Mengukir Catatan Terbaik: Melihat Kebelakang, Merenungi Kesalahan

Dauroh sehari Babussalam bertemakan "Mengukir Catatan Terbaik"

┈┈••┈┈•┈┈•⊰❁﷽❁•⊱•┈┈•┈┈••┈┈•

‎*اﻟسّـلامےعليكمے ورحمـۃ اﻟلّہ وبركاتہُ*

Allah Ta’ala berfirman:
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِي الزُّبُرِ (٥٢) وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ مُسْتَطَرٌ (٥٣)

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. Qomar: 52-53)

Lembaran demi lembaran tercatat tanpa ada penambahan dan pengurangan sedikit pun.

Sadarkah diri ini?

Saatnya bermuhasabah, tengoklah kembali catatan - catatan itu, mari menata kembali sisa umur ini dengan berbenah diri..

Sesi 1
*𝑴𝒆𝒏𝒈𝒖𝒌𝒊𝒓 𝑪𝒂𝒕𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒊𝒌*

Sabtu, 18 Dzulhijjah 1446 H / 14 Juni 2025
🕌Masjid Babussalam Depok

🎙️ Ustadz Ahmad Bazher حَفِظَهُ الله تعالى
*Melihat Kebelakang, Merenungi Kesalahan*

┈┈••┈┈•┈┈•⊰❁﷽❁•⊱•┈┈•┈┈••┈┈•
Bagaimana seharusnya kaum muslim dan muslimin melihat apa yg dilakukan selama ini? Agar dapat mengambil ibrah dan pelajaran untuk kehidupan masa depan.

Karena ada orang yg tidak bisa move on, selalu melihat masa lalu..Ahlus sunnah berada di pertengahan..

Surat Al-Hasyr Ayat 18:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surat Al-Hasyr Ayat 19:

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya: Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Dalam sebuah hadist, sahabat bertanya kpd nabi. Siapakah orang mukmin yang paling afdhal? Orang mukmin yg paling afdhal adalah yg paling bagus akhlaknya..
Semakin buruk akhlak kita, semakin buruk pandangan Allah..

Siapakah yg paling cerdas? Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang mukmin yg paling sering mengingat kematian dan selalu berusaha melakukan perbaikan perbekalannya dalam mempersiapkan kematiannya..

Karena mereka mempersiapkan sesuatu yang pasti akan didapatkan, yaitu kematian..

Kita menunggu yg pasti, namun kita hanya memberikan waktu2 sisa..Ini adalah hal yang salah dan keliru..

Imam muslim...Kisah seorang sahabat nabi..Hanzhalah bin Abi Amir bertemu Abu bakar sidiq.

Handhalah al-Usayyidiy  juga selalu mengakui kemunafikan dirinya. Ia bercerita, “Abu Bakar r.a suatu hari menjumpainya dan bertanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai Handhalah?” “Handhalah orang munafik,” jawabku. Abu Bakar terkejut, “Subhanallah, apa yang kau katakan itu?” Aku menjawab, “Kami pernah mendengarkan Rasulullah menjelaskan neraka dan surga dalam sebuah pertemuan (dengan jelas dan mengesankan), sehingga kami seakan-akan melihat keduanya itu secara langsung.

Akan tetapi, setelah keluar dari pertemuan itu, dan bersukaria dengan istri dan anak-anak, serta kegiatan-kegiatan lain yang tidak penting, kami benar-benar lupa neraka dan surga itu.” Abu Bakar  berkata, “Demi Allah, kalau begitu, saya juga munafik.”

Oleh karena itu, aku dan beliau pergi menemui Nabi di rumahnya. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, saya, Handhalah benar-benar munafik.” “Apa yang engkau maksud?” Aku menjawab, “Kami pernah mendengarkan tuan menerangkan neraka dan surga dalam sebuah pertemuan, sehingga kami seakan-akan melihat keduanya secara langsung.

Akan tetapi, setelah keluar dari pertemuan itu, dan bersukaria dengan istri dan anak-anak, serta kegiatan-kegiatan lain yang tidak penting, kami lalu benar-benar lupa neraka dan surga itu.”

Rasulullah menjawab:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً

“Demi Tuhan yang menguasai diriku, jika kalian tetap (beriman dan bertakwa) seperti ketika kalian berada di sisiku, dan ketika berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian dalam semua langkah hidup kalian. Namun, (ingatlah) wahai Handhalah, semuanya itu harus setahap demi setahap” (Beliau mengulang ucapan “setahap demi setahap” itu) tiga kali.” (HR. Muslim no. 2750)

Siapakah Handhalah bin Abi ‘Amir itu? Ia adalah pengantin baru yang gugur sebagai syuhadak perang Uhud pada tahun 3 H (625 M). Dialah yang pernah meminta ijin Nabi untuk membunuh ayahnya, Abu ‘Amir yang berada dalam pasukan kafir, tapi Nabi melarangnya. Sehari sebelum perang Uhud, Handhalah menikah dengan wanita pujaannya. Esok harinya, ia bangkit dan berlari memenuhi ajakan Nabi untuk perang.

Begitu semangatnya, sampai ia lupa belum mandi besar. Maka, ketika ia gugur sebagai syuhadak, Nabi mengatakan, “Ia akan dimandikan oleh malaikat.” Sejak itulah, ia dikenal dengan julukan “Ghasīl al-Malāikah” (orang yang dimandikan malaikat).

Karenanya kita harus terus bermuhasabah diri setiap saat..

Beberapa keutamaan dari muhasabah diri:
(Manfaat / keutamaan Muhasabah Diri)

1. Meringankan hisab pada hari kiamat

Umar bin Khattab Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal” 

Lalu umar bin khatab membaca Surat Al-Haqqah Ayat 18:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ

Artinya: Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Nabi bersabda: Tidaklah setiap kalian pasti akan Allah akan mengajak kalian berbicara pada hari kiamat...

2. Selalu mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah

Manusia membutuhkan hidayah dari Allah, lebih dari makan dan minum..

Minimal 17 kali kita meminta hidayah dr Allah..

Orang2 yang terus muhasabah dan mengkoreksi amalannya, Allah akan memberikan hidayah kepadanya..

3. Mengobati hati yang sakit

Hati manusia adalah aset berharga dan kenikmatan terbesar yg Allah berikan..
Hati itu bisa keras atau lembut..Hati manusia itu sehat atau sakit. Hati bisa hidup atau bisa mati..

Ketika hati kt berpenyakit, dia bermuhasabah diri..maka Allah akan mengobati hatinya..inilah keistimewaan dsri muhasabah diri..

Ibnu Abbas: jika kamu membaca alquran tidak mendapatkan kenikmatan, maka hatimu lagi berpenyakit. Maka teruslah  baca, sampai hatimu terobati..

Sebaliknya Orang2 yg jauh dr alquran hatinya akan berpenyakit..

4. Selalu menganggap diri penuh kekurangan dan tidak tertipu dengan amal yg telah dilakukan

Imam hasan al basri (tabiin): seorang mukmin akan mengumpulkan 2 yaitu amal sholeh dan rasa takut kpd Allah..sebaliknya orang yg munafik mengumpukan keburukan dan merasa aman dr azab/siksa Allah..

Contoh sahabat nabi ustman bin affan menangis saat melewati kuburan..Inilah hati yg hidup..

Sesungguhnya orang paling mulia adalah orang yg bertakwa kpd Allah..

Allah melihat hati dan amal kalian..

Nabi bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

5. Menjauhkan diri sifat ujub dan sombong

Seorang ulama bernama Al-Imam Muhammad bin Wasi'. Kalau seandainya dosa memiliki aroma bau, maka tidak ada orang yang mau mendekati dirinya karena bau dosa yang dimilikinya. Pernyataan ini menggambarkan betapa buruknya dampak dosa dan bagaimana dosa dapat menjauhkan diri dari rahmat Allah dan kasih sayang sesama. 

Ibnu qayim: salah satu kata2 yang berbahaya adalah kata saya..

Panglima Muhallab bin Abi Sufrah bertemu dengan Imam Malik bin Dinar dan bertanya, "Wahai Syaikh, apakah engkau tidak kenal aku?". Ini adalah kisah yang menunjukkan kerendahan hati Imam Malik bin Dinar di hadapan Allah.
Dalam kisah tersebut, setelah Muhallab bertanya, Imam Malik bin Dinar menjawab, "Ya, aku tahu siapa kamu. Awalmu adalah air mani yang hina, dan akhirmu adalah bangkai yang busuk." 

6. Seseorang akan memanfaatkan waktunya dengan baik dan benar

Dia akan sadar jika hidup sia2, maka dia akan celaka..orang yg bermuhasabah diri, dia akan pintar mengatur waktu terbaiknya..

Nabi bersabda: siapa manusia yg paling terbaik? Orang yg panjang umurnya dan baik amalnya..siapa manusia terburuk? Orang yg paling panjang umurnya dan buruk amalnya..

Jadi yg penting itu bukan panjang umurnya, tapi kualitas dirinya..

7. Mengantarkan menjadi hamba Allah yg bertakwa

Orang yang bertakwa adalah orang yang membawa sebaik-baiknya bekal untuk di akhirat kelak. Akan tetapi, dalam perjalanannya tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus. Bisa saja orang itu merasa lelah dan lemah atau bisa saja merasa bosan. Muhasabah akan membantu dalam menghadapi berbagai rintangan yang akan dihadapi.

Maimun bin Mahran rahimahullah berkata: “Tidaklah seorang hamba menjadi bertakwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya.”

8. Buah manis dari muhasabah adalah Tobat kpd Allah

Tobat adalah pekerjaan seumur hidup setiap hamba Allah di muka bumi ini..

Bagaimana cara muhasabah diri:

Ibnu qayim mengatakan ada 2 jenis:

1. Muhasabah sebelum beramal
2. Muhasabah setelah beramal

Apa saja yg harus kita koreksi:

1. Memuhasabah dari hal yang wajib kemudian dari hal yang sunnah

Muhasabah yg wajib (pertama): Tauhid..Bagaimana tauhid kita (menghilangkan ketergantungan kepada makhluk).

Pesan nabi kepada ibnu abbas saat kecil: jagalah Allah, Allah akan menjagamu.

Ilmu yg bermanfaat akan menghadirkan rasa takut kpd Allah..

HADITS YANG PALING MULIA TENTANG SIFAT-SIFAT WALI-WALI ALLAH

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللهُ  عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ  تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’”

Kelengkapan hadits ini adalah:

وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِيْ عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

"Aku tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu  yang Aku kerjakan seperti keragu-raguan-Ku tentang pencabutan nyawa orang mukmin. Ia benci kematian dan Aku tidak suka menyusahkannya"

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh dia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR Tirmidzi, no  413 dan An-Nasa’i, no 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih]

2. Memuhasabah diri kita dari hal yg haram

3. Memuhasabah diri dari kelalaian yang telah dilakukan atau masih dilakukan (mubah yg berlebihan)

4. Memuhasabah diri dari seluruh kenikmatan yang telah Allah berikan

Setiap nikmat yang Allah beri patut disyukuri, meskipun nikmat tersebut remeh. Syukur nikmat adalah dengan terus mendekatkan diri pada Allah dengan nikmat tersebut, juga menjauhi setiap maksiat.

Jika malah dengan nikmat semakin membuat jauh dari Allah, itu bukanlah jadi nikmat melainkan musibah.

Surat At-Takatsur Ayat 8:
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Artinya: Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Jika kalian menghitung nikmat Allah, sungguh kamu tidak akan bisa menghitungnya..

Surat An-Nahl Ayat 18:

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Setiap nikmat yang tidak mendekatkan diri kepada Allah, maka itu adalah bala..

Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan:

كُلُّ نِعْمَةٍ لاَ تُقَرِّبُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ بَلِيَّةٌ.

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.”

5. Memuhasabah diri dari niat kita (ikhlas atau tidak)

Maka koreksi diri kita dari niat dalam setiap melaksanakan amal sholeh..

Semoga kita termasuk hamba Allah yang bertakwa dan selalu bermuhasabah diri setiap saat hingga ajal tiba...Wafat Husnul Khatimah..aamiin..

Semoga Bermanfaat

Mona Ummu Aisyah

Comments

Popular Posts