Jaminan Allah Untuk Tidak Mengazab Para Ahli Tauhid

BISMILLAH

Kajian Islam Ilmiah
Untuk Umum - Ikhwan dan Akhwat
Masjid Al - Fursan Jatiasih
MT Baabulkhairaat Kota Wisata

*Jaminan Allah Untuk Tidak Mengazab Para Ahli Tauhid*

bersama *Ustadz Farhan Abu Furaihan*
*Hafidzahullahu ta'ala*

📆  Sabtu 8 November 2025
       16 Jumadil Awal 1447         

🕌  Masjid Al-Fursan
Jalan raya parpostel 102 Jatiasih

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya tempat yang paling dicintai oleh Allah di muka bumi ini adalah masjid.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا

“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah (nikmatilah) padanya.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Jaminan Allah Untuk Tidak Mengazab Para Ahli Tauhid

Allah menciptakan manusia, malaikat, nabi dan rassul untuk bertauhid kepada Allah. Seyogyanya dari hati kita yang paling dalam kita mengetahui itu. Allah menciptakan kita di dunia ini hanyalah untuk bertauhid /beribadah kepada Allah.

Allah Ta’ala menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Adz Dzariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat ini agar mereka mentauhidkan Allah. Beliau menjelaskan bahwa makna illaa liya’buduun adalah “agar mereka mengakui kehambaan mereka kepada-Ku, baik sukarela maupun terpaksa.” Menurut Ibnu Jarir, maknanya “supaya mereka mengenalku.” Sedangkan menurut Ar-Rabi’ bin Anas, maknanya adalah “agar mereka beribadah.”

Sebagaimana di dalam al qur'an dan hadits selalu menjelaskan perintah untuk bertauhid kepada Allah.

Ibnu katsir mengatakan: "Semua yang berkaitan dengan takwa adalah perintah untuk mentauhidkan Allah."

Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya.

Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini adalah: Sesungguhnya Aku menciptakan mereka agar Aku memerintahkan mereka untuk menyembah-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka.

Ayat ini mengandung intisari semua akidah. Seketika hati seseorang akan tergugah untuk tidak sombong dan berbuat zalim di muka bumi. Ini menegaskan untuk kita bahwa Allah tidak membutuhkan apapun dari hambaNya.

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla sesungguhnya Allah telah berfirman:

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kalian minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, kalian semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kalian minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat membinasakan-Ku dan kalian tak akan dapat memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.

Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya inilah amal perbuatan kalian. Aku catat semuanya untuk kalian, kemudian Kami akan membalasnya.

Maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 6737]

Oleh karena itu jangan terbesit apapun kalau kita sudah berjasa kepada Allah. Dan merasa sudah berbuat banyak untuk Allah. Justru Allah lah yang berjasa untuk kita.
Karena Allah telah memberikan hidayah kepada hambaNya.

Surat Al-Hujurat Ayat 17:

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

"Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar."

Kita harus bersyukur karena Allah telah memberikan kita hidayah, menyelamatkan kita dari kesesatan dan bid'ah.

Kalau bukan hidayah dari Allah, kita akan tersesat. Semuanya karena hidayah dari Allah, kita dapat melakukan semua kebaikan. Camkan ini di dalam hati kita. Karena hidayah Allah kita beriman sampai saat ini.

Semua nama-nama Allah yang berada di akhir alquran memiliki kesinkronan dan keterkaitan. Bahwa Allah menjamin rezeki para hambaNya.

Secara tersurat tidak ada yang berkata bahwa rezeki saya akan berkurang atau hilang. Namun secara tersirat dalam hatinya, dia merasa rezekinya berkurang.

Contoh: Ketika meninggalkan atau melalaikan shalat, ia lakukan karena takut rezekinya berkurang atau tidak mendapatkan rezeki. Betapa banyak pedagang tidak mau shalat atau melalaikan shalatnya.

Biasanya yang melalaikan shalat itu disebabkan sibuk dengan harta, kekuasaan dan sibuk berdagang. Jika keadaannya seperti ini, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf."

Disebutkan empat orang di atas karena mereka adalah para pembesar orang kafir.

Siapa yang sibuk dengan harta sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun.

Siapa yang sibuk dengan kerajaannya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun.

Siapa yang sibuk dengan kekuasaan sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Haman (menterinya Fir’aun).
Siapa yang sibuk dengan berdagang sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Kholaf.

Syaitan itu selalu menakut-nakutkan manusia kemiskinan. Syaitan akan mengajak kalian berbuat maksiat dan dosa.

Surat Al-Baqarah Ayat 268:

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui."

Sementara setan hanyalah menakut-nakutkan kemiskinan dan kesengsaraan. Buktinya manusia khawatir akan dunianya.

Padahal hakekatnya, jika kita semakin mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan dan kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akherat kelak.

Jika kita bermain dan terjebak riba, maka dunia dan akherat kita dijamin akan hancur.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bermain riba, maka dia akan pailit di dunia ini.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Tidak ada seorang muslim yang mengingkari bahwa shalat 5 waktu adalah rukun islam yang tertinggi setelah bersyahadat. Mereka yakin shalat berjamaah lebih utama.

● Silaturahmi adalah salah satu ladang rezeki.

● Hamba Allah yang selalu bertakwa (mentauhidkan Allah) akan dibentangkan dunia untuknya.

Surat At-Talaq Ayat 3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Tawakal adalah buah dari tauhid. Allah akan mencukupkan segala sesuatu untuknya.

Orang yang bertauhid kepada Alllah pasti mereka dalam kemuliaaan dan kemenangan. Allah yang akan menjaga dan menolong. Allah memberikannya kekuatan yang nyata.

Meskipun berbeda dengan peristiwa yang menimpa nabi Zakariya. Nabi zakariya dituduh menghamili bunda Maryam. Beliau dikejar dan mati terbelah menjadi 2 di pohon.

Nabi Ayyub diuji Allah dengan sakit. Beliau mendapatkan sakit kudis selama 18 tahun lamanya. Nabi Ayyub dibuang dan istri tetap setia.

Dibalik ujian dan musibah yang menimpa Nabi Zakariya dan Nabi Ayyub, namun hakekatnya Allah memberikan derajat yang tinggi untuk mereka di surga firdaus kelak.

Allah berjanji kepada hamba-hambaNya yang mentauhidkan Allah.

Surat An-Nahl Ayat 30:

۞ وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا۟ خَيْرًا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ

"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa."

Surat An-Nahl Ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)."

Ummah disini berarti sekelompok dari manusia, panutan, agama, masa atau waktu tertentu.

Surat Hud Ayat 8:

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍ مَّعْدُودَةٍ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

"Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya."

Jumlah nabi yang diberi tahu hanyalah 25 orang nabi. Walau sebenarnya Jumlah mereka lebih dari seratus ribu nabi dan Mayoritas mereka tidak dikenal. Artinya Untuk masuk surga, kita tidak harus terkenal. Allah sangat mencintai orang yang bertakwa dan tersembunyi.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الغَنِيّ الْخَفِيَّ
“Sesungguhnya Allah cinta kepada seorang hamba yang bertakwa, yang kaya hati dan tersembunyi.”

Tauhid, Misi Utama Dakwah Para Nabi dan Rassul

Semua nabi adalah pembuka tauhid. Mereka mendakwahkan tauhid dan bahayanya syirik.

Kalau dai sunnah tidak mendakwahkan tauhid, bagaimana kaum muslimin mengetahui tauhid. Salah satu ustadz yang selalu berdakwah tauhid adalah ustadz Yajid Jawas Rahimahullah.

Bukti nyata kecintaan dari seorang dai kepada jamaahnya, agar selalu menegakkan tauhid dan memberitahu bahayanya syirik.

Haji dan umroh berulang kali, membangun masjid, zakat dan sedekah banyak, ahli shalat, ahli ibadah. Namun melakukan kesyirikan dan bid'ah, maka semua amalannya tersebut akan sia-sia.

Tatkala seseorang mati dalam kondisi berbuat syirik, maka semua amalan ibadahnya sia-sia, hancur lebur dan menjadi debu yang bertebaran. Dia akan kekal di neraka selama-lamanya.

Orang yang beriman dan bertauhid akan selamat, sementara orang yang melakukan kesyirikan akan mendapatkan kehancuran. Sebagaimana Allah befirman dalam Surat Al-An’am Ayat 82:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Pesan Lukman kepada anaknya agar tidak berbuat syirik.

Surat Luqman Ayat 13:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Keutamaan mentauhidkan Allah dan bahaya berbuat syirik.

● Semakin sempurna tauhidnya, Allah akan berikan keamanan kepada hambanya.

● Jika orang yang mati dan tidak bertaubat dari dosa syirik, dia pasti akan kekal di dalam neraka.

● Allah tidak akan pernah mengampuni dosa syirik.

● Barangsiapa yang mati masih membawa dosa, kecuali dosa syirik. Allah masih memberikan ampunan kepada hambanya tersebut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibentangkan kartu catatan amalnya yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang. Kemudian Allah menanyakan padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?” Ia menjawab, “Tidak sama sekali wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah yang mencatat hal ini berbuat zholim padamu?” Lalu ditanyakan pula, “Apakah engkau punya uzur atau ada kebaikan di sisimu?” Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak.” Allah pun berfirman, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Sehingga kamu tidak termasuk orang zalim pada hari ini.” Lantas dikeluarkanlah satu bitoqoh (kartu sakti) yang bertuliskan syahadat ‘laa ilaha ilallah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosulullah’. Lalu ia bertanya, “Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?” Allah berkata padanya, “Sesungguhnya engkau tidaklah zalim.” Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya.Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘laa ilaha illalah’ tadi.

Hadits ini disebut dengan hadits bitoqoh. Bitoqoh adalah catatan amalan yang berisi kalimat mulia ‘laa ilaha illallah’. Ketika kalimat mulia ini ditimbang dengan 99 kartu catatan dosa yang tiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang, ternyata lebih berat kalimat ‘laa ilaha illallah’. Hal ini menandakan mulianya kalimat tersebut, begitu pula menunjukkan mulianya orang yang bertauhid dan meninggalkan kesyirikan.

Nabi selalu berdoa: agar dilindungi dari siksa neraka.

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar". Doa ini berarti "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka."

Azab neraka paling ringan.

An-Nu'mān bin Basyīr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang diberikan dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka lalu otaknya mendidih akibat keduanya sebagaimana kuali yang mendidih. Dia tidak mengira ada orang yang lebih berat lagi siksanya, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya."

Ahli Tauhid Pasti Masuk Surga

Ini merupakan janji dari Allah Ta’ala untuk ahli tauhid bahwa Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga.

1. Tidak pernah membawa dosa syirik selama hidupnya.

2. Pernah berbuat syirik tapi ketika mati dia taubat dari dosa syirik.

3. Tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah. Allah akan mengampuni seluruh dosa jika ia bertaubat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل

“Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya."

Pesan yang indah:
"Ahlus sunnah wal jamaah itu meskipun ibadahnya biasa-biasa saja tetapi derajatnya lebih tinggi karena akidahnya lurus. Tapi ahli bida'h walau ibadahnya lebih banyak, maka derajatnya lebih rendah."

Sebagai contoh: ada wanita bercadar sempurna, namun akidahnya rusak.
Ada wanita berjilbab biasa saja, ibadahnya biasa saja, tapi akidahnya benar/lurus. Maka dia lebih selamat dan derajatnya lebih tinggi.

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus menerus beribadah dan bertauhid kepada-Nya sebagaimana tujuan penciptaan kita sebagai manusia. Wallahu a’lam bish shawab.

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■





Comments

Popular Posts