Beginilah Al Qur’an Bicara Tentang Pengasuhan
*⏰ KAJIAN SAFFANAH ⏰*
*6️⃣. Pertemuan Ke-6*
💎 “Beginilah Al Qur’an Bicara Tentang Pengasuhan”
👤Ustadz Triadi Wicaksono, Lc., M.Pd حفظه الله
⏰ Kamis, 6 Maret 2025 / Pukul 09.30 WIB
******************************************
Allah mengutus para nabi dan rasul memiliki tujuan yaitu untuk mengajak beribadah kepada Allah dan taat kepadaNya serta meninggalkan penyembahan kepada selainNya.
Sebagaimana Allah Berfirman dalam
Surat An-Nahl Ayat 36:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"
Para nabi dan rassul telah diberikan kelebihan dan keistimewaan oleh Allah. Sebelum nabi Muhammad, Allah telah memberikan mukjizat kepada nabi nabi terdahulu.
Kemudian baru nabi Muhammad. Beliau memiliki banyak mukjizat, diantaranya:
*Mukjizat Nabi Muhammad*
- Peristiwa Isra dan Mi'raj
- Terbelahnya Bulan
- Keberkahan Makanan
- Keluarnya Air Dari Jari-jemari Nabi
- Tangisan Batang Pohon Kurma
- Ucapan Salam Dari Batu Di Makkah
*Apa Itu Mukjizat?*
أمر خارق للعادة، مقرون بالتحدي سالم من المعارضة، يجريه الله تعالى على يد نبيه، شاهدا على صدقه
Suatu perkara yang luar biasa, disertai tantangan, tanpa ada pertentangan, yang ditampakkan oleh Allah melalui tangan Nabi-Nya, sebagai saksi atas kebenarannya.
(Dirasat. Fii Ulumi Al Quran Prof. Dr. Fahd Ar Rumi hal. 257)
*Hanya Al Quran Mukjizat Abadi*
Namun, semua mukjizat itu telah pergi, dengan perginya para Nabi dan Rasul yang Allah tampakkan pada mereka mukjizat-mukjizat tersebut.
Yang tersisa adalah kisah yang luar biasa, yang terdokumentasi di dalam Al Qur'an dan As sunnah..
Kisah para nabi dan rassul, peristiwa di masa silam, kisah yang terjadi di masa hidup nabi, seperti berbagai peperangan, kehidupan para nabi, para istri dan sahabat, dll..
*Hanya Al Quran Mukjizat Abadi*
Allah sendiri yang menjamin keberlangsungan mukjizat ini hingga hari Kiamat. Allah berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ﴾ [الحجر: 9]
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang menjaganya" (QS. Al-Hijr: 9)
Ya..hanya Al Qur'an satu satunya mukjizat yang tersisa. Allah yang menurunkan Al Qur'an dan akan menjaganya hingga hari kiamat..
Al Qur'an adalah tanda kebesaran dari Allah, yaitu ayat kauniyah dan ayat qauliyah.. Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran Allah, berupa ciptaan-Nya, seperti langit, bumi, siang, malam, dan gunung-gunung. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang berasal dari firman Allah dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman: diantara tanda kebesaran Allah adalah malam dan siang hari..
Surat Fussilat Ayat 37:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah"
*Al Quran Tanda Kebesaran Allah*
♡Al Quran referensi produktif selama 1400 tahun
♡Dibaca dan dihafal jutaan manusia
♡Menjaga bahasa arab dari kepunahan
♡Dikuatkan berbagai penelitian sains terbaru
♡Kitab yang paripurna mencakup seluruh aspek kehidupan
*Point pentingnya adalah:*
- Al Qur'an dihafal jutaan manusia, dihafal anak kecil, remaja, dewasa hingga lansia..
- 1400 tahun yang lalu al qur'an diturunkan kita masih bisa menikmati
- Alquran menunjukan bukti bukti ilmiah, seperti: semakin tinggi tempat, kadar oksigen semakin berkurang...
Alquran merupakan kitab yang paling paripurna (lengkap dan sempurna), semuanya tercakup didalamnya, masalah ekonomi, sosial, budaya, politik, dll.
Namun dari berbagai bentuk mukjizat al qur'an..Al Qur'an adalah kitab yang harus ditaburi dan direnungi..Mukjizat utama al qur'an yaitu untuk ditaburi oleh umat islam, dan diamalkan agar menjadi bekal menuju surgaNya Allah.
*Al Quran Kitab Tadabbur*
Allah telah menjadikan Al Quran sebagai kitab tadabbur yang layak direnungi setiap ayat dan hurufnya. Allah berfirman:
وكتب أنزلته إِلَيْكَ مُبَرك ليدبروا ما ينتهِ، وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُوا الْأَلْبَابِ) [ص: 29]
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (QS. Sad: 29)
*Anak Adalah Anugerah*
اللهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَّتَا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِننَا وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ 50-49 الشورى
Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa. (QS. Asy-Syura: 49-50)
*Tafsir Ibnu Katsir terkait ayat diatas adalah*
◇Anugerah anak adalah murni kehendak allah
◇ Ada yang diberi anak laki laki saja, atau anak perempuan saja atau dua duanya/ 2 jenis kelamin, dan ada yang tanpa anak..
Contohnya:
- Nabi Luth dan nabi Ibrahim dianugerahkan anak laki laki saja
- Nabi Muhammad dianugerahkan anak laki laki dan perempuan, meski yang hidup hingga dewasa hanya anak perempuan
- Nabi Yahya dan nabi Isa tidak memiliki ana
♡♡Keempat golongan ini ada di para nabi, sama halnya dengan zaman sekarang. Allah menakdirkan rezeki anak kepada siapa saja yang Allah kehendaki.
*Anak Adalah Amanah dan Tanggung Jawab*
ويأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عَلَيْهَا مَليكة غلاظ شداد ا أمرهم ويَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ [التحريم: 6] لا يَعْصُونَ اللَّهُ مَا أَمْرُهُمْ وَيَفْعَلُونَ .
"Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan: (QS. At-Tahrim: 6)
Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin), yang merupakan sepupu, sekaligus menantu Rasulullah (suami dari Fatimah)
Ada sebuah ungkapan Ali yang cukup fenomenal mengenai pendidikan anak yakni “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”.
Ungkapan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam Islam kita diajarkan untuk mendidik anak sesuai dengan zamannya, karena ilmu bersifat dinamis dan selalu berkembang, jadi metode pengajarannya pun harus berbeda dan menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan yang akan mereka hadapi di masa depan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).
Syeikh Abdul Razzaq Al Badr mengatakan: "Dan setiap kalian akan ditanya apa yang dipimpin, akan ditanya tentang amanah ini. JIka seorang berdiri dihadapan Allah. Sesungguhnya Allah akan menanyakan anak anaknya kepada ayahnya nanti..Sebagaimana kewajiban ayah terhadap anaknya"
Asuhlah anakmu, karena kamu akan ditanya tentang anakmu..Bagaimana kamu mengasuh dan mengajarkannya. Sedangkan anak akan ditanya baktinya kepada orangtuanya.
Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,
أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ما ذا أدبته وما ذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيته لك
“Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.”(Tuhfah al Maudud hal. 123).
*Anak Adalah Ujian*
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَلُكُمْ وَأَوْلدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ﴾ [الأنفال: 28]
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Anfal: 28]
Dan ketahuilah harta dan anakmu adalah fitnah.
Surat At-Taghabun Ayat 15:
إِنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar"
Tafsir ayat ini:
- Tidaklah Harta dan anak-anak kalian kecuali hanyalah ujian bagi kalian
- Pinjaman dan akan dikembalikan
- Di sisi Allah dan pahala besar bagi siapa yang taat
- Wajib menunaikan hak Allah dalam hartanya
Imam Al Qurtubi berkata: "Harta dan anak adalah ujian..Terkadang harta dan anak memaksa dicari dengan cara yang batil (haram), melalaikan ktlita dlm beribadah kepada Allah. Maka jangan dituruti jika mengajak kemaksitan kepada Allah"
*Anak shaleh adalah Penyejuk pandangan Dan Perpanjangan Umur Orang Tua*
مات له إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به. أو ولد صالح يدعو له إذا مات الإنسان القطع عنه عمله إلا من :
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.”
(HR. Muslim, no. 1631)
*Usia umat nabi Muhammad:*
أبي هريرة به قال: قال رسول الله : أعمار أنني ما بين من الحديث أن إلى الشيعين أخرج الترمذي وابن ماجه وابن حبان والحاكم، والمراد بهذا بخور ذلك أخرج غالب من يعشر من الأمة فإنه لا يتجاوز السبعين.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu’alaihi wassallam bersabda :
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah: 4236, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih)
Jadi orang yang panjang umur dari umat nabi, jarang sekali melewati umur 70 tahun..
Dari sini kita memahami, anak adalah umur kedua dan perpanjangan bagi orangtuanya. Sehingga ketika orangtua melalaikan pengasuhan anaknya..Ini tanda tidak bersyukur, dan menyia-nyiakan tanggung jawab dari Allah..
Orangtua yang tidak mengasuh dan mengajarkan islam, akan menyesal jika tidak memiliki anak yang shaleh. Karena mereka tidak memiliki amal jariyah yang ditinggalkan berupa anak shaleh yang akan membantunya ketika telah tiada.
Sebab utama rusaknya seorang anak adalah karena kelalaian dari orangtuanya.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
“Kebanyakan kerusakan anak-anak disebabkan oleh orang tua, orang tua menelantarkan anak-anaknya dan tidak mau mengajarkan kepada mereka ilmu-ilmu agama dan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.”
*Dampak Melalaikan Pengasuhan*
قال العلامة ابن القيم الله فمن أهمل تعليم ولده ما ينفعه وتركه سدى فقد أساء إليه غاية الإساءة، وأكثر الأولاد إنما جاء فسادهم من قبل الآباء وإهمالهم لهم، وترك تعليمهم فرائض الدين وسنته.
*Imam Ibnu Al Qayyim berkata:*
"Barangsiapa yang lalai mengajarkan anaknya apa yang bermanfaat baginya dan membiarkannya begitu saja, maka ia telah berbuat hal sangat buruk kepadanya. Karena kerusakan anak, kebanyakan disebabkan kelalaian orang tuanya terhadap anak dan tidak mengajarkan kepada anak kewajiban dan sunnah-sunnah agama"
Di dalam Al Qur'an ada beberapa kisah nabi dan orang shaleh. Dari kisah ini kita bisa mengambil faedah.
*Pengasuhan Nabi Yaqub*
1) Memanfaatkan Momen Dan Kesempatan Untuk Mengasuh
2) Hubungan Kuat Antara Ayah dan Anak
3) Membentengi Anak Dari Tipu Daya Musuh
4) Seorang Ayah Mengarahkan Anaknya Meraih Asa dan Membangun Masa Depan
5) Berlaku Adil Terhadap Anak-anak
6) Pentingnya Bermain Bagi Anak
*Pengasuhan Nabi yakub:*
Nabi Yaqub anak dari nabi Ishaq, kakeknya Nabi Ibrahim..
Anaknya nabi Yaqub bernama nabi yusuf, yang diabadikan di dalam al qur'an..Didalam Surah Yusuf berisikan: dinamika kehidupan keluarga nabi Yusuf, kehidupan sosialnya. Mengisahkan secara khusus nabi Yusuf sejak kecil hingga dewasa. Kisahnya penuh hikmah dan faedah.
Surat Yusuf Ayat 111:
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman"
*Kisah nabi Yaqub menjelang kematian datang*
Surat Al-Baqarah Ayat 133:
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ
"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
*Maka dari sini kita pelajari:*
- Nikmatilah Setiap momen, kesempatan antara ayah dan anak. Saat makan, duduk, bercerita, dll..
Kisah nabi yusuf: mencerita ke ayahnya nabi Yaqub mengenai mimpinya.
Surat Yusuf Ayat 4:
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ
"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku"
*Hikmahnya:*
-Hendaklah seorang anak bangun terikatan yang kuat dengan ayahnya. Sehingga itu menjadi kesempatan menanamkan nilai islam.
Surat Yusuf Ayat 5:
قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".
*Hikmahnya:*
- Al qur'an mengajarkan kit bagaimana membentengi diri dari musuh
- Setan adalah musuh nyata manusia
- Tidak semua orang bisa kamu percaya dan jadi tempat bercerita, meski dengan saudara kandung sendiri. Karena saudara kandung bisa juga menjadi musuh
- Seringnya musuh juga dari orang terdekat
Mimpi nabi Yusuf: Mengarah asa dan membangun masa depan yang cemerlang
Surat Yusuf Ayat 6:
وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
"Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"
*Ayah seorang Motivator*
Seorang ayah hendaknya hadir untuk memberikan motivasi kepada anak anaknya. Karenanya seorang ayah harusnya bisa menjadi motivator ulung dan menjadi penyemangat anak anaknya.
*Berlaku Adil Terhadap anak anak*
Dalam mendidik anak harus berlaku adil, apalagi banyak anak..Anak akan menilai orangtuanya adil atau tidak. Disini datang sebuah kisah nabi yusuf dan saudaranya Bunyamin yang tampak lebih disayangi oleh nabi Yaqub, sehingga timbul rasa iri dari saudara saudaranya yang lain.
Pelajari berharganya adalah : Hendaklah orangtua berlaku adil..Adapun naluri lebih mencintai anak yang shaleh dan baik itu wajar, namun orangtua harus menyembunyikan rasa itu jika didepan anak anaknya yang lain.
*Pengasuhan Hamba Shalih Luqman Al Hakim*
1) Memperingatkan Dari Berbuat Syirik
2) Memerintahkan Untuk Berbakti Pada Kedua Orang Tua
3) Senantiasa Bersyukur
4) Selalu Merasa Diawasi Allah (Muraqabatullah)
5) Menegakkan Shalat
6) Menegakkan Amar Makruf Dan Nahi Munkar
7) Wasiat Untuk Bersabar
8) Memperingatkan Terhadap Sikap Sombong dan Ujub
9) Etika Dalam Berjalan Dan Berbicara
*Memperingatkan Dari Berbuat Syirik*
*Pelajarannya adalah:*
- Jangan sampai anak anak kita jatuh ke perbuatan syirik. Banyak bentuknya saat ini, seperti percaya ramalan, nonton film kesyirikan, dll
*Berbakti kepada kedua orangtua*
- Karena orangtua sebab adanya anak di muka bumi ini. Kedudukan hak orangtua setelah hak Allah dan Rassulullah
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Isra’ ayat 23 dan 24.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْكِلاَ هُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا
"Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada ma-nusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya"
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
"(Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”
*Senantiasa Bersyukur*
*Tanda Kebahagiaan Sejati*
Kebahagiaan itu terdapat pada tiga perkara. Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah menjelaskan tanda tersebut, yaitu:
إذا أعطى شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذ أذنب استغفر، فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة
1. jika diberi kenikmatan, dia bersyukur,
2. jika diuji dengan ditimpa musibah, dia bersabar,
3. dan jika melakukan dosa, dia beristighfar (bertaubat), maka tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan”
(Matan Al-Qawa’idul Arba’)
*Menegakan Shalat*
Ibadah shalat adalah ibadah yang utama dan penting.
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir"
*Kesenangan Hati Terletak Dalam Shalat*
Dari Anas Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ: اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ
"Sesungguhnya di antara kesenangan dunia kalian yang aku cintai adalah wanita dan wewangian. Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat"
Shalat itu berat, kecuali bagi orang yang khusyuk.
Surat Al-Baqarah Ayat 45:
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'"
*Menegakan Amar Makruf Nahi Mungkar*
- Tidak mencari selamat sendiri
- Semua butuh kesabaran
Surat Luqman Ayat 17:
يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)"
*Memperingatkan terhadap sikap sombong dan ujub*
- Sombong: menganggap diri lebih baik dari orang lain
- Ujub: memuji diri sendiri..Ujub tak memerlukan orang lain, sementara sombong membutuhkan orang lain sebagai pembandingnya.
- Yang berlaku sombong hanya Allah..
*Etika dalam berjalan dan berbicara*
- Bagaimana anak diajarkan berjalan, merendahkan suara, melirihkan pembicaraan
*Pengasuhan Nabi Ibrahim*
1) Doa Dan Perjuangan Seorang Ayah Agar Dianugerahkan Keturunan Yang Shalih
2) Bersabar Dalam Ketaatan
Disana ada kisah ibrahim: saat diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Ismail. Nabi Ibrahim pun berdoa dengan suara lirih.
Kisah nabi Ibrahim, anak yang shaleh dan seorang nabi, tapi bapaknya kafir dan pembuat berhala..(hidayah milik Allah)
Senjata Seorang mukmin adalah doa dalam hal apapun..
*Pengasuhan Nabi Nuh*
- Meyakini bahwa hidayah di sisi Allah semata
- Istri dan anak nabi Nuh kafir
*Pengasuhan Nabi Zakariya*
#Pertama: Doa adalah tautan hamba dengan Rabbrnya
#Kedua: Doa membuat hal-hal luar biasa dengan izin Allah
- Kisah nabi Zakaria saat berdoa meminta anak..Allah mengabulkan doanya di usia renta..Lahirlah seorang anak bernama Yahya (seorang anak shaleh dan juga nabi) sebagai penerus dakwah nabi Zakaria.
*Pengasuhan Ibunda Nabi Musa*
- Ibu Adalah Madrasah Pertama
Seorang penyair Arab Bernama Hafizh Ibrahim dalam Qashidah tentang Ilmu dan Akhlak berkata:
الأم مدرسة إذا أعددتها.... أعددت شعبا طيب الأعراق
"Seorang ibu adalah sekolah, jika Engkau mempersiapkannya, Engkau telah mempersiapkan generasi yang baik"
Dibalik laki laki yang hebat, ada ibu yang hebat..
Mengasuh adalah hal yang berat..Ibu yang hebat, akan melahirkan anak yang hebat..
Ibunda para ulama yang membesarkan anaknya sendirian.
*Ibunda Para Ulama*
- Ibunda Imam Rabi'ah bin Farukh Ar Ra'yi
- Ibunda Imam Malik bin Anas
- Ibunda Imam Imam Sufyan Ats-Tsauri
- Ibunda dari Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i
- Ibunda Imam Ahmad bin Hanbal
*Pengasuhan Ibunda Maryam (Istri Imron/ Nenek Nabi Isa)*
● Ridha Dengan Pemberian Allah Adalah Jalan Kebahagiaan
Sejatinya Ibundanya Maryam menginginkan anak laki laki.
Surat Ali ‘Imran Ayat 35:
إِذْ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
"(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
*Inti Sari Dasar-dasar Pengasuhan Dalam Al Quran*
Dari kisah-kisah di atas kita dapat menyimpulkan bahwa inti sari dasar-dasar pengasuhan dalam Al Quran adalah sebagai berikut:
●Al Quran Mengasuh Aqidah dan Tauhid
●Al Quran Mengasuh Akal dan Pikiran
●Al Quran Mengasuh Iman
●Al Quran Mengasuh Akhlak
●Al Quran Mengasuh Adab dan Etika
●Al Quran Mengasuh Ifah (Menjaga Diri Dari Yang Haram)
●Al Quran Mengasuh Raga
*Upaya dan Tawakkal Tugas Hamba, Hidayah Milik Allah*
Dalam mengasuh anak tugas orang tua adalah berupaya semaksimal mungkin. Kemudian menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah dalam keshalihan anak keturunannya dan penjagaan mereka sebagaimana Allah telah menjaga hamba-hamba-Nya yang shalih. Dan tidak menggantukan buah hasil pengasuhan ini pada usahanya.
*Upaya dan Tawakkal Tugas Hamba, Hidayah Milik Allah*
قال الإمام مالك بن أنس الله الأدث أدب الله، لا أدب الآباء والأمهات، والخير خير الله لا خير الآباء والأمهات
Imam Malik bin Anas berkata: "Adab adalah adab Allah, bukan adab bapak-ibu, dan kebaikan adalah kebaikan Allah, bukan kebaikan bapak-ibu"
*Upaya dan Tawakkal Tugas Hamba, Hidayah Milik Allah*
Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhahullah berkata:
♡Perkataan Imam Malik rahimahullah yang agung ini merupakan suatu penghibur dan pengingat
♡Adapun sebagai penghibur, ialah bagi setiap orang yang telah berusaha memperbaiki anaknya, namun tidak berhasil.
♡Adapun sebagai pengingat, adalah untuk orang-orang yang telah dimuliakan Allah dengan kebaikan anak keturunan mereka, Hendaknya ia tidak memandang usahanya dalam mengasuh anak-anaknya, tetapi hal itu semata-mata merupakan nikmat Allah kepadanya.
*Upaya dan Tawakkal Tugas Hamba, Hidayah Milik Allah*
Al Allamah Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:
أتقى الله في أولاده، وسلك سبيل الشريعة في قال الشيخ ابن عثيمين فلا أظن أن أحدا ألقى ه يهدي أولاده
"Aku berpendapat, bahwa siapa saja yang bertakwa kepada Allah terhadap anak-anaknya, dan mengikuti jalan syariat dalam membimbing mereka, kecuali Allah akan memberi hidayah (petunjuk) bagi anak-anaknya"
Upaya tawakal kita sebagai orangtua adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak anak kita agar menjadi anak shaleh dan hamba yang bertakwa..Adapun hasil, sepenuhnya milik Allah semata..Karena Hidayah ditangan Allah..Allah pemberi hidayah.
Semoga Allah memperbaiki anak anak kita dan menjaga mereka. Sebagaimana Allah menjaga hamba hambaNya yang shaleh dan yang Allah cintai..Semoga Allah menganugerahkan kita anak anak penyejuk pandangan mata dan kelak bermanfaat setelah kita tiada..Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa doa hamba hambaNya..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
*******************************************
Comments
Post a Comment