Menatap Masa Depan, Menyiapkan Kemenangan

Dauroh sehari Babussalam bertemakan "Mengukir Catatan Terbaik"

┈┈••┈┈•┈┈•⊰❁﷽❁•⊱•┈┈•┈┈••┈┈•

*𝑴𝒆𝒏𝒈𝒖𝒌𝒊𝒓 𝑪𝒂𝒕𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒊𝒌*

Sabtu, 18 Dzulhijjah 1446 H / 14 Juni 2025
🕌Masjid Babussalam Depok

🎙️ Ustadz Abdurrahman Zahier, BBA حَفِظَهُ الله تعالى
*Menatap Masa Depan, Menyiapkan Kemenangan*

┈┈••┈┈•┈┈•⊰❁﷽❁•⊱•┈┈•┈┈••┈┈•





Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” 
(Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)

Tidaklah kalian sudah di takdirkan ke neraka atau surga..Karenanya, setiap orang akan dimudahkan u menuju takdirnya..

Adanya takdir itu bukan u dianalisa dan dipikirkan, namun untuk diimani..Tujuan dari takdir itu sendiri adalah fokus untuk beramal..

Islam mengajarkan hal2 yg produktif..karena banyak org yg tdk produktiff, kr memikirkan apa yg belum terjadi..

Apa yg Allah rahasiakan bagi orang yg beriman, akan baik dan nikmat untuknya..

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin mengatakan: mukmin itu percaya thd kekuatan Allah, bukan percaya pd diri sendiri..

Allah merahasiakaan takdir hamba2 Nya..Allah jelaskan dalam ayatNya...agar kalian tdk sedih terhadap masa lampau dan tidak berbangga dengan yg dimiliki..

Manusia sering gagal kr selalu melihat bayang2 masa lalu. Dan ketakutan dengan masa depan..

Ibnu qayim mengatakan, waktu itu dibagi menjadi 3: waktu masa depan, waktu masa lalu dan waktu masa sekarang

Waktu masa lalu (tidak bisa diperbaiki)
Waktu masa depan (belum tentu ditemui)
Masa sekarang (yg bisa kt kendalikan)

Manusia tidak tahu meninggal dimana dan apa yg akan dia lakukan esok hari..

Karenanya Fokus terhadap sisa umur kita, apa yg bisa kita lakukan..Bertawakallah kepada Allah..

Sulaiman bin Harb telah menyampaikan kepada kami, dia mengatakan, ‘Kami diberitahu oleh Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas Radhiyallahu anhu ,dia mengatakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Orang itu mengatakan, ‘Kapankah hari kiamat itu?’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya, ’Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’

Anas Radhiyallahu anhu (Sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meriwayatkan hadits ini) mengatakan, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasûlullâh , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’

Anas Radhiyallahu anhu mengatakan, ‘Saya mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakr dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan."

Dari ’Ubaidillah bin  Mihshan  Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141)

Kalau hidup kita bukan u Allah, maka hidup kt adalah kesia2an..

Seorang mukmin yg baik adalah selalu memikirkan apa yg harus dilakukan setiap harinya u Allah..

Bertakwalah kepada Allah, dan setiap jiwa hendaklah melihat apa yg  dia akan kerjakan esok hari..

Karakter orang beriman adalah memikirkan masa depan yang abadi dan paling indah, agar kaki kita melangkah ke surgaNya Allah..Karenanya kita harus Mempersiapkan masa depan dgn belajar (menuntut ilmu)..

Takdir dibagi menjadi 5:

1. Takdir yg bersifat umum (takdir Allah u seluruh alam)

Allah mengetahui, mencatatnya, menghendakinya dan mentakdirkannya..

Apa yg Allah tulis di lauhul mahfuz pasti akan terjadi..Dan Allah mengetahui segala sesuatunya (apapun yg terjadi) di muka bumi ini...

Segala sesuatu itu perlu proses..tidak ada yg instan dalam hidup ini..

2. Takdir yg berlaku untuk manusia

Daun yg jatuh di muka bumi ini, Allah mengetahuinya...

Takdir sudah tertulis di lauhul Mahfuz: Rezekinya, amalnya, ajalnya dan bahagia atau sengsaranya..Termasuk penghuni surga atau neraka..

Segala keburukan tidak boleh dinisbatkan kpd Allah, tapi keburukan itu nisbatkan pada diri sendiri..

Jangan salahkan takdir, karena kita sudah diberikan pilihan, u melakukan yg baik atau buruk selama di dunia ini..

3. Takdir umur

4. Takdir sanawi (takdir tahunan)
Ditetapkan saat malam lailatul qadr

Ibadah itu adalah rezeki itu sendiri..
Ibadah masing2 setiap hamba sudah tertakar..

Sesunguhnya amal itu seperti rezeki..
Allah membagi ilmu, sebagaimana Allah membagi rezeki..

5. Takdir Harian

Setiap hari Allah sibuk, setiap hari Allah merilis takdir harian..
Surat Ar-Rahman Ayat 29:

يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ

Artinya: Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Jangan berbangga dengan keadaanmu sekarang..Fokus u memperbaiki diri dan berusaha memberikan yg terbaik u Allah hingga mau menjemput kita.

Orang yg berdosa masih ada kesempatan u bertaubat...

Iman kpd takdir adalah iman yang menjadikan seseorang tenang dalam menghadapi kehidupan..

Hampir banyak penyakit kejiwaan (NPD, overthingking, anxiety, dll), bisa diobati dengan mengimani takdir..

Apa2 yg telah ditakdirkan untukmu tidak akan meleset, dan apa2 yg tidak ditakdirkan untukmu tidak akan sampai padamu..

Yakin dengan takdir Allah, Maka dia akan lapang hatinya dan tenang kehidupannya..

Jangan bebani pikirkan terhadap apa yg bukan urusan kita..

Takdir itu bukan u dipikirkan akan tetapi untuk diimani...Karenanya Keimanan kpd takdir diletakan dibagian akhir (rukun iman ke 6)..

Kebahagiaan dan kesengsaraan di dunia itu hanyalah sementara..Kehidupan akhirat adalah yg lebih baik dan kehidupan yg abadi..

Mengimani terhadap takdir agar kita bisa fokus untuk melakukan amal ibadah selama di dunia, kr tujuan kita adalah kehidupan akhirat yang abadi "SurgaNya Allah"..

RAHASIA KEMENANGAN*"

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah

صلى الله على الله

bersabda:

"Ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu datang bersama kesabaran, kelapangan datang bersama kesulitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan."
(HR. Tirmidzi No. 2516, dinilai hasan sahih)

Ulama salaf menjelaskan bahwa kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan pertolongan Allah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa Allah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan dengan bersabar dalam menghadapi setiap masalah. Dengan kesabaran, masalah yang dihadapi akan menjadi lebih ringan, dan pertolongan Allah akan datang.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.’” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Apa dampak dari seseorang yg mengingkari takdir:

1. Diancam neraka

Berwasiat ‘Ubadah bin Shamit terhadap anaknya:

“Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan lezatnya iman hingga engkau bisa memahami bahwa:
Apa yang telah ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darkmu, dan apa yang tidak ditakdirkan untuk menjadi bagianmu tidak akan engkau dapatkan"

(Kemudian beliau melanjutkan) Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ

“Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya:

اكْتُبْ

“Tulislah!”

pena itu menjawab:

رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ

“Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?”
Allah menjawab:

اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat.”

Wahai anakku, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّي

“Barangsiapa meninggal tidak di atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku (yaitu mati diatas kekafiran)”
(Shahiih; HR. Abu Dawud, at Tirmidiziy, Ahmad, dll.)

2. Diancam amal shalehnya tidak diterima

Ibnu Ad Dailami ia berkata:

“Aku mendatangi Ubay bin Ka’b, lalu aku katakan kepadanya, “Ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku tentang perkara takdir, maka ceritakanlah kepadaku tentang sesuatu semoga Allah menghilangkan keresahan itu dari dalam hatiku.”

Ia menjawab:

لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ

“Jika Allah menyiksa semua makluk yang ada di langit dan di bumi, maka itu bukanlah suatu kezhaliman yang Dia lakukan atas mereka

وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ خَيْرًا لَهُمْ مِنْ أَعْمَالِهِمْ

dan sekiranya Dia memberikan rahmat kepada mereka, sesungguhnya rahmat-Nya adalah lebih baik dari amalan yang telah mereka lakukan.

وَلَوْ أَنْفَقْتَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ

Jika engkau bersedekah dengan emas sebesar gunung uhud di jalan Allah, maka Allah tidak akan menerimanya hingga engkau beriman dengan takdir.

وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ
Dan engkau mengetahui bahwa apa saja yang ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untuk menjadi bagianmu tidak akan engkau dapatkan.

وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَلَوْ مُتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا لَدَخَلْتَ النَّارَ

Jika engkau meninggal bukan di atas keyakinan yang demikian ini, maka engkau akan masuk neraka.”

Manusia itu masuk surga karena Rahmat Allah, bukan karena amalnya..

Iman kpd takdir bukan untuk dipikirkan namun untuk diimani..Akan tetapi carilah iman dari setiap takdir kita..Dan kita fokus untuk masa depan untuk meraih kehidupan yg lebih hakiki dan kebahagiaan yang abadi surgaNya Allah...

Semoga Allah memberikan takdir terbaikNya untuk kita di dunia ini serta kehidupan terbaik dan kebahagiaan sejati di surgaNya kelak..aamiin..

Semoga Bermanfaat

Mona Ummu Aisyah



Comments

Popular Posts