Obrolan Santai: Pijakan Bermain Anak
*🎥 KAJIAN ZOOM SAFFANAH - Spesial Ramadhan 1446 H (Pertemuan 7) 🎥*
*7️⃣. SAFFANAH #7*
*📝 Obrolan Santai: Pijakan Bermain Anak*
*🎙️ Ummu Abia حفظها الله*
==============================
*Obrolan santai: Main yang bukan Main main*
*Bagaimana bermain itu menjadi bermakna??*
Ketika kita mendidik anak perlu hikmah, bertempat dan bertahap..
Dunia anak adalah dunia bermain.Kita harus mengetahui value apa yang bisa didapat dari permainan yang dilakukan anak anak kita, ada manfaatnya atau tidak.
Aktivitas bermain dapat menentukan perkembangan kepribadian anak usia pra-sekolah (usia dini).Tanpa aktivitas ini, kepribadian anak ini tidak dapat melangkah ke fase selanjutnya.
Oleh karena itu, tidak mungkin kepribadian anak bisa memenuhi kriteria yang diperlukan agar bisa masuk ke jenjang fase anak usia sekolah dasar, kecuali dengan menfasilitasi aktivitas bermain anak sesuai dengan fungsinya
*Bermain adalah Bagian dari Pendidikan*
Urgensi bermain sebagai bagian dari pendidikan bukanlah hal yang asing bagi Ulama Pendidikan Islam dari zaman salaf dahulu. Bahkan para ulama salaf dahulu rahimahumullahu sudah mengetahui urgensi bermain bagi anak dan mereka menasehatkan kepada para orang tua dan pendidik untuk memberikan keleluasaan kepada anak-anak untuk bermain.
Bahkan Sunnah Nabi sudah mendahului kesemua konsep yang menegaskan urgensi bermain bagi anak, karena tidak sedikit hadits yang menunjukkan secara jelas dan gamblang perhatian Nabi di dalam memberikan hak kepada anak-anak untuk bermain.
Kebutuhan bermain bagi anak itu suatu hal yang niscaya dan urgen, karena tanpa bermain anak tidak akan bisa tumbuh berkembang sebagaimana mestinya.
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan anak yang terlalu dibatasi atau terlalu banyak dilarang bermain, kemudian malah di-drilling dengan belajar, menyebabkan gangguan perilaku, emosi dan sosial.
Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Dalam hal bermain pun Islam tidak absen dari kaidah dan prinsip-prinsipnya. Bahkan Islam mengakui kebutuhan bermain bagi anak dan hak-hak mereka.
*Kegiatan/ permainan:*
- Permainan terlalu mudah bagi anak
- Permainan sesuai dengan anak
- Permainan terlalu sulit bagi anak
*Output/ hasil dari bermain:*
- Menimbulkan Kebosanan
- Membuat anak Mengeksplorasi permainannya
- Membuat anak Frustasi dengan permainan itu
*Pijakan:*
- Tidak ada
- Beberapa pijakan
- Banyak pijakan
*SOP BERKEGIATAN/ PERMAINAN*
• Persiapan lingkungan
• Persiapan sebelum berkegiatan
•Pendampingan saat berkegiatan
• Penguatan setelah berkegiatan
• Beragam cara/ kemungkinan pilihan bermain
• Waktu yang diperlukan
Be real, be flexible, ENJOY the moment!
*Resolusi Konflik*
- Pasif
- Serangan Fisik
- Serangan Verbal
- Bahasa
*Praktek di Rumah*
*RECALLING*
♡Dengar dengan seksama
♡Pertanyaan yang beragam
♡Baca bahasa tubuh Tangkap ekspresi
♡Luruskan persepsi jika perlu
♡Kunci dengan value
♡Olah seluruh percakapan menjadi pengetahuan yang berkesan
*Usia 2 Tahun (Pemimpin)*
●Suka berlari
●Membuka pintu menggunakan pegangan pintu
●Menyentuh tubuhnya
●Tidak suka pergi ke tempat tidur
●Tidak suka berbagi
●Suka melihat buku dan mendengarkan cerita
●Tidak suka menggunakan baju dan berlari-lari tanpa baju
●Banyak menggunakan kata TIDAK
●Ingin melakukan sesuatu sendiri
●Marah dan teriak
●Mengetahui kapan perlu ke kamar kecil tapi mungkin kehilangan kendali
●Dapat mulai dilatih toilet training
*Pengamatan dan Cara Intervensi*
◇Mengamati dengan seksama
◇Pernyataan tidak langsung
◇Bertanya
◇Pernyataan langsung
◇Intervensi fisik
*Beragam Kegiatan*
¤Main Sensorimotor/Fungsional
¤Main Peran Besar/ Kecil
¤Main Pembangunan Terstruktur/Cair
Berikut ini sejumlah aturan-aturan dan kaidah-kaidah dalam bermain:
PERTAMA: Hukum asal kebiasaan / non ibadah adalah mubah.
Termasuk juga permainan, hukum asalnya adalah mubah dan boleh, sampai ada dalil yang menerangkan larangan-nya. Karena itu semua permainan asalnya mubah sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya, semisal:
- Permainan yang mengandung syiar agama lain atau merendahkan syiar Islam.Permainan yang mengandung judi/qimar.
- Permainan yang menyakiti, baik manusia atau hewan, termasuk yang merusak tanaman atau semisalnya.
- Permainan yang mengandung musik dan musik itu haram berdasarkan al-Qur'an, hadits dan ijma' ulama.
- Permainan dadu karena datang larangannya secara spesifik dari Nabi sehingga kewajiban kita adalah mendengar dan taat
Anak anak belum mendapatkan beban syariat, sehingga diberikan sejumlah keringanan kepada mereka, seperti bolehnya bermain dalam kebanyakan waktu mereka, belum diperintah ibadah fisik (seperti sholat), dll.
Karena itu diperbolehkan bagi anak bermain boneka meski berwujud makhluk bernyawa, bernyanyi tanpa musik, bercampur dengan lawan jenis, dll.
Kebolehan bermain pada anak tidak hanya terbatas untuk anak laki-laki saja, namun juga dibolehkan untuk anak-anak perempuan, asalkan sesuai dengan sifat kewanitaan mereka dan usianya, serta tidak memayahkan mereka seperti olah raga yang berat.
Hendaknya permainan bagi anak perempuan juga dilihat kesesuaiannya dengan akhlak dan kemampuan fisik mereka.
Hendaknya para orang tua dan pendidik memahami hal ini, dan memberikan kesempatan bermain dan bersenang-senang kepada anak-anak mereka.
Namun tentunya dengan tetap memberikan bimbingan kepada mereka sesuai dengan jenis permainan yang cocok bagi mereka, sehingga bisa memperoleh manfaat yang diharapkan dari permainan tersebut.
Diantara manfaat terpenting bermain adalah:
✔ Menghilangkan ketegangan jiwa dan fisik pada anak.
✔ Memasukkan kegembiraan dan kesenangan dalam kehidupan anak.
✓ Bentuk eksplorasi anak terhadap dirinya dan alam sekitarnya yang mana hal ini menjadikan anak selalu belajar hal-hal baru.
✔ Anak belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.
✓ Anak mampu mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya melalui bermain dengan cara yang memadai di dalam kehidupan nyata.
✔ Melatih kemampuan anak dan melatih otot mereka melalui permainan gerakan (motorik).
✔ Memotivasi anak untuk belajar, karena bermain-nya anak termasuk aktivitas menarik yang tidak ada paksaan di dalamnya.
✔ Anak belajar menggunakan keseluruhan inderanya dan hal ini akan meningkatkan kemampuan fokus anak serta tentunya menambah daya faham anak.
✓ Bermain sebagai upaya untuk mempersiapkan anak dalam bersosialisasi, yang berguna untuk memperbaiki karakter dan kepekaannya terhadap sahabatnya, terutama pada saat bermain bersama.
✔ Menghilangkan kebosanan, karena bermain memberikan kesempatan untuk menghilangkan penatnya rutinitas sehari-hari yang terjadi dalam hidup.
Karena itu hendaknya orang tua membelikan anak-anaknya mainan yang sesuai dengan usia dan kemampuannya, lalu meletakkan di qnnya. Yang demikian ini bermanfaat untuk memulai rangsangan bagi akal dan inderanya sedikit demi sedikit.
Meskipun mainan itu diklaim bermanfaat dan baik untuk anak-anak, namun orang tua tetaplah harus bertanya kepada diri sendiri sejumlah pertanyaan ini sebelum membelikan mainan untuk mereka:
✔ Apakah mainan ini termasuk jenis mainan yang dapat merangsang aktivitas fisik yang sehat dan bermanfaat bagi anak?
✔ Apakah mainan ini termasuk jenis mainan yang dapat memuaskan kebutuhan anak untuk meng-eksplorasi dan mengendalikan sesuatu?
✔ Apakah mainan ini termasuk jenis mainan yang memungkinkan untuk dibongkar pasang?
Apabila jawabannya adalah "iya", maka mainan tersebut cocok dan bermanfaat secara pendidikan. Namun apabila "tidak", maka tidak cocok.
Daurah Orang Tua Teladan bersama Ustadz Abu Salma Muhammad مة الله تعالى التربية عن طريق اللعب الصباح MENDIDIK ANAK DENGAN BERMAIN Karya Syaikh Muhammad Salim All Jabir
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
==============================
Comments
Post a Comment