam ketakwaan dan diikuti oleh orang orang yang bertakwa. Jadikanlah kami bisa bemakmum dengan orang yang bertakwa..

Mujahid bin Jabir, Dalam risalah Ibnu Qayim berkata: "Seseorang yang tidak bisa menjadi imam bagi orang yang bertakwa, sampai ia bermakmum bagi orang yang bertakwa.."

Dalam doa ini kita memohon kepada Allah, agar kita menjadi orang bertakwa, dengan mengikuti orang orang yang bertakwa. Maka Allah akan menjadikan kita hamba yang bertakwa.

Seorang muslim yang ideal adalah satu mata rantai pendidikan. Ulama mengikuti ulama a, b dan c sampai para sahabat, sampai paling akhir yaitu nabi Muhammad.

Belajar dulu menjadi orang yang bertakwa, maka kamu akan menjadi orang bertakwa..

Al azhari mengatakan Makna Qurrota a'yun terisi dengan ridho pandangan, sehingga pandangannya sejuk. Hatinya tenang dan bahagia, itulah Qurrrota a'yun.

Al qur artinya dingin/sejuk..dua makna shahih, dingin dan menetap.

Muhamad bin Kaab mengatakan "Tidak ada sesuatu yang membuat sejuk seorang mukmin, selain melihat istri dan anaknya berbuat taat kepada Allah"

Ada yang menganggap anak belajar agama adalah anak sisa, malahan ada yang menganggap pondok itu sebagai tempat penampungan anak anak nakal.

Nuansa pondok untuk mewujudkan anak yang taat kepada Allah, tersentuh dengan agama, mungkin baru muncul belakangan ini..

Karenanya marilah kita coba mengubah orientasi untuk anak..Prioritas utama adalah anak keturunan kita harus memiliki ilmu agama, karena kelak merekalah yang akan mendoakan orang tua setelah tiada.

Apabila manusia meninggal, maka semua amalnya terputus, kecuali 3 amal yang akan terus mengalir..Salah satunya adalah anak shaleh yang mendoakannya..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seorang wafat, maka terputuslah amalannya, kecuali 3 hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim No. 1631)

Amalan yg tidak pernah putus, walau sudah meninggal dunia. Ada 7 amalan setelah dia meninggal, kemudian nabi memberikan rinciannya..Ia tinggalkan seorang anak yang rajin memohonkan ampunan setelah dia meninggal..

Sebagaimana Nabi bersabda:

سبع يجري على العبد أجرهن وهو في قبره بعد موته، من علم علما أو كرى نهرا أو حفر بئرا أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، او ورث مصحفا أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته

“Tujuh amalan yang mengalir pahalanya bagi seorang hamba yang sudah meninggal dunia, yaitu mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanam kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Alqur’an, dan meninggalkan anak yang senantiasa memohonkan ampunan untuknya setelah dia meninggal dunia.”

Kondisi ini yang layak kita perjuangkan, memiliki anak yang shaleh, ada didekat kita. Sehingga kita memiliki peninggalan setelah tiada.

Nabi mengatakan: diantara amal kebaikan orang mukmin nanti setelah dia mati, pertama ilmu yang diajarkan, anak shaleh yang ditinggalkan..

Dahulu kita belum mengenal sunnah, kurang ilmu, masih banyak berbuat dosa dan maksiat. Beruntung anak anak kita telah memiliki orang tua yang telah mengenal sunnah dan berilmu.

Kita sudah menjaga anak kita sejak kecil, mudah mudahan mereka lebih bersih dari kita. Karena kita telah mengenalkan mereka sejak kecil, tentang Allah dan ilmu sesuai Al Quran serta sunnah nabi.

Apakah semua yang dilakukan anak, orang tua akan mendapatkan bagian pahalanya meskipun orang tua tidak mengajarkannya?

Tidak semua orangtua mendapatkan amalan anaknya. Kecuali orangtua yang ikut terlibat dalam mengajarkannya.

Syeikh Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan: 

"Nabi Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam tidak menjadikan bahwa ayah akan mendapatkan pahala seperti  amalan semua anak keturunannya. Dan juga tidak tidak diketahui ada dalil yang menunjukan hal itu. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam hanyalah menjadikan doa dari anak sebagai amalan orangtua yang tidak terputus"

Jika seorang anak melakukan amalan shalih dan itu atas petunjuk dari orang tuanya. Orang tua yang mengajarkan pada anaknya, maka orang tua akan mendapatkan apa yang telah ia didik dan ajarkan.

Marilah kita selaku orang tua mengintrospeksi diri. Hiasilah hari-hari kita dengan gemar mentadaburi kitabullah.

Hiasilah rumah kita dengan lantunan ayat suci Al Qur’an. Hiasilah hari-hari kita dengan puasa sunnah, shalat sunnah, shalat malam dan amalan taat lainnya.

Jauhilah berbagai macam maksiat dan perbuatan-perbuatan terlarang yang memasuki rumah kita.

Semoga Allah menganugerahkan dan memberkahi pendengaran, penglihatan, istri atau pasangan kita serta anak-anak kita.

Semoga bemanfaat
Ummu Aisyah

************************************

Comments

Popular Posts