Efek Dosa Bagi Kehidupan

 Bismillah

✨🕌✨ DAUROH Special ✨🕌
                  ikhwan dan akhwat
📖 Dauroh :
*Manajemen Konflik dalam rumah tangga*
"bekal untuk yang sudah menikah dan yang belum menikah"

🗓️16 november 2025 Masjid Nur Salma, Centennial Tower gatot subroto

👤 Ust. Mufy Hanif Thalib, Lc

Tema: Menjauhkan diri dari dosa (karena dosa bisa menjadi penyebab retaknya rumah tangga

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Keretakan rumah tangga timbul dari berbagai macam masalah. Permasalahan kecil saja dapat memicu perceraian, apalagi permasalahan besar. Namun, besar kecilnya permasalahan tersebut tergantung pada sudut pandang seorang suami ataupun istri dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Rumah tangga yang sudah rapuh dan hancur, hanya bertahan karena alasan anak. Betapa banyak kasus ini terjadi. Mereka mempertahan rumah tangganya karena kasihan dengan nasib anaknya kedepan.

Rumah tangga hancur karena dosa.yang dilakukan oleh pasangan, baik yang dilakukan suami atau istri. Seperti: suami/ istri tidak shalat atau melalaikan shalat.

Bagaimana dosa menghancurkan rumah tangga. Yang harus banyak dikasih tahu atau dinasehati adalah laki-laki (suami). Karena suami sering kali melakukan maksiat dan dosa. Orang yang banyak berbuat maksiat, maka akan hancurlah rumah tangganya.

Betapa banyak efek dari dosa yang kita telah perbuat, yang mungkin kita tidak rasakan. Ketika sudah hancur, kita baru tersadarkan. Mungkin dengan kehancuran ini, ia bisa kembali kepada Allah. Ia menikmati ujian itu, menerimanya dengan ikhlas dan segera bertaubat.

Bukan sebaliknya malahan semakin menjadi-jadi melakukan kemaksiatan. Kalau itu terjadi berarti dia telah mendapatkan azab dari Allah. Azab artinya jika dikasih ujian, dia malahan makin berbuat dosa dan maksiat.

Karenanya Jangan rusak rumah tanggamu sendiri. Kita punya andil merusak rumah tangga kita.

Efek dan dampak dosa bagi kehidupan seseorang:

1. Diharamkan seseorang dari ilmu yang bermanfaat

Hatinya tertutup dan ilmu tidak akan masuk ke dalam hatinya.

Nabi bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka."

Sudah ma’ruf perkataan Imam Syafi’i di tengah-tengah kita mengenai jeleknya hafalan karena sebab maksiat. Ini sebagai ibrah bagi kita bahwa maksiat bisa mempengaruhi jeleknya hafalan dan mengganggu ibadah kita. 

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

حِرْمَانُ الْعِلْمِ، فَإِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي الْقَلْبِ، وَالْمَعْصِيَةُ تُطْفِئُ ذَلِكَ النُّورَ.

"Di antara dampak jelek maksiat adalah ilmu sulit masuk. Padahal ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam cahaya tersebut."

Syaikh Abdul Muhsin Abbad berkata "orang yangg bertakwa mudah untuk menghafal dan selalu mengingat semua ilmu yang pernah dipelajari."

Bagaimana kita menjadi orang baik. Kalau kita tidak mau menghadiri kajian. Dengan menuntut ilmu, akan menerangkan cahaya di hati dan terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat.

2. Diharamkan seseorang dari rezeki (rezekinya seret alias susah)

Apa yg sudah dibuat selama hidupmu, selalu berbuat maksiat dan dosa? Maka wajar saja rezekimu terhambat dan hidup susah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

Sungguh, seorang hamba akan terhalang dari rezeki karena dosa yang diperbuatnya.” 

Allah berfirman dalam surah
Surat Al-Waqi’ah Ayat 82
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

"Kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah."

Pintu rezeki:

■ Takwa kepada Allah

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وَكَمَا أَنَّ تَقْوَى اللَّهِ مَجْلَبَةٌ لِلرِّزْقِ فَتَرْكُ التَّقْوَى مَجْلَبَةٌ لِلْفَقْرِ، فَمَا اسْتُجْلِبَ رِزْقُ اللَّهِ بِمِثْلِ تَرْكِ الْمَعَاصِ

Takwa kepada Allah menjadi kunci pembuka pintu rezeki, sedangkan lalai dalam takwa justru dapat mengundang kefakiran. Rezeki hanya akan mengalir ketika seseorang menjauhi segala bentuk maksiat.

■ Dirikan shalat dan bersabar

Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Thaha Ayat 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."

Kita terkadang terjerumus dalam dosa, saat sadar kita harus segera bertaubat.

Baca Doa ini:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ Rabbana dholamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.
“Keduanya (Adam dan Hawa) berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (Al-A’raf ayat 23).

Sejatinya, Kita tidak bisa lepas dari dosa  kalau tidak dilawan. Awalnya memang berat, tapi kita harus terus menerus melawannya untuk tidak berbuat dosa. Sehingga lama kelamaan kita tidak berbuat dosa.

Allah berjanji akan memberikan rezeki dan kecukupan bagi orang yang bertakwa. Intinya kita harus menjadi hamba yang baik kepada Allah dan baik kepada sesama manusia.

3. Membuat kesuraman di dalam hati, kegelapan di wajah dan membuat sesak di dada seseorang.

Tekanan demi tekanan yang dirasakan, dia semakin berbuat dosa dan maksiat. Dia akan semakin sesak dan tertekan dalam hidupnya (masalah diatas masalah). Disinilah azab akan menyapa dirinya.

Surat Thaha Ayat 124:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

Allah yang menciptakan manusia. Allah tahu semua yang terjadi dengan dirinya. Jika hatinya mau lega dan bahagia, maka dia harus menjadi hamba yang bertakwa dan tidak berbuat dosa. Sebaliknya orang yang berbuat dosa, maka dia akan hancur dalam kehidupannya.

Siapapun itu, dia tidak akan bisa menang kalau musuhnya adalah Allah. Maka dia akan hancur.

Kehancuran Kaum Durhaka

Kemana kaum 'Ad sekarang? Hancur dan tak bersisa. Allah menimpakan azab kepada mereka. Itu akhir dari kaum 'Ad yang melawan Allah.

Al Fajr Ayat 6-14 Allah Ta’ala berfirman:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?”
إِرَمَ ذَاتِ ٱلْعِمَادِ
“(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.”
ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى ٱلْبِلَٰدِ
“Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.”

Akhir zaman ini tidak kaget lagi, perilaku dan perbuatan orang semakin aneh-aneh. Anak muda kacau balau, berbuat semaunya bahkan diluar nalar.

Pada hakikatnya, Sekolah yang pertama adalah di rumah. Rumah yang mencetak anak menjadi orang baik atau menjadi anak yang buruk.

Hampir semua yang terjadi di dalam rumah adalah kesalahan dari pimpinannya yaitu suami. Suami salah sistem manajemen dalam memimpin rumah tangganya. Sehingga mengakibatkan rumah tangganya kacau dan jauh dari Allah (timbul kesuraman di hati anggota keluarganya).

Sementara Orang yang dekat dengan Allah, akan dilapangkan dadanya.

Surat Al-An’am Ayat 125:

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

" Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."

Jika ditegur dan dinasehati, dia tidak bisa menerima nasehat? Dadanya akan menjadi sempit. Mudah dikompori oleh setan. Jika hati tidak diluruskan, maka semakin hancurlah kehidupannya.

Perempuan itu adalah ras yang paling kuat. Allah yang menciptakan itu semua.
Dan nabi telah memberikan contoh bagaimana memperlakukan kaum hawa dan keluarganya.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku."

4. Dapat melemahkan tubuh seseorang, terutama dalam berbuat ketaatan.

Sebagaimana ulama salaf pernah melaporkan kepada gurunya, dia tidak bisa bangun tahajud. Kata gurunya: "engkau itu dibelenggu karena dosamu."

Al Hasan Al Bashri juga mengatakan, “Sesungguhnya karena sebab dosa seseorang menjadi terhalang untuk shalat malam.”

Karena dosa, dia malas bergerak untuk bekerja. Laki-laki itu kewajibannya adalah memberi dan bukan diberi. Karena efek dosa dan maksiat, dia menjadi mager untuk berbuat, baik mencari rezeki maupun untuk beribadah.

5. Hilangnya Kenikmatan

Dia telah mendapatkaan kenikmatan dari Allah, tapi dia merasa masih kurang. Sebab nikmatnya sudah dicabut oleh Allah. Itu karena efek dari dosa yang dilakukan.

Salah satu maksiat yang akan menghilangkan kenikmatan adalah mata jelalat.

Rasulullah mengatakan kepada para suami, Jika diantara kalian menemui seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah pulang datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.

Bagaimana orang-orang terdahulu diberikan semuanya, namun diambil semua oleh Allah.

Dosa Menghilangkan nikmat-nikmat Allah.

Abdullah bin Al-Mubarok rahimahullah berkata: ‘Aku melihat dosa-dosa dapat mematikan hati. Sungguh sikap terus-menerus berada di dalam dosa dapat meninggalkan kehinaan. Sedangkan meninggalkan dosa-dosa merupakan kehidupan hati. Sebaik-baik bagi dirimu adalah dengan menyelisihi dosa-dosa.”

6. Hilangnya rasa malu di hati

Rasa malu adalah cabang keimanan dari seorang muslim. Saat rasa malu sudah mulai hilang, semua dilakukan sekehendak diri. Ini semua karena efek dosa di dalam dirinya.

Contoh:

● perempuan memakai baju sexy, dia tidak malu berbuat seperti itu. Karena perbuatan dosa yang dilakukan, jadi tertutuplah hatinya dan hilangnya rasa malu.

● Perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan. Inilah efek dari dosa, karena hilangnya rasa malu.

7. Diharamkan doa-doa kebaikan dari malaikat.

Seseorang yang berbuat dosa dan maksiat dijauhkan doa kebaikan dari malaikat.

Surat Al-Mu’min Ayat 8:

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Para malaikat berkata: "Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

8. Kerusakan akan timbul dimana-mana.

Karena efek dosa dan maksiat, muncullah kerusakan di muka bumi ini.

Surat Ar-Rum Ayat 41:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

9. Diharamkan pembelaan dari Allah di hari kiamat.

Orang seperti ini tidak akan mendapatkan pembelaan dari Allah pada hari kiamat.

Surat Al-Mu’minun Ayat 110:

فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ

" Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka."

Surat Al-Mu’minun Ayat 111:

إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

"Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang".

Jika selama di dunia selalu berbuat dosa dan maksiat, tunggulah balasan dari Allah. Ini membuat Allah murka pada hari kiamat dan akan diberikan balasan yang setimpal (Siksaan Allah yang sangat pedih) di akherat kelak.

Allah cinta kepada hambanya yang mau bertaubat. Allah akan musnahkan dunia ini, jika tidak ada lagi yang berbuat dosa. Dan Allah akan menggantinya dengan kaum yang lain.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Jika kalian tidak berbuat dosa, Allah akan hilangkan kalian dan Allah akan datangkan kaum lain yang berdosa lalu mereka minta ampun kepada Allah.”

Ini adalah sebatas pengandaian bahwa “Jika kalian tidak berbuat dosa.” Tapi itu tidak mungkin. Kenapa? Karena manusia tempat berbuat dosa. Akan tetapi yang diinginkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari hadits ini yaitu agar kita senantiasa memohon ampunan kepada Allah, senantiasa kita beristighfar kepada Allah, senantiasa kita meminta maaf kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perbanyak doa kepada Allah.

Doa Nabi Ibrahim untuk anak keturunannya yang disebut dalam surat al-Baqarah ayat 128. Allah berfirman:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Jadilah orang baik, maka Allah akan memberikan kebaikan dalam hidupnya. Allah juga akan mempertemukannya dengan orang yang baik.

Namun Kebaikan itu tidak akan datang, jika kita selalu berbuat dosa dan maksiat.

As Sa'di mengatakan "Dosa itu bukan saja menghancurkan orang lain tapi menghancurkan dirinya sendiri."

Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk menjadi hamba yang bertakwa, meninggalkan semua dosa dan maksiat di dunia ini. Allah anugerahkan hati yang bersih dan bercahaya. Semoga Allah memberikan kita, kehidupan rumah tangga yang bahagia di dunia dan akherat. Aamiin.

Semoga bermanfaat
Ummu Aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■


Comments

Popular Posts