Wanita yang Menghidupkan Malam Bag 1
DAUROH MUSLIMAH
Wanita yang Menghidupkan Malam
Abu Usaamah Syamsul Hadi
حفظه الله تعالى
Sesi: 09.00-11.00 WIB
Sabtu 19 Juli 2025 Masjid Nurul Iman Cilangkap
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Allah telah menetapkan bagi ahli qiyamul lail pahala, akan tetapi Allah tidak memberi tahu berapa kadar pahalanya tersebut..Hikmahnya adalah agar menjadi surprise/ kejutan dari Allah nanti di akherat kelak..
Sebagaimana Allah berfirman:
Surat As-Sajdah Ayat 16:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan."
Surat As-Sajdah Ayat 17:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan."
Ciri-ciri ahli qiyamul lail:
- Tidak berat untuk qiyamul lail karena takut neraka
- Ahli qiyamul lail Rindu surga
Siapa orang-orang baik itu/ muhsinin tersebut yaitu orang yang mendirikan qiyamul lail..
Ada ayat lain sebagai penyokongnya:
Surat Az-Zariyat Ayat 17:
كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
"Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
Surat Az-Zariyat Ayat 18:
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
1. Mereka sedikit tidur kr qiyamul lail
2. Mereka meminta ampun kepada Allah
Ibnu qayim berkata: lihatlah bagaimana mereka merahasiakan ibadahnya, maka Allah pun merahasiakan pahala bagi mereka..(qiyamul lail)
Ciri-ciri amal yang ikhlas adalah amalan yang dilakukan secara tersembunyi atau rahasia dan hanya berharap pahala dari Allah..
Daari Ibnu Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.”Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Untuk orang yang selalu berkata baik, suka memberi makan orang lain, membiasakan puasa, dan suka melakukan shalat karena Allah di waktu malam ketika manusia tidur terlelap.” (HR. Tirmidzi no. 1984, dinilai hasan oleh Al-Albani.)
Ibnu majah: Manakala Rassulullah datang ke madinah, maka manusia berbondong-bondong mendekati beliau. Maka abdullah bin salam juga mendatangi nabi..
Dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih).
Rassul mendapatkan kedudukan yang paling tinggi dan mulia di surga, karena beliau mendirikan shalat di malam hari (qiyamul lail). Sebagaimana Allah berfirman didalam surah QS. Al isra ayat 79.
Surat Al-Isra Ayat 79:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
Tentu kita sangat ingin menjadi orang yang shalih dan dinilai sebagai hamba yang shalih di sisi Allah. Salah satu kebiasaan orang shalih adalah melakukan shalat malam.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ
“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” [HR. Tirmidzi, Hadist hasan]
Shalat malam juga bermanfat untuk mengusir penyakit dari jasad..
Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ
“Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata, ‘Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia.’”
(HR. Thabrani dan dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 831)
Nabi Zakariyah berkata pasti aku tidak akan pernahbkecewa dengan Allah RabbKu..
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ
“Rabb kami Tabaaraka wa Ta’aalaa turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’anya, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi permintaannya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya."
Ahli Salaf mengatakan Saya pernah mendapatkan sebagaian salaf malu kebanyakan tidur di malam hari..
Dari ‘Ali ibn Abi Thalib, bahwasanya Rasulullah saw mendatanginya dan Fathimah binti Nabi malam-malam, sambil menegur: “Kalian berdua tidak shalat malam!?” Aku (terbangun dan) menjawab: “Wahai Rasulullah, ruh kami ada di tangan Allah. Jika Dia berkehendak membangunkan kami, pasti Dia akan membangunkan kami.”
Beliau langsung berpaling tanpa menjawab sedikit pun. Sambil memukul pahanya terdengar beliau membacakan ayat: “Manusia memang banyak sekali membantah [QS. al-Kahfi [18] : 54].” (Shahih al-Bukhari kitab at-tahajjud bab tahridlin-Nabi ‘ala qiyamil-lail no. 1127).
Ahli ibadah mu'adzah binti abdillah : kalau datang waktu siang, ini adalah hari aku mati padanya..dan saat waktu malam dia berkata ini adalah hari aku mati..Kemudian dia qiyamul lail..Apabila datang musim dingin, dia memakai baju tipis, agar dia bisa shalat qiyamul lail..Masya Allah...
Sementara itu dalam riwayat diterangkan pula, Habibah al-Adawiyyah ra. jika mengerjakan shalat isya’, maka ia berdiri pada teras rumahnya dan mengencangkan baju tebal dan tutup kepalanya. Ia, lalu berucap, “Tuhanku, bintang-bintang terbenam dan semua mata telah tertidur. Para raja telah menutup pintunya, sedangkan pintu-Mu tetap terbuka. Orang-orang yang bercinta telah menyendiri bersama kekasihnya, sedangkan aku menyendiri berada di hadapan-Mu.”
Habibah al-Adawiyyah kemudian terus mengerjakan shalat dan bermunajat kepada Tuhannya hingga menjelang fajar. Jika fajar telah hampir tiba, ia bertanya kepada dirinya sendiri, “Wahai Allah, malam semakin sempit dan siang semakin bercahaya. Hatiku bertanya-tanya, apakah Engkau menerima malamku sehingga aku merasa senang? Atau Engkau menolak malamku sehingga aku merasa bersedih? Demi kemuliaan-Mu, inilah ketekunanku, ketekunan-Mu bersifat abadi dan Engkau tidak menetapkannya untukku. Demi kemuliaan-Mu, andaikan Engkau menghardikku maka aku tidak akan beringsut dari depan pintu-Mu. Dalam hatiku tidak ada sesuatu selain kemurahan-Mu dan kemuliaan-Mu.”
Dia juga mengatakan demikian, “Ya Allah, ampunilah aku, ampunilah tata kramaku yang tidak baik dalam shalatku.”
Ibunda zaenab binti jahsy: beliau adalah istri Rasulullah dan ahli qiyamul lail..Qanita yg menghidupkan malam..
Diterangkan pula dalam satu riwayat bahwa suatu ketika Rasulullah masuk ke masjid. Ia melihat ada tali memanjang yang diikat antara dua tiang. Rasulullah melihatnya dengan heran. Lalu bertanya kepada para sahabat yang kebetulan ada di sana, “Tali apakah kiranya ini?” Orang-orang menjawab, “Milik Zainab binti Jahsy”
Rasulullah bertanya, “Untuk apakah dia merentangkan tali seperti itu?” Orang-orang menjawab, “Jika ia merasa lelah dalam mengerjakan shalat, maka dia menggantung pada tali itu.” Rasulullah kemudian menyuruh untuk melepaskan tali itu. “Jangan, lepaskan tali itu. Hendaknya di antara kalian shalat sesuai dengan kemampuan saja. Jika lelah dan tidak mampu berdiri, bisa shalat dengan duduk.” (HR. Bukhari).
Kisah Said bin Zubair yang memiliki ayam jago dan tidak berkokok pada suatu malam adalah sebuah cerita hikmah yang mengajarkan untuk tidak terburu-buru dalam menyalahkan atau mendoakan keburukan, terutama ketika sedang marah atau kesal. Beliau merasa kesal karena ayamnya tidak berkokok sehingga ia tidak terbangun untuk shalat malam. Kemudian, ia menyadari kesalahannya dan melarang dirinya serta orang lain untuk berdoa buruk.
Ibnu jauzi berkata "Siapa yang tidak pernah menyaksikan kegantengan Yusuf, dia tidak pernah tahu sakitnya hati Yaqub"
Ini merupakan sebuah peribahasa yang berasal dari kisah Nabi Yusuf dan ayahnya, Nabi Yaqub, dalam Al-Quran. Ungkapan ini mengandung makna bahwa seseorang yang tidak mengalami atau menyaksikan keindahan (dalam hal ini, ketampanan Yusuf) tidak akan memahami betapa sakitnya perasaan orang yang kehilangan atau merindukan keindahan tersebut (dalam hal ini, Yaqub yang kehilangan Yusuf).
Begitupun sedihnya jika tidak shalat malam pada satu malam, orang tsb akan merasa sedih dan merasakan kehilangan harinya..
At taq bin abi rabbah: sesungguhnya dia shalat qiyamul lail, paginya dia bahagia. JIka dia tidak terbangun, maka dia bersedih pagi harinya karena kehilangan qiyamul lailnya..
Ini menunjukkan kecintaan dan kebiasaan baiknya dalam menjaga ibadah qiyamul lail.
Kekasih sejati kita adalah Allah..
Orang yg ahli qiyamul lail: orang-orang yang paling cakep, auranya yg paling bersinar..
Al fath ayat 29:
"...Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud."
Ibnu qayim: sesungguhnya seorang hamba apabila diberikan rezeki qiyamul lail, yaitu bagi hamba yg Allah cintai..Maka shalat malam itu akan mencakepkan wajahnya (auranya bersinar)..
Shalat itu cahaya..
Sahabat muhammad bin sirin: jika berbicara dgn ibunya sangat lembut..wajahnya sangat tampan masya Allah..
Perempuan itu dgn shalat dan air wudhu, wajahnya akan bersinar dan cantik....
Sesungguhnya jika ia bangun di malam hari, Allah akan memberikan cahaya di wajahnya dan menjadikan manusia cinta kepadanya...
Amalan yg baik itu: meski sedikit tapi kontinyu (terus menerus)..
Hasan al basri: kenapa wajah mereka berseri2, karena Allah memberikan cahaya tersebut..
Surat ‘Abasa Ayat 38:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ
"Banyak muka pada hari itu berseri-seri"
Ibnu abbas menafsirkan ayat ini bahwa wajahnya berseri2 karena sebab qiyamul lail..
Raja qiyamul lail adalah rasulullah..
Qiyamul lail adalah Tanda hamba yg bersyukur..
Dahulu qiyamul lail hukumnya wajib bagi nabi dan para sahabat..
Surat al-Muzzammil:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
Pada Ayat akhir muzzamil: dihapusnya qiyamul lail sebagai shalat wajib..
Hasan basri berkata "Mengapa susah bangun malam u qiyamul lail. Beliau menjawab: Dosa2 kalian yang telah menjauhkan kalian dari qiyamul lail..(dosa2 kalian membelenggu kalian), telah dikencengi oleh dosa2 kalian..."
Pengaruhnya dosa terhadap ketaatan bisa kita lihat bagaimana para salaf yang terhalang dari shalat tahajud yang disebabkan oleh dosa yang dilakukan.
Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Aku pernah terhalang dari mengerjakan shalat malam selama lima bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
Satu dosa yang dilakukan Sufyan Ats-Tsauri menghalanginya dari melaksanakan shalat malam selama lima bulan. Lalu bagaimana bagi mereka yang banyak melakukan dosa hingga hatinya penuh dengan noktah hitam?
Sudah barang tentu mereka tidak akan pernah melaksanakan shalat malam.
Rahasia untuk dapat qiyamul lail:
1. Berdoa kepada Allah
2. Tidur sudah memasang niat untuk qiyamul lail..(Jujur dan ikhlas dari hati untuk qiyamul lail)
3. Jangan kebanyakan makan malam
4. Siang hari tinggalkan maksiat
5. Mempelajari keutamaan qiyamul lail
6. Tidur dalam keadaan berwudhu
7. Tidur jangan larut malam (bergadang)
8. Tidur di siang hari (qoylulah)
Tanda ilmu bermanfaat bagi penuntut ilmu adalah dia dimudahkan untuk qiyamul lail..
Ibnu qudamah: cerita ttg seorang mualaf..Ada sekitar 30 orang naik kapal..dia ikut kedalam kapal tsb. Semua orang tidur, kecuali mualaf tsb (mendirikan shalat malam)..Dia pun berkata sejelek2 hamba adalah kalian, kalian tidur sementara RabbMu tidak tidur..
Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebajikan..
Ciri hamba Allah “ibadurrahman” adalah melakukan shalat malam, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺒِﻴﺘُﻮﻥَ ﻟِﺮَﺑِّﻬِﻢْ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﻗِﻴَﺎﻣًﺎ
“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqaan/25: 64)
Urwah bin Az-Zubair. Ia adalah seorang tabi'in (generasi setelah sahabat Nabi) yang mengalami amputasi kaki karena penyakit, dan ia menolak untuk dibius saat proses amputasi berlangsung. Dia mendirikan shalat saat diamputasi dan tidak terasa..
Abu sulaiman: ahli qiyamul lail akan merasakan lezatnya malam hari..
Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sebuah hadits berharga, suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ثَلَاثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللهُ وَيَضْحَكُ إِلَيْهِمْ وَيَسْتَبْشِرُ بِهِمْ : الَّذِيْ إِذَا انْكَشَفَتْ فِئَةٌ قَاتَلَ وَرَاءَهَا بِنَفْسِهِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، فَإِمَّا أَنْ يُقْتَلَ وَإِمَّا أَنْ يَنْصُرَهُ اللهُ ، وَيَكْفِيْهِ ، فَيَقُوْلُ : اُنْظُرُوْا إِلَى عَبْدِيْ هَذَا كَيْفَ صَبَرَ لِيْ بِنَفْسِهِ ، وَالَّذِيْ لَهُ امْرَأَةٌ حَسَنَةٌ ، وَفِرَاشٌ لَيِّنٌ حَسَنٌ فَيَقُوْمُ مِنَ الَّليْلِ ، فَيَقُوْلُ : يَذَرُ شَهْوَتَهُ فَيَذْكُرُنِيْ وَلَوْ شَاءَ رَقَدَ ، وَالَّذِيْ إِذَا كَانَ فِيْ سَفَرٍ ، وَكَانَ مَعَهُ رُكَّبٌ فَسَهِرُوْا ثُمَّ هَجَعُوْا ، فَقَامَ مِنَ السَّحَرِ فِيْ سَرَّاءٍ وَضَرَّاءٍ.
“Ada tiga golongan yang dicintai oleh Allah, Allah tertawa seraya bangga terhadap mereka:
Pertama, orang yang apabila pasukannya kalah, ia tetap maju berperang seorang diri demi mencari keridaan Allah, bisa jadi ia akan terbunuh (syahid) dan bisa jadi ia akan diberi kemenangan oleh Allah, dan cukuplah hal itu baginya. Lalu Allah berkata, “Lihatlah hamba-Ku ini! Dia telah sabar mengorbankan jiwanya demi Aku.”
Kedua, orang yang memiliki istri yang baik lagi cantik dengan dihiasi kasur yang empuk nan mewah, namun di malam hari ia tetap bangun untuk mengingat Allah. Hingga Allah berkata, “Hamba-Ku telah mengorbankan syahwatnya demi Aku! Sekiranya dia berkehendak, pastilah ia akan tidur.”
Ketiga, Orang yang apabila dalam perjalanan bersama dengan para musafir, mereka menempuh perjalanan hingga larut malam dan tertidur (karena kelelahan). Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang tetap bangun di waktu sahur (beribadah kepada Allah) dalam kondisi sempit maupun lapang."
Nabi bersabda: "Dan bila Rabbmu tertawa kepada seorang hamba di dunia, maka ia tidak dihisab.” (HR Ahmad 21438 Al-Albani: Sahih)
Abdu darda: shalatlah 2 rakaat dalam Kegelapan malam, sebelum masuk gelapnya kubur.. Agar menjadi cahaya dalam gelapnya kubur..
Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha , ia berkata : ” Nabi ﷺ pernah shalat dan aku sedang tidur sedangkan aku tidur dalam keadaan melintang di atas tempat tidurnya. Ketika ia hendak shalat witir, ia membangunkanku, lantas aku pun shalat witir “.
Saling membangunkan qiyamul lail bagi suami dan istri..
Qiyamul lail nabi daud:
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Daud. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Daud tidur separuh malam dan bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi seperenamnya. Ia juga puasa sehari dan berbuka sehari.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1131 dan Muslim, no. 189]
Sesungguhya di dunia ada surga dan ternyata surga di dunia itu adalah qiyamul lail...Jika tidak mendapatkan surga di dunia, bagaimana akan mendapatkan surga di akherat kelak..
Semoga Allah memberikan kita Taufik, Rahmat, Hidayah dan memudahkan kita untuk mendirikan shalat di malam hari (qiyamul lail) hingga ajal menjemput..Kelak semoga Allah mengangkat derajat dan kedudukan tertinggi di surgaNya Allah, surga Firdaus bersama Rasulullah...Aamiin Allahumma Aamiin...
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Comments
Post a Comment