Potret Keluarga dalam Al-Qur'an

*⏰ KAJIAN SAFFANAH ⏰*

*1️⃣3️⃣. Pertemuan Ke-13*
💎 “Potret Keluarga dalam Al-Qur'an”

👤Ustadz Muhammad Halid Syar'ie, Lc. حفظه الله
⏰ Kamis, 13 Maret 2025 

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

*Potret Keluarga dalam Al-Qur'an*

Kalau kita berbicara mengenai "Potret Keluarga dalam Al-Qur'an”. Kita bisa melihat kisah dari keluarga Ali Imran, keluarga nabi Zakariyah, dan keluarga Lukman..

Keluarga yang dibangun di dalam surga. Suasana, keadaan tempat, tidak ada gundah gulana di dalamnya. 

Kesempatan kali ini kita akan mempelajari keluarga kecil nabi Adam. Allah mengkisahkan keluarga kecil nabi adam dalam al qur'an surah Thaha ayat 115-127.

Kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dengan kisah keluarga kecil nabi Adam.

Seringkali kita mendengar kata "Rumahku surgaku". Kehidupan di dunia ini bukanlah surga yang sesungguhnya yang semuanya penuh kenikmatan dan kebahagian. Namun, kehidupan di dunia ini tidak lepas dari ujian, musibah, kesedihan dan air mata.

Israilriyat..menjadikan kisah itu lebih indah. Salah satunya adalah nama istri nabi adam yaitu Hawa..

*TADABUR SURAT THAHA*
(Kisah keluarga kecil nabi Adam)

*QS. Surat Thaha Ayat 115:*

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا

"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat"

*QS. Surat Thaha Ayat 116:*

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang"

*Surat Thaha Ayat 117:*

فَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ

"Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka"

*Pelajaran penting dari surah Thaha ayat 115-117 adalah*

*I. Setiap Keluarga Harus Waspada Dengan Gangguan Syaitan*

Setiap Keluarga harus waspada dengan gangguan syaitan. Syaitan akan menganggu sebuah keluarga. Keluarga adam saja di dalam surga berhasil diganggu syaitan hingga dikeluarkan dari dalam surga. Apalagi keluarga kita di dunia ini, kita harus benar benar waspada dan berhati hati dengan gangguan syaitan. Karena syaitan adalah musuh terbesar bagi keluarga.

Surat Al-A’raf Ayat 27:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman"

Keretakan rumah tangga timbul dari berbagai macam masalah. Permasalahan kecil saja dapat memicu perceraian, apalagi permasalahan besar. Namun, besar kecilnya permasalahan tersebut tergantung pada sudut pandang seorang suami ataupun istri dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Di tengah-tengah permasalahan antara dua pasangan tersebut, kadangkala kita tidak menyadari bahwa setan sedang memainkan perannya untuk membisikkan kepada setiap pasangan anak Adam tentang segala hal buruk untuk dipikirkan dan membawanya pada emosi level tinggi pada keduanya. Sehingga Setan berhasil menghacurkan sebuah keluarga dengan perceraian.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka, yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu.’ Iblis berkata, ‘Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatu pun.’ Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.’ Maka, Iblis pun mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat (setan) seperti engkau.’ (HR. Muslim)

*Apa yang harus kita lakukan agar keluarga kita terganggu dari setan:*

*1. Membaca Al Qur'an di dalam rumah*

Ini termasuk upaya kita agar keluarga kita terbebas dari bisikan dan gangguan setan yang terkutuk, sehingga suasana rumah menjadi tenang, nyaman, sejuk serta terciptalah keluarga yang harmonis dan bahagia.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)

*Kisah ibunda Aisyah mengikuti nabi malam malam ke pemakaman Baqi*

Ummul Mukminin Aisyah mengisahkan, “Pada malam giliran, Rasulullah tidur di rumahku. Beliau pulang lalu melepaskan terumpah dan kainnya. Setelah itu beliau meletakkan terumpah tersebut di dekat kaki, dan menggunakan kain tersebut sebagai alas tidur. Beliau pun berbaring.

Tak lama kemudian, aku mengira beliau sudah tidur. Beliau bangun pelan-pelan tanpa ingin terdengar suara apapun. Beliau lalu membuka pintu dan keluar dengan diam-diam. Aku yang juga belum tidur segera mengenakan pakaian, lalu mengikuti beliau. Beliau pun berjalan hingga sampai di Baqi’ lalu berdiri cukup lama. Setelah menengadahkan tangan, beliau pun beranjak. Karena beliau berjalan dengan cepat, maka aku pun melangkah pulang dengan cepat (tanpa sepengetahuan beliau). Sebelum sampai di rumah, aku sudah lebih dahulu tiba, sehingga beliau masuk rumah dan menemukanku sedang berbaring.”

"Ada apa, wahai Aisyah?” tanya beliau.

"Tidak ada apa-apa!” jawab Aisyah sambil menyembunyikan sesuatu.

Rasulullah berkata, “Jangan pura-pura. Beritahu aku, atau Allah Yang Maha Tahu akan memberitahukannya padaku.”

Akupun (Aisyah) menceritakannya. Lantas beliau berkata, “Engkaukah bayangan hitam yang tadi kulihat di sana?”

Aisyah pun menjawab, “Ya benar.”

Rasulullah pun memukulku sebagai teguran.

“Apakah engkau mengira Allah dan Rasul-Nya akan menyakitimu?” ucap beliau menasehatinya

Ya, seperti itu. Sekalipun manusia menyembunyikan , Allah pasti tahu.” Jawab Aisyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberikan penjelasannya, “Tadi Jibril datang padaku, ia menyeru aku tanpa engkau ketahui. Aku pun segera menyambutnya tanpa engkau ketahui. Ia tidak masuk karena engkau membuka pakaian, sementara aku menyangka engkau sudah tidur. Maka aku tak ingin mengganggu tidurmu. Jibril lantas mengatakan padaku bahwa Allah menyuruhku untuk pergi ke kuburan Baqi’ untuk memohonkan mereka.” 

Setiap anak adam selalu ditemani jin dan berusaha menganggunya, kecuali jin qorin nabi Muhammad telah masuk islam atas kuasa Allah.

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ »

“Tidaklah seseorang di antara kalian melainkan ada jin yang selalu menemaninya.” Para sahabat pun bertanya, “Engkau juga seperti itu wahai Rasulullah?” “Iya, aku juga termasuk. Namun Allah telah menolongku, qorin yang biasa menemaniku telah masuk Islam dan ia tidaklah memerintahkanku kecuali pada kebaikan.” (HR. Muslim no. 2814)

*2. Membiasakan Berzikir Setiap Anggota Keluarga*

Setan tidak akan betah jika sebuah keluarga membiasakan diri untuk berzikir kepada Allah. Semua aktivitas yang kita lakukan harus diawali dengan berzikir menyebut nama Allah. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.”

Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018)

Zikir itu ringan namun dampaknya sangat luar biasa. Kebiasaan berzikir, tidak ada tempat setan menginap dan tempat makan dalam keluarga kita. 

Saat mau berhubungan suami istri juga, nabi mengajarkan sebuah doa agar terhindar dari gangguan setan.

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".

"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."

*3. Senantiasa menjaga ucapan baik*

Ini adalah langkah agar keluarga kita harmonis. Jangan berkata kasar, jelek, karena ini akan menjadi tunggangan setan..

Surat Al-Isra Ayat 53:

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا

"Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia"

Perkataan buruk itu tunggangan setan, hati kita akan semakin panas mendengarkan perkataan buruk, itulah liciknya setan. Dia sangat pintar menggoda hati anak adam.

*II. Menjaga diri dari makan makanan yang haram*

Surat Thaha Ayat 121:

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

"Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia"

Menjaga diri dari makan makanan yang haram. Sebagaimana Allah memberikan pelajaran dari kisah nabi Adam. Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga disebabkan makan buah yang diharamkan oleh Allah. Karenanya keluarga kita harus makan dari makanan yang halal..

Jangan sampai keluarga kita makan makanan yang haram, Seperti: makan dari pekerjaaan haram, riba, menipu, curang, dan lain sebagainya.

Nabi mengatakan ada seorang yang safar haji, doanya tertolak oleh Allah. Karena harta yang dimilikinya haram.

Sebagaimana hadist yang disampaikan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian, rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1015]

Harta itu yang halal dihisab, dan yang haram diazab..

Rasulullah bersabda. "Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya ke mana dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya"

Anak anak yang tumbuh dari harta yang haram akan berdampak buruk bagi mereka. Sama hal dengan keharmonisan rumah tangga, akan menjadi terganggu dengan harta haram.

*Kisah seorang wanita shalihah yang menasehati suami tercintanya*

Dulu para wanita, melepas kepergian suaminya yang hendak berangkat mencari nafkah dengan nasehat yang indah.

Kalimat menyejukkan yang memberikan semangat luar biasa bagi sang suami untuk mencari nafkah dengan cara yang tidak melanggar syariat. Ketika sang suami hendak berangkat, mereka berpesan.

“Wahai suamiku! Bertakwalah engkau kepada Allâh saat mencari rezeki untuk kami! Karena sesungguhnya kami mampu menahan lapar dan dahaga, akan tetepi kami tak akan mampu menahan panas api neraka.”

Sebagai istri tidak boleh menuntut banyak kepada suami, agar suami tidak terjebak dengan harta yang haram..

*III. Selalu mengikuti petunjuk Allah diatas Al Qur'an dan As Sunnah*

Keluarga kita harus berpedoman dengan al qur'an dan as sunnah, maka tidak akan tersesat dan keluarga akan semakin bahagia. Sebaliknya keluarga yang jauh dari petunjuk Allah, keluarga itu gagal, sengsara dan tidak harmonis.

Sebagaimana kisah keluarga nabi Adam dmyang dikeluarkan dari surga.

Surat Thaha Ayat 123: 

قَالَ ٱهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

"Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Tidak adanya pedoman agama dalam rumah tangga, membuat sebuah keluarga hancur dan bercerai. Karena keluarga itu tidak mengetahui aturan aturan Allah yang harus dilakukan dalam sebuah rumah tangga. 

Surat Thaha Ayat 2: 

مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

"Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah"

Ingatlah! Semakin dekat dengan al qur'an, akan semakin bahagia. Dan sebaliknya semakin jauh dari al qur'an, Kehidupan Keluarga tersebut akan sempit dan sengsara.

Surat Thaha Ayat 124:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

*Berhukum dengan selain Allah*

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

“Barang siapa yang tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (QS. Al-Ma’idah: 44).

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Barang siapa tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” (QS. Al-Ma’idah: 47).

Bawalah keluarga kita untuk dibimbing dalam naungan al qur'an. Dan doakan keluarga kita hidup diatas al qur'an dan as sunnah. Maka mereka akan memiliki hati yang lapang, hati yang tenang dan hidup bahagia.

*IV. Kepemimpinan rumah tangga diurus oleh laki laki*

*Di dalam rumah tangga tidak boleh ada 2 matahari*

Seorang suami yang lemah, mungkin malas memimpin rumah tangga atau suami yang memang tidak bertanggung jawab, dengan seorang istri yang kuat, mungkin lebih cerdas, dominan, bisa menimbulkan matahari ganda dalam rumah tangga mereka. Rumah tangga seperti ini tidak akan bahagia dan jauh dari keberkahaan.

Seharusnya Pemimpin rumah tangga adalah suami (laki laki). Dia yang mengatur rumah tangganya dan dibantu oleh sang istri. Jika suaminya atau ayahnya baik, maka keluarganya akan baik. Kehidupannya akan cukup, berkah dan bahagia..

Semoga Allah memberikan kita Taufik untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah nabi Adam. Semoga Allah menganugerahkan keluarga kita keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah dan berkumpul sampai ke surga. Aamiin..

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

Comments

Popular Posts