Asma binti Abi Bakr : Ibunda Para Ulama

*🎥 KAJIAN ZOOM SAFFANAH - Spesial Ramadhan 1446 H (Pertemuan 12) 🎥*

*1️⃣2️⃣. SAFFANAH #12*

*📝 Asma binti Abi Bakr : Ibunda Para Ulama*
*🎙️ Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A. حفظه الله*

==============================

*Asma binti Abi Bakr : Ibunda Para Ulama*

Asma’ binti Abu Bakar memiliki nama lengkap Asma’ binti Abdullah bin Abi Quhafah Uthman.Ayahnya adalah Abu Bakar as-Ṣiddīq, dan ibunya bernama Qutailah binti Abdul.  

Ia menikah dengan Zubayr bin al Awwam dan dianugerahi lima putra, yaitu Abdullah bin Zubair, ‘Urwah bin Zubair, Munḍir bin Zubair, Muhajir bin Zubayr, dan ‘Ashim bin Zubair.

Asma’ merupakan saudari Aisyah, istri Rasulullah, dari pihak ayah. Ayah Asma’ merupakan sahabat paling dekat Rasulullah, begitu pula suaminya adalah salah satu sahabat Nabi. Keduanya termasuk di antara sahabat yang dijamin masuk surga. Pada akhirnya, Keluarga abu bakar semuanya masuk islam, karenanya abu bakar adalah orang yang paling berkah..

Asma’ lahir di Makkah. Ia lebih tua 17 tahun dari Aisyah, adiknya. Asma’ menjalani masa kecil seperti anak-anak pada umumnya di Makkah. Asma’ adalah orang ketujuh belas yang bergabung dalam golongan pertama yang memeluk Islam. 

Zubayr bin al Awwam adalah keponakan dari istri nabi Khadijah..Zubair adalah orang yang fakir saat menikah dengan asma. Asma menikah dengan Zubair ketika sebelum hijrah. 

◆ Hadits diriwayatkan oleh Bukhari, Asma bercerita,
"Zubair bin Awwam ketika menikahiku adalah seorang yang miskin, tidak punya harta dan budak. Kecuali ada seekor Onta dan seekor Kuda. 

Maka aku kerja untuk bantu suamiku, aku mengurusi kudanya mengambil makannya dan air, aku membuat adonan roti. Aku tidak pandai membuat roti tetapi tetangga-tetanggaku bantu aku untuk buat roti. Dan mereka adalah tetangga-tetangga yang baik.

Dan aku mengangkat biji-bijian diatas kepalaku dari tanahnya Zubair yang Rasulullah berikan untuk Zubair, dan jaraknya kira-kira 4 km. 

Satu hari aku datang dan aku mengangkat biji-bijian diatas kepalaku, kemudian ditengah jalan aku bertemu dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dan beberapa kaum Anshor.

Kemudian Rasulullah memanggilku untuk memboncengku dibelakangnya. Aku ingin dibonceng oleh Nabi karena aku capek. Tapi aku malu berjalan bersama rombongan laki-laki.

Aku ingat Zubair suamiku dan bagaimana dia cemburunya, aku khawatir dia cemburu kepadaku karena aku berjalan bersama Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam.
Rasulullah melihatku tidak respek maka Rasulullahpun jalan terus.

Kemudian aku datang kepada suamiku Zubair bin Awwam, "aku tadi bertemu Nabi shalallahu'alaihi wasallam ketika aku sedang mengangkat biji-bijian diatas kepalaku, dan beliau bersama sahabat-sahabatnya, kemudian dia tundukan Onta agar aku naik ke Onta tersebut. Tapi aku malu kepada Nabi dan aku ingat engkau pencemburu."

Kata Zubair bin Awwam,
"Demi Allah, kau angkat biji-bijian diatas kepalamu itu lebih berat dari pada kau digonceng Nabi shalallahu'alaihi wasallam."

◇ Artinya, Zubair mengatakan tidak masalah selama itu bersama Nabi.

Maka Asma berkata,
"Sampai akhirnya Abu Bakar ayahku mengirim kepadaku pembantu yang akhirnya mengurusi kudanya Zubair bin Awwam. Maka aku tidak capek-capek lagi mengurusi Kuda harus jalan tiap hari berkilo-kilo. Seakan-akan Abu Bakar telah memerdekakan aku dari perbudakan."

● Menempuh perjalanan hijrah yang berat dalam keadaan mengandung putranya ‘Abdullah. Saat rombongan sampai di daerah Quba, jabang bayi lahir dengan selamat. Jadilah, ‘Abdullah kecil, bayi pertama yang lahir dari kalangan Muhajirin, di Madinah.

Abdullah bin Zubair lahir dibawa kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam, maka Nabi mentahniq. Yang pertama kali masuk dalam mulut Abdullah bin Zubair adalah air liur Nabi shalallahu'alaihi wasallam.

*Mendapatkan Julukan Dhāt al-Niṭāqayni*

Asma’ mendapat julukan pemilik dua ikat pinggang (Dhāt al-Niṭāqayni). Saat Rasulullah dan Abu Bakar akan hijrah ke Madinah, ia membelah ikat pinggangnya menjadi dua, satu untuk mengikat bekal makanan mereka yang hendak pergi ke Gua Tsur, dan yang lain dipakai seperti biasa. Ia juga merahasiakan keberadaan Rasulullah dan Abu Bakar. Oleh karena itu, Rasulullah menjulukinya sebagai pemilik dua ikat pinggang.

Sebuah hadits menyebutkan bahwa Rasulullah berdoa agar Asma mendapatkan ganti dua sabuk di surga: "Semoga Allah mengganti ikat pinggang Asma dengan dua ikat pinggang yang lebih baik di surga."

Setelah Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersama Abu Bakar pergi hijrah.
Maka orang-orang Quraisy sibuk mencari Rasulullah dan Abu Bakar, mereka kehilangan Nabi shalallahu'alaihi wasallam.
Dan mereka datang kerumah Abu Bakar, mereka mendapati Asma.

Asma sangat pemberani, lalu asma keluar menemui mereka orang-orang Quraisy.
Kata Abu Jahal bin Hisyam yang saat itu berdiri dipintu rumah Abu Bakar,
"Dimana bapakmu.?"
Kata Asma,
"Aku tidak tahu dimana ayahku."
Maka Abu Jahal angkat tangannya kemudian dia tampar wajah Asma sampai anting-anting Asma lepas, begitu kuat hantaman Abu Jahal.
Bagaimana Asma berani dan kuat menghadapi Abu Jahal.

Asma’ bekata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar, Abu Bakar keluar bersamanya dengan membawa semua hartanya sebanyak lima ribu atau enam ribu dirham, kemudian ia berjalan bersamanya.” Selanjutnya Asma’ berkata, “Kakekku, Abu Quhafah yang telah hilang penglihatannya masuk ke tempat kami, ia berkata, ‘Demi Allah, aku tahu ia telah membuat sedih kalian dengan membawa hartanya.’ Asma’ berkata, “Aku katakan (kepadanya), ‘Tidak wahai kakekku, sesungguhnya ia telah meninggalkan untuk kami kebaikan yang banyak’.” Asma’ berkata, “Aku mengambil beberapa batu, aku letakkan di sebuah lubang yang ada di dalam rumah di mana bapakku dulu menaruh uangnya di situ. Kemudian aku tutup dengan kain, lalu aku pegang tangannya. Aku katakan kepadanya, ‘Wahai kakekku, letakkan tanganmu di atas harta ini.’ Ia pun meletakkan tangannya, dan berkata, ‘Tidak apa-apa, apabila ia meninggalkan untuk kalian harta ini, ia telah berbuat baik dan ini akan cukup untuk kalian’.”

Asma’ berkata, “Demi Allah, tidak. Sebenarnya Abu Bakar tidak meninggalkan sesuatu pun untuk kami, akan tetapi aku hanya ingin menenangkan hati kakekku dengan batu tersebut.”

● Asma’ termasuk perempuan yang berkontribusi dalam meriwayatkan hadits Nabi. Terdapat sekitar 58 hadits diriwayatkan melalui Asma’.

*Ujian anaknya Asma Urwah bin Zubai*

● Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan sebuah ujian kepada anaknya asma yakni Urwah Bin Zubair melalui sebuah penyakit kanker kulit berbahaya. Penyakit itu terus menjalar dari kaki hingga betis Urwah, perlahan kakinya mulai membusuk.

Para tabib khawatir melihat kondisinya, jika terus dibiarkan penyakit itu akan menjalar keseluruh tubuhnya. Akhirnya para tabib memutuskan untuk memotong bagian kaki Urwah yang sudah membusuk, dengan lemah lembut mereka membicarakan keputusan tersebut dan menawarkan Urwah untuk meminum khamr agar bisa menangkal rasa sakit selama proses amputasi dilakukan. Namun, Urwah berkata “Tak pantas rasanya jika aku menenggak barang haram sambil mengharap kesembuhan dari Allah,” jawaban Urwah mengejutkan para tabib.

“Kalau begitu, kami akan memberimu obat bius,” para tabib kembali memberi saran.

“Aku tak ingin salah satu anggota tubuhku diambil tanpa terasa sakit sedikitpun. Aku justru berharap pahala yang besar dari rasa sakit itu," ujar Urwah Bin Zubair.

Sesaat kemudian masuklah beberapa orang yang tak dikenalnya,

“Siapa mereka?,” tanya Urwah

Para tabib menjelaskan jika mereka adalah orang-orang yang diminta untuk memeganginya selama proses amputasi, karena dikhawatirkan akan lepas kontrol karena tak bisa menahan rasa sakit. Lagi-lagi Urwah menolaknya dan meyakinkan para tabib jika dirinya mampu mengendalikan diri, “Jika tidak ada cara lain, maka baiklah aku akan salat, dan silahkan tuan-tuan mengamputasi kakiku ketika itu!” kata Urwah kepada para tabib.

Akhirnya proses amputasi dilakukan, Mereka memotong kakinya pada bagian lutut, sedangkan Urwah diam dan tak merintih sedikitpun ketika itu. Beliau benar-benar tersibukkan oleh shalatnya sampai-sampai gesekan-gesekan gerigi gergaji itu seakan tak terasa baginya, Masya Allah sungguh dashyat kekuatan doa dan Shalat yang dilakukan Urwah!

Usai pemotongan, para tabib mendidihkan minyak zaitun dan menyiram bagian yang terpotong dengan minyak tadi untuk memberhentikan darah yang masih mengalir keluar akibat amputasi itu. Cipratan setitik minyak di kulit saja sudah membuat rintihan sakit layaknya sekujur tubuh terbakar, bagaimana dengan Urwah yang harus menahan sakit dari tulang dan dagingnya yang disiram minyak panas dalam keadaan sadar tanpa obat bius. Tetapi dengan kasih sayang Allah terhadap hambaNya, seketika Urwah pun langsung tak sadarkan diri.

Setelah kembali sadar, Urwah berkata lirih sambil menyitir firman Allah berikut yang artinya:

"...Sungguh kita benar-benar merasa letih karena perjalanan ini." (QS. Al-Kahfi: 62).

Namun cobaannya tak berhenti sampai di situ. Diriwayatkan bahwa pada malam kakinya diamputasi itu, salah seorang anak kesayangannya bernama Muhammad, jatuh terpeleset dari atap rumah dan wafat seketika!

Para tetangga dan handaitaulan pun berdatangan memberikan takziyah kepadanya. Namun, apa yang dilakukan Urwah, ia justru memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. "Segala puji bagi-Mu ya Allah, mereka adalah tujuh bersaudara yang satu di antaranya telah Engkau ambil, namun Engkau masih menyisakan enam bagiku. 

Sebelumnya aku juga memiliki empat anggota badan, lalu Engkau ambil satu dari padanya, dan Engkau sisakan yang tiga bagiku. Meski Engkau telah mengambilnya, namun Engkau jualah pemberinya, dan meski Engkau telah mengujiku, namun Engkau jualah yang selama ini memberiku kesehatan."

MasyaAllah, ketabahan dan keikhlasan hati Urwah sungguh luar biasa terpuji, ia menerima kepergian putra tercintanya dengan hati yang lapang, seperti saat ia harus kehilangan salah satu anggota tubuhnya. Urwah tak pernah kecewa dan berputus asa atas takdir yang Allah berikan, justru ia terus memuji akan kebesaran Allah yang selalu memberikannya keselamatan dunia.

*Wafatnya Asma’ Binti Abu Bakar*

Asma’ binti Abu Bakar adalah salah satu sahabat perempuan Nabi yang diberi umur panjang, mencapai seratus tahun. Ia adalah muhajirah terakhir yang wafat. Asma’ meninggal tidak lama setelah putranya, Abdullah bin Zubayr gugur pada tahun 73 H/692 M di Mekkah. Asma’ wafat sepuluh atau dua puluh hari setelahnya.

*Hikmah yang bisa diambil dari kisah asma bin abi bakr:*

♡ Asma’ memberikan contoh yang mulia untuk para wanita muslimah secara keseluruhan, dalam bersabar ketika berada dalam kehidupan yang penuh kekurangan, kelaparan dan kekurangan makanan.

♡Jika kita ingin memiliki anak shaleh, orang tua harus shaleh karena anak akan melihat contoh/ teladan dari orangtuanya.

♡ Ibunda Asma adalah Sosok wanita yang cerdas, tangguh dan hebat, sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian.

♡ Asma istri yang sholeha dan penyayang kepada suaminya. 

♡ Kisah Asma’ binti Abu Bakar mengajarkan keteguhan iman, keberanian, dan dedikasi luar biasa dalam mendukung perjuangan Islam. 

♡ Asma seorang wanita dermawan, dia tidak pernah menyimpan sesuatu untuk besok hari. Apa yang ada ditangannya dia bagi langsung, dia tidak pernah punya tabungan esok hari.

Inilah sedikit kisah tentang Asma binti Abu Bakar radhiallahu'anhu.

Semoga kita bisa menjadi meneladani Asma binti Abi Bakr, wanita yang tegar dalam menjalani semua ujian dan rintangan kehidupan.

Hidup ini hanya sebentar, semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba yang bertakwa hingga ajal menjemput..Aamiin..

Semoga bermanfaat
Ummu Aisyah

==============================

Comments

Popular Posts