Persahabatan Dunia dan Akhirat
Bismillah
Kajian Tematik Al-Karimah📖 Persahabatan Dunia dan Akhirat
👤 Ustadz *Fatahillah Aly*, S.Ag hafizhahullah (Alumni STDI Jember)
Masjid Muadz Bin Jabbal
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Persahabatan dunia akhirat adalah hubungan persahabatan yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan. Ia merupakan persahabatan yang dilandasi saling memahami, saling menasihati, dan saling menunjuki kepada kebaikan.
Persahabatan seperti ini adalah hubungan persahabatan yang sejati, persahabatan yang akan abadi sampai akhirat nanti. Karena di akhirat kelak pertemanan dan persahabatan akan menjadi permusuhan, kecuali yang dilandasi dengan ketakwaan.
Islam menekankan pentingnya memilih teman yang baik, menjaga etika dalam berinteraksi, dan membangun persahabatan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Sebagaimana akhlak yang dimiliki oleh Rasulullahu..
Surat Al-Qalam Ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."
2 dasar dalam pertemanan:
1. Didasari karena Allah.
2. Didasari dengan Akhlak mulia.
■Didasari Karena Allah
Segala sesuatu yang didasari karena Allah pasti langgeng, sebaliknya jika tidak didasari karena Allah, hubungan itu tidak akan berlangsung lama.
Salah satu contohnya: Rumah tangga adalah persahabatan yang paling lama. Karenanya ikatlah pertemanan suami istri karena Allah, insya Allah ikatan suci ini pasti langgeng hingga ke surga.
Kriteria wanita yang dinikahi:
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”
Begitu pun Nabi menyebutkan kriteria laki-laki yang hendak dinikahi, yaitu baik agamanya dan baik akhlaknya.
Dalil-dalil pertemanan karena Allah.
Surat Ali ‘Imran Ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."
Intisari Al- Imron ayat 159:
1. Anugerah yang Allah berikan.
2. Akhlak yang baik membuat kita akan nyaman.
Surat Al-Hujurat Ayat 10:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
Keutamaan pertemanan karena Allah
(Perbaiki hubungan persaudaraan/pertemanan):
1. Saling menegur disaat salah
Surat Al-Hasyr Ayat 9:
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung."
2. Mendapatkan keistemewaan di hari kiamat
7 golongan yg mendapatkan keistimewaan naungan Allah pada hari kiamat:
1. Imam yang adil
2. Pemuda yang tumbuh diatas ketaatan.
3. Seorang laki-laki yang terikat dengan masjid.
4. 2 orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah.
5. Seorang laki-laki yang disuruh berzina dengan wanita yang cantik dan berkedudukan, dia menolaknya karena Allah.
6. Seseorang yang bersedekah disembunyikan, tangan kanan dan kiri tidak mengetahui.
7. Seseorang yang menangis karena dosanya.
Perteman sejati adalah pertemanan abadi.
Teman sejati tidak akan dimulai dengan sikap egois, tetapi saling melengkapi kebutuhan, perasaan, satu sama lainnya.
Sebagaimana firman Allah:
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Q.s Az-Zukhruf [43]: 67)
Ibnu katsir berkata pertemanan karena Allah, pada hari kiamat akan tetap berteman.
3. Sebab Allah mencintai kita karena pertemanan karena Allah.
Kisah pertemanan karena Allah.
Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda:
أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيه
"Ada seorang lelaki pergi mengunjungi saudaranya di daerah lain. Lalu Allah mengutus malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, malaikat bertanya: “engkau mau kemana?”, ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”, ia mengatakan: “tidak ada, kecuali aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“. (HR Muslim)
Kisah kedua: sahabat Rasulullah dari kaum Anshar adalah Muadz bin Jabal.
Suatu ketika ada seorang bernama Abu Idris Al-Khaulani berkunjung ke Damaskus dan bertemu dengan Muadz bin Jabal. Beliau terkesima, dan menunjukkan kecintaannya kepada sahabat Muadz karena ketaqwaannya, dan saling mencintai karena Allah.
Tidaklah orang mencintai karena Allah, diantara 2 orang dan dia yang paling mencintai temannya itu, maka Allah akan mencintai.
4. Cinta dan benci adalah kesempurnaan iman.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ
“Siapa yang cintanya karena Allah, bencinya karena Allah, memberinya karena Allah dan tidak memberi pun karena Allah, maka sungguh telah sempurna keimanannya.”
Rasulullah bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak disebut beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian melakukannya, kalian pasti saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
5. Cara mendapatkan manisnya keimanan.
Nabi mengatakan 3 hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan manisnya iman:
1. Allah dan rassul yang paling dicintai.
2. Cinta dengan saudara karena Allah.
3. Kita benci kembali kepada kekufuran.
6. Akan mendapatkan mimbar cahaya pada hari kiamat.
Nabi bersabda:
إِنَّ حَوْلَ اَلْعَرْشِ مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَلَيْهَا قَوْمٌ لِبَاسُهُمْ وَ وُجُوهُهُمْ [نُورٌ] لَيْسُوا بِأَنْبِيَاءَ يَغْبِطُهُمُ اَلْأَنْبِيَاءُ وَ اَلشُّهَدَاءُ قَالُوا يَا رَسُولَ اَللَّهِ مَنْ هَؤُلاَءِ قَالَ هُمُ اَلْمُتَحَابُّونَ فِي اَللَّهِ اَلْمُتَجَالِسُونَ فِي اَللَّهِ وَ اَلْمُتَزَاوِرُونَ فِي اَللَّهِ
"Sesungguhnya di seputar Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya. Di atas mimbar itu ada sekelompok orang yang pakaiannya terbuat dari cahaya, wajahnya juga bercahaya. Mereka bukanlah para nabi atau para rasul. Keadaan mereka membuat para nabi dan para syuhada merasa iri atau cemburu. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami kriteria orang tersebut. Nabi bersabda: Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah."
7. Mendapatkan kedudukan tertinggi pada hari kiamat.
Orang yang mencintai karena Allah, kedudukannya seperti bintang-bintang di langit pada hari kiamat.
Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta karena Allah:
1. Menyatakan cinta kepada teman kita karena Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ
“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya hendaklah dia memberitahu saudaranya itu bahwa dia mencintainya.”
2. Sering menebar salam
Salah satu sahabat nabi Amr bin 'Ash bertanya terkait orang yang paling dicintai Nabi Muhammad ﷺ.
عن عمرو بن العاص قال قلت يا رسول الله أي الناس أحب إليك قال عائشة قلت ليس من النساء قال أبوها
"Suatu hari sahabat Amr bin al-‘Ash bertanya kepada Nabi, "wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?" Nabi menjawab, "Aisyah" "jika bukan dari kalangan perempuan?" Nabi menjawab, "bapaknya (Abu Bakar al-Shiddiq)."
3. Saling memberi hadiah satu sama lain.
4. Tidak banyak berdebat / berantem dengan teman. Lebih baik mengalah, tidak boleh saling mengotot satu sama lain.
5. Bersikap lembut dengan teman.
6. Menolong saudara kita ketika dia terzalimi atau menzalimi. Nasehati dia kalau dia sudah mulai mau berbuat zalim. Kamu halangi dia berbuat zalim.
7 . Memuji kebaikan dan memberikan sanjungan.
Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu,
يا رسول الله، أرأيت الرجل يعمل العمل من الخير ويحمده الناس عليه؟
“Ya Rasulullah, seorang telah melakukan amal baik, lalu orang-orang memujinya?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
تلك عاجل بشرى المؤمن
“Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk orang mukmin.”
8. Selalu berbaik sangka dengan teman kita, kasih uzur kepada saudara kita.
9. Sering mengundang teman untuk makan.
10. Menjaga rahasia atau aib teman kita (jangan diumbar).
11. Menyambut teman dengan wajah ceria (senyum).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jabir bin Sulaim,
وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.”
Semoga kita bisa menjadi atau menemukan sahabat sejati karena Allah, sahabat yang akan membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat kelak. Aamiin..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Comments
Post a Comment