Mengenal Ahlul Bait

 Bismillah..

Tabligh Akbar!

Bersama: Ustadz Dr. Ariful Bahri
(Pengajar Tetap di Masjid Nabawi Madinah, KSA)

Tema: Mengenal Ahlul Bait

Hari: Sabtu, 24 Jumadil Ula 1447 / 15 November 2025

Tempat : Masjid Al-Barkah
Jl. Transyogi Cibubur Cileungsi KM 756

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Rumah Allah adalah tempat kita mengadu, tempat kita meminta, tempat kita beribadah dan tempat kita ingin dekat dengan Allah Azza wajala.

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Mengenal Ahlul Bait

Pembahasan kita kali ini adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullahu sallallahu alaihi wasallam. Dan diantara bentuk cinta kaum muslimin adalah mereka mencintai nabi dengan mencintai siapapun yang dicintai oleh nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Tidak mungkin kita mencintai nabi, kemudian kita membenci orang-orang yang dicintai oleh nabi, itu hal yang mustahil.

Kita mencintai nabi dan mencintai siapapun yang dicintai oleh nabi. Dan pada kesempatan kali ini, yang kita akan bahas adalah shalawat kepada nabi.

“Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa alaa ahli baitihi wa alaa azwajihi wa dzurriyatihi”

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyyatihi kama shallaita 'ala aali Ibrahim, wa baarik 'ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyatihi kama baarakta ala aali Ibrahim innaka hamidun majid.

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, kepada istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad, kepada istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia." (HR Bukhari)

Kaum muslim mengetahui hak dan kewajiban apa yang harus dilakukan kepada nabi.

Sebelum kita membahas ini, kita akan membahas salah satu peristiwa yang dialami oleh nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, yaitu Fathu Mekkah.

Fathu Mekkah merupakan peristiwa yang luar biasa yang diabadikan di dalam Al Qur'an. Kemenangan yang Allah berikan  untuk kaum muslimin. Karena apabila Mekkah dimiliki nabi dan kaum muslimin. Maka jazirah Arab sudah barang tentu dimiliki oleh kaum muslimin.

Mekkah itu merupakan pusatnya atau centralnya, sehingga ketika terjadi Fathu Mekkah, maka Allah betul-betul menyebutnya di dalam Al Qur'an
Surat al-Fath ayat 1:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata."

Kemudian banyak peristiwa terjadi saat Fathu Mekkah. Banyak peristiwa yang harus kita perhatikan yaitu berkumpulnya para sahabat nabi. Saat nabi memasuki kota Mekkah Al Mukaramah.

Sebelumnya, Mekkah dikuasai oleh orang-orang jahiliyah. Ketika nabi berjalan dari Madinah bersama 10 ribu pasukan kaum muslimin. Tanpa ada perlawanan, meski cuma sedikit saja.

Kemudian nabi memasuki Mekkah. Sedangkan riwayat menyebutkan ketika nabi memasuki Mekkah, nabi memboncengi cucunya bernama Ali (anak dari Zaenab binti Muhammad.)

Cucu nabi itu banyak, bukan satu, bukan dua atau tiga. Tapi cucu nabi banyak dan merupakan ahlul bait.

Ketika nabi sampai di Mekkah, nabi langsung masuk ke Kakbah dan memanggil pemegang kunci Kakbah Ustman bin Thalhah.

Kemudian kakbah dibukakan dan nabi menemukan patung gambar nabi Ibrahim. Seolah-olah nabi Ibrahim sedang mengundi nasib. Karena itu merupakan tradisi jahiliyah.

Nabi mengatakan mereka dusta, dari mana mereka tahu. Sedangkan jarak nabi Muhammad ke nabi Ibrahim 1800 tahun. Dengan hitungan nabi adam ke nabi Nuh selama seribu tahun, nabi Nuh ke nabi Ibrahim selama seribu tahun, nabi Ibrahim ke nabi Musa selama 700 tahun. Nabi Musa ke nabi Isa selama 500 tahun dan nabi Isa ke nabi Muhammad selama 600 tahun. Di zaman itu bukan zaman yang singkat.

Ketika nabi mengetahui perbuatan tersebut nabi marah, karena menasabkan perbuatan mereka kepada nabi Ibrahim. Padahal nabi Ibrahim tidak pernah melakukannya.

Karenanya Allah menyebutkan nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak pernah dicela oleh semua agama, baik yahudi, nasrani dan musyrikin. Dan itu adalah bentuk Allah mengganti dakwah nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim ketika berdakwah hanya memiliki sedikit pengikut dan semuanya adalah keluarganya. Istrinya Sarah, Hajar, 2 anaknya Ismail dan Ishaq, serta pembantunya yaitu nabi Luth (anak pamannya) dan pamannya nabi Ibrahim.

Sehingga Allah mengganti dakwah nabi Ibrahim dengan tidak ada yang mencelanya. Itu diantara bentuk Allah memuliakan nabi Ibrahim. Mungkin nabi Ibrahim tidak berhasil secara zahir, tapi setelah nabi Ibrahim wafat, semua agama menyandarkan diri kepadanya. Bahkan disebut dengan nama Ibrahimiyah.

Orang yahudi mengatakan Ibrahim kakek kami, orang nasrani mengatakan Ibrahim dari kami. Allah membantah itu semua di dalam al qur'an.

Surat Ali ‘Imran Ayat 65:

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

" Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?"

Nabi Ibrahim adalah orang yang hanif dan muslim (islam).

Kenapa mereka melakukan ini? Karena mereka ingin menjadikan ajaran nabi Ibrahim.

Nabi Muhamamad pun menghancurkan Patung gambar nabi Ibrahim. Setelah itu nabi mendirikan shalat 2 rakaat diantara rukun yamani dan hajar aswad.

Nabi pun menyatakan semua orang tidak boleh masuk ke dalam kakbah. Kecuali orang yang diinginkan oleh Allah dan RassulNya. Artinya momen yang indah ini, tidak boleh sembarang orang masuk ke dalam kakbah. Kecuali yang diinginkan Allah dan nabi. Karena ini adalah momen bersejarah.

Dan kita tahu bahwa para sahabat menginginkannya, seperti sahabat Abu bakar shiddiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib.

Ternyata sahabat yang masuk hanya 2 orang, yang diantara sifatnya sama-sama berkulit hitam, yaitu sahabat Billal bin Rabbah dari Abasah dan sahabat Usamah bin Zaid. Kedua sahabat ini sama-sama berkulit hitam,  Allah dan nabi memilih mereka.

Seakan-akan nabi ingin mengatakan yang memuliakan kalian itu bukanlah warna kulit, bukan karena dunia dan bukan karena nasab. Yang memuliakan kalian adalah karena Iman dan Takwa. Bilal dan Usamah adalah orang yang mulia, mereka yang dipilih Allah dan nabi masuk ke dalam kakbah di bulan Ramadhan, di kala berkumpulnya kaum muslimin.

Allah dan nabi ingin menunjukan dan mengajarkan kepada kaum muslimin, kita tidak memandang kedudukan, muka, ras, dan harta. Melainkan Allah melihat Iman dan Takwa kalian dan ini yang harus dikejar.

Sementara nabi hanya membawa satu cucunya bernama Ali, anak dari Zaenab. Zaenab memiliki 2 anak yang hidup dan 1 keguguran.

Ketika nabi hijrah, keluarga nabi belum berhijrah, termasuk putri-putri nabi. Setelah perang badar baru Zaenab hijrah.

Diantara musuh nabi adalah mantu nabi sendiri, suami dari Zaenab (Abul Ash bin ar-Rabi’ bin Abdul Uzza bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay al-Qurasyi al-Absyami). Ibunya adalah Halah bin Khuwailid, saudari perempuan Khadijah.

Dalam perang badar sejumlah kaum musyirikin ditawan, termasuk 'Abdul Ash. Kesepakatan membebaskan tawanan adalah membayar tebusan dan Zaenab pun membayar dengan kalung pemberian Ibunda Khadijah. Melihat itu nabi pun menangis dan meminta kalung tersebut dikembalikan  kepada Zaenab.

Abdul 'Ash adalah orang yang amanah meski belum beriman. Zaenab adalah putri nabi yang paling sabar karena banyak ujiannya.

Saat hijrah dari Mekkah ke kota Madinah, Zaenab naik unta, kemudian unta itu ditusuk lalu Zaenab pun terjatuh. Beliau keguguran dan kakinya patah. Singkat cerita pada tahun 8 Hijriyah Zaenab meninggal dunia.

Cucu nabi yang pertama dari zaenab bernama Umamah dan Ali. Umamah adalah seorang wanita dan dijaga nabi hingga dewasa. Umamah menikah dengan Umar bin Khattab. Jadi Umar sebagai menantu nabi dan sekaligus mertua nabi. Karena Hafsah putri Umar menikah dengan nabi Muhammad. Itu adalah Ahlul bait yang pertama.

Ahlul bait sesungguhnya adalah istri- istri nabi. Karena tidak mungkin ada Umamah tanpa ada zaenab. Tidak mungkin ada zaenab tanpa ada Khadijah. Artinya tidak ada ahlul bait tanpa istri-istri nabi.

Istri-istri nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam:

*Pertama: Enam istri dari Quraisy*
● Khadijah binti Khuwailid
● ‘Aisyah binti Abu Bakar
● Hafshah binti ‘Umar
● Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan
● Ummu Salamah binti Abu Umayyah
● Saudah binti Zam’ah

*Kedua: Empat dari kalangan Arab*
● Zainab binti Khuzaimah
● Zainab binti Jahsy
● Maimunah binti Al-Harits
● Juwairiyah binti Al-Harits

*Ketiga: Satu istri dari Bani Israil*
● Shafiyah binti Huyay

● Istri nabi: Mariyah al-Qibthiyah

Khadijah memiliki 6 anak, yaitu 2 anak laki dan 4 anak perempuan. 2 anak laki-laki bernama Qasim dan Abdullah.

Sedangkan istri nabi Mariyah melahirkan anak bernama Ibrahim. Namun semua 3 anak laki-laki nabi, semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

Nabi mengatakan "kalau sekiranya Ibrahim ini hidup, maka dia akan menjadi nabi."

Kenyataannya, Tidak ada putra nabi hidup, kecuali meninggal ketika kecil. Dan diantara salah satu hikmahnya adalah untuk memutus nasab. Nabi memiliki 4 panggilan nama: Ahmad, Muhammad, Al Akib dan Al Muqafi.

Salah satu nama nabi Al akib berarti putus/habis (tidak ada yang menyambungnya). Al Muqafi artinya yang mengikuti nabi-nabi sebelumnya.

Dengan meninggal putra nabi Ibrahim agar tidak ada yang beranggapan menjadi nabi setelahnya. Ibunda Mariyah berasal dari Mesir, Ibunda nabi Aminah berasal dari Mesir dan Hajar dari Mesir.

Yang tersisa adalah putri-putri nabi (anak dari ibunda Khaddijah), yaitu:

● Zaenab (suaminya Abdul 'Ash)
● Ruqayyah (suaminya Ustman bin Affan)
● Umayah ummu Kulsum (suaminya Ustman bin Affan)
● Fatimah (suaminya Ali bin abi thalib)

Kisab putri nabi zaenab melindungi suaminya Abdul 'Ash.

Tahun ke 7 hijiriyah Abdul 'Ash berdagang ke negeri Syam dan kaum muslimin menangkap rombongan Abdul 'Ash, kecuali Abdul Ash sendiri yang lolos (tidak tertangkap). Ia pun meminta perlindungan kepada Zaenab.

Disinilah keluar hukum dan undang-undang untuk melindungi orang non muslim. Jika sudah ada yang menjamin keamanan seseorang, maka tidak ada yang boleh menganggunya. Sumber hukum ini berasal dari Zaenab putri nabi.

Sampai di Mekkah Abdul 'Ash mengembalikan semua barang dagangannya dan setelah itu ia mengucapkan syahadat masuk islam.
Kelebihan orang Arab adalah amanah.

Setelah itu Abdul 'Ash hijrah ke Madinah dan berkumpul dengan keluarganya (Zaenab dan 2 anaknya). Hanya satu tahun bersama, Zaenab pun wafat pada tahun 8 hijriyah. Inilah awal dari ahlul bait.

Tanya jawab:

1. Ketika nabi kena sihir. Turunlah surah Al Falaq dan An nas. Inilah surat dan doa terbaik untuk mengobati penyakit dan kena sihir. Sihir berasal dari kata sahur yang berarti sesuatu yang tersembunyi (waktu terbaik).

2. Ahlul bait banyak berada di kota Madinah tempat nabi menghabiskan hidupnya sampai beliau wafat.

Pada tahun 1403 hijiryah diuji secara  keduniaan siapa saja ahlul bait. Karena ahlul bait tidak boleh menerima sedekah. Jika ada ahlul bait yang hidupnya susah maka yang bertanggung jawab adalah negara. Ini adalah sebagai bentuk kemuliaan.

Jalur cucu nabi Hasan berasal dari Madinah dan Husen berada di kota Thaif.

3. Hadist nabi: seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab,
مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”

Anas pun mengatakan,
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

4. Sakit adalah jalan masuk surga
Kisah wanita yang terkena penyakit ayan:

عَن عَطَاءُ بْنُ أَبِى رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عَبَّاسٍ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى . قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنِّى أُصْرَعُ ، وَإِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِى . قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ . فَقَالَتْ إِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ ، فَدَعَا لَهَا
Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.”  Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

5. Beberapa doa yang diajarkan oleh nabi:

Bacaan Doa Nabi Yaqub:

اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
asykụ baṡṡī wa ḥuznī ilallāhi wa a'lamu minallāhi mā lā ta'lamụn

"Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS Yusuf: 86)

Doa nabi Muhammad :

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَلَكَ الْمُلْكُ كُلُّهُ , وَبِيَدِكَ الْخَيْرُ كُلُّهُ , وَإِلَيْكَ يَرْجِعُ الأَمْرُ كُلُّهُ عَلانِيَتُهُ وَسِرُّهُ فَأَهْلٌ أَنْ تُحْمَدَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جَمِيعَ مَا مَضَى مِنْ ذَنْبِي وَاعْصِمْنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِي وَارْزُقْنِي عَمَلًا زَاكِيًا تَرْضَى بِهِ عَنِّي

Allohumma lakal hamdu kulluhu wa lakal mulku kulluhu wa biyadikal khoiru kulluhu wa ilaika yarji’ul amru kulluhu ‘alaniyyatuhu wa sirruhu fa ahlun antuhmada innaka ‘ala kulli syai-in qodirun. Allohummaghfirli jami’a ma madho min zunubi wa’shimni fima baqiya min ‘umri warzuqni ‘amalan zakiyan tardha bihi ‘anni.

“Ya Allah, bagi-Mu segala puji, bagi-Mu segala kekuasaan, pada kekuasaan-Mu segala kebaikan dan kepada-Mu pula kembali segala urusan, yeng terang maupun yang samar. Bagi-Mu segala puji, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ampunilah dosa-dosaku yang telah lewat dan perihalah aku pada sisa umurku dan anugerahilah aku perbuatan-perbuatan suci yang mana dengannya Engkau ridha kepadaku.

Doa Ketika Sedang Gundah dan Sedih:

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan, lalu ia membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
ALLOHUMMA INNI ‘ABDUK, IBNU ‘ABDIK, IBNU AMATIK, NAASHIYATI BIYADIK, MAADHIN FIYYA HUKMUK, ‘ADLUN FIYYA QODHO-UK. AS-ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAK, SAMMAYTA BIHI NAFSAK, AW ANZALTAHU FII KITAABIK, AW ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHOLQIK, AWISTA’TSARTA BIHI FI ‘ILMIL GHOIBI ‘INDAK. AN TAJ’ALAL QUR’ANA ROBI’A QOLBI, WA NUURO SHODRI, WA JALAA-A HUZNI, WA DZAHABA HAMMI.

" Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubun ku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketentuan-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dada ku, pelenyap duka dan kesedihanku."

Semoga Allah memberikan kita Rahmat dan hidayah untuk mencintai ahlul bait. Dan termasuk golongan yang akan bersama dengan nabi dan ahlul bait di surga Firdaus kelak. Aamiin.

Semoga bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Comments

Popular Posts