Berpaling Dari Selain Nya

Bismillah

Dauroh Dasar Muslimah 7: “Ketika Hati Bersyahadat”

Sesi kedua:
"Berpaling Dari Selain Nya"
Ustadz Ahmad Bazher


Bertempat di The Krakatau Grand Ballroom Ceger Cipayung Jakarta Timur

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Tidak semua manusia diberikan kenikmatan untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Kenikmatan ini melebihi dari semuanya, dibanding harta, pangkat dan jabatan. Maka banyaklah bersyukur dan terus berdoa agar Allah istiqamahkan..
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Salah satu tanda seseorang mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya adalah khawatir dirinya terperosok kedalam kesyirikan. Dan siapa yang khawatir dirinya terperosok kedalam kesyirikan, maka dia akan menjauhi kesyirikan.

Ini merupakan pengamalan tauhid dengan semurni-murninya, dia juga akan selalu berusaha mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kesyirikan yaitu berpaling dari selain Allah. Kita wajib menjaga diri ini agar tidak tercebur dalam kesyirikan. Lawan dari syirik adalah Tauhid. Seorang muslimah harus berusaha sekuat tenaga untuk menegakan tauhid dan menjauhi semua keburukan, terutama kesyirikan.

Syirik adalah dosa yang paling besar dan pelakunya akan kekal selamanya di neraka.

Ketika hati bersyahadat, saat itu ia tahu dan menyadari betapa pentingnya kalimat Laillahaillah. Sebagaimana Rasullahu telah mengatakan keutamaan kalimat Laillahaillah di akhir hayatnya, ia akan masuk kedalam surga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud)

Ini adalah salah satu tanda husnul khatimah bagi seorang hamba di akhir hidupnya.

■ Hati adalah wadah

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi perumpamaan hati manusia dengan bejana. Dan kondisi setiap bejana adalah sesuai apa yang dijadikan di dalamnya dari kebaikan atau keburukan.

Setiap cerek/bejana akan mengeluarrkan sesuai isinya. Sebagaimana manusia, kebiasaan hidupnya akan tercermin pada saat akhir hidupnya. Semoga Allah memudahkan akhir hidup kita untuk mengucapkan kalimat tauhid Laillahaillah.

■ Apa itu Syirik??

Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan Allah (Rububiyah, Asma' Wasifat dan Uluhiyah).

■ Kekhususan Hak Allah ada 3:

1. Perbuatan Allah (Rububiyah)
Kekhususan hak Allah dalam berbuat, hanya Allah yang dapat mengatur semuanya di dunia ini.

Salah satu Contohnya:
-Kita yakin dan percaya hanya Allah yang mengatur turunnya hujan.

- Kesyirikan: dalam bentuk percaya dengan pawang hujan dan ritual-ritual tertentu yang dilakukan untuk mendatangkan hujan.

2. Dzat yang berhak disembah/ perbuatan hamba (Uluhiyah)

3. Kesempurnaan dalam nama-nama dan sifatNya

Salah satu contoh kesyirikan:

- Ketika seseorang meyakini makhluk dapat berbuat, sama seperti yang dilakukan Allah.

- Kesyirikan itu bukan hanya menyembah kepada selain Allah, seperti berhala. Namun kesyirikan bisa dilakukan dalam bentuk lain.

■ Diantara bentuk-bentuk kesyirikan:

- Meminta kemashalatan atau dijauhkan dari mudharat (bahaya) kepada makhluk.

- Berdoa, bernazar, dan menyembah kepada selain Allah

- Mendatangi dukun, paranormal, tukang sihir, tukang ramal, dan memints perlindungan kepada jin.

- Mempercayai jimat, barang sakti, ramalan bintang (zodiac), menggunakan jampi-jampi dan mantra.

■ Kesyirikan terbagi menjadi 2:

1. Syirik Akbar (besar)
Adalah syirik yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Ada 4 hal yang termasuk kedalam syirik besar:

A. Syirik Didalam Doa
Yaitu seseorang berdoa dengan Allah dan juga berdoa dengan selain Allah.

Surat Al-‘Ankabut Ayat 65:
فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

"Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)."

Seharusnya kita hanya berdoa kepada Allah semata.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman:“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina [Al-Mu’min/Ghafir/40: 60].

B. Syirik Didalam Niat dan Tujuan

Syirik ini semata-mata ingin dilihat orang lain (manusia) dan untuk kepentingan dunia semata.

Surat Hud Ayat 15-16:

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan."

3. Syirik Dalam Ketaatan

Syirik ini menjadikan sesuatu sebagai pembuat syariat selain Allah/ menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allag dslam menjalankan syariat dan ridho atas hukum tersebut.

Surat At-Taubah Ayat 31:

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَٰهًا وَٰحِدًا ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Adi bin Hatim pernah berkata bahwa beliau pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di lehernya terdapat salib dari emas. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Wahai ‘Adi buang berhala yang ada di lehermu.” (HR. Tirmidzi no. 3095).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kita tahu bahwa ‘Adi bin Hatim dulunya adalah seorang Nashrani, sehingga masih ada bekas-bekas agamanya yang dulu. Wajar ketika itu beliau masih menggunakan salib. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suruh melepas simbol agama Nashrani tersebut.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
4. Syirik Dalam Masalah Cinta

Yaitu menyamakan Allag dengan selainNya dalam hal kecintaan.

Surat Al-Baqarah Ayat 165:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)."
ㅤㅤㅤㅤ
Contoh: ketika seseorang mencintsu makhluk dengan berlebih-lebihan, menghinakan dirinya, tunduk dan patuh kepada makhluk karena cintanya.

2. Syirik Asghar (Kecil)

Apa yang disebut oleh nash al qur'an dan sunnah dengan lafaz syirik, tapi tidak menggapai/ menghantarkan kepada syirik besar. Dosanya adalah dosa besar

Beberapa Bentuk Syirik Kecil:

A. Bersumpah atas nama selain Allah.

Beliau bersabda:

مَن حلَفَ بغَيرِ اللهِ فقدْ كفَرَ أو أشرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan.” (Abu Daud)

B. Tathayur

Mengkaitkan nasib sial dengan sesuatu yang dia liat dengan angka dan benda tertentu, yang dia dengar dan dia rasakan.

C. Riya' (diperlihatkan) dan Sum'ah (diperdengarkan kepada orang lain)

■ Perbedaan Syirik Besar dan Syirik Kecil

- Syirik besar mengeluarksn pelakunya dari islam. Sementara syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari islam.

- Syirik besar menggugurkan seluruh amal shaleh pelakunya, sedangkan syirik kecil tergantung kehendak dari Allah.

- Syirik besar dosanya tidak diampuni oleh Allah. Syirik kecil berdosa, merusak amal dan terancam siksa di akhirat (kecuali bertobat).

- Syirik besar pelakunya kekal di neraka. Harta dan darahnya halal. Syirik kecil tidak, namun imannya tidak sempurna.

■ Apa Bahaya Kesyirikan?
Ada 10 Bahaya Dari Kesyirikan:

1. Menggugurkan Seluruh Amal

Surat Az-Zumar Ayat 65:

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."

Surat Al-An’am Ayat 88:
ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan."

2. Dosanya Tidak Akan Diampuni

Surat An-Nisa Ayat 48:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

3. Allah Haramkan Surga dan Kekal Didalam Neraka

Nabi Ibrahim seorang kekasih Allah saja selalu berdoa agar dijauhi dirinya dan anak keturunannya dari kesyirikan.

Surat Ibrahim Ayat 35:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."

4. Syirik adalah seburuk-buruknya perbuatan zalim dan dosa

Surat Luqman Ayat 13:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

5. Dicabutnya Hidayah dan Merasa Aman di Dunia dan Akherat

Surat Al-An’am Ayat 82:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

6. Orang yang berbuat syirik akan tersesat di dunia dan akan menghantarkannya ke neraka.

Surat An-Nisa Ayat 116:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."

7. Syirik menjadikan halalnya darah dsn harta pelakunya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّيْ دِمَاءَهَمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى. رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ

“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allahdan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Maka apabila mereka telah melakukan itu semua, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka (hisab) di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)

8. Syirik adalah perbuatan paling tidak beradab kepada Allah, menghinakan dan merendahkan Allah

Nabi Yahya bin zakaris berkata: ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan aku dengan 5 kalimat supaya aku mengamalkan dan aku perintahkan kalian untuk mengamalkannya.

Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Dan aku perintahkan kalian dengan 5 perkara. Allah yang memerintahkan aku; (1) mendengar kepada pemimpin dan taat (selama bukan maksiat), (2) dan berjihad bersama mereka, (3) dan hijrah, (4) dan berpegang kepada Al-Jama’ah, karena siapa yang berpisah dari Al-Jama’ah walaupun hanya sejengkal, maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya kecuali jika ia kembali. (5) Dan siapa yang menyerukan seruan-seruan jahiliyah, maka ia termasuk bahan bakar api neraka jahannam.’ Lalu ada orang berkata: ‘Wahai Rasulullah, orang yang menyeru seruan jahiliyah itu masuk neraka walaupun ia shalat dan ia berpuasa?’ Kata Rasulullah: ‘Iya, walaupun ia shalat dan ia berpuasa. Maka hendaklah kalian menyeru dengan seruan Allah dimana Allah telah menamai kalian kaum muslimin dan kaum mukminin wahai hamba-hamba Allah’. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

9. Syirik Menghapuskan Cahaya Fitrah seorang hamba

Karena seorang hamba pertama kali dijadikan dalam keadaan fitrah, yaitu diatas tauhid dan ketaatan.

Surat Ar-Rum Ayat 30:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

10. Syirik akan menyebabkan permusuhan antara pelakunya dengan orang beriman

Tidak boleh seorang mukmin memiliki loyalitas/ cinta dengan orang musyrik, walau itu kerabat dekat.

Surat Al-Mujadalah Ayat 22:

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."

Ada seorang ibu seorang sahabat mulia yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash yang mengajak anaknya berbuat syirik.

Dari Mush’ab bin Sa’ad dari ayahnya (yaitu Sa’ad) bahwa beberapa ayat Al-Qur’an turun padanya. Dia berkata:

حَلَفَتْ أُمُّ سَعْدٍ أَنْ لاَ تُكَلِّمَهُ أَبَدًا حَتَّى يَكْفُرَ بِدِينِهِ وَلاَ تَأْكُلَ وَلاَ تَشْرَبَ. قَالَتْ زَعَمْتَ أَنَّ اللَّهَ وَصَّاكَ بِوَالِدَيْكَ وَأَنَا أُمُّكَ وَأَنَا آمُرُكَ بِهَذَا. قَالَ مَكَثَتْ ثَلاَثًا حَتَّى غُشِىَ عَلَيْهَا مِنَ الْجَهْدِ فَقَامَ ابْنٌ لَهَا يُقَالُ لَهُ عُمَارَةُ فَسَقَاهَا فَجَعَلَتْ تَدْعُو عَلَى سَعْدٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى الْقُرْآنِ هَذِهِ الآيَةَ (وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا) (وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِى) وَفِيهَا (وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا)

Ummu Sa’ad (Ibunya Sa’ad) bersumpah tidak akan mengajaknya bicara selamanya sampai dia kafir (murtad) dari agamanya, dan dia juga tidak akan makan dan minum. Ibunya mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah mewasiatkan padamu untuk berbakti pada kedua orang tuamu, dan aku adalah ibumu. Saya perintahkan padamu untuk berbuat itu (memerintahkan untuk murtad).

Sa’ad mengatakan, “Lalu Ummu Sa’ad diam selama tiga hari kemudian jatuh pingsan karena kecapekan. Kemudian datanglah anaknya yang bernama ‘Umarah, lantas memberi minum padanya, tetapi ibunya lantas mendoakan (kejelekan) pada Sa’ad.

Lalu Allah menurunkan ayat,
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya.” (QS. Al-‘Ankabut: 8).

Dan juga ayat,
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku.” (QS. Lukman: 15), yang di dalamnya terdapat firman Allah,
وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Lukman: 15). Lalu beliau menyebutkan lanjutan hadits. (HR. Muslim, no. 1748)

■ Beberapa Kiat Selamat Dari Kesyirikan:

1. Berilmu / Menuntut ilmu agama Allah

Salah satunya dengan belajar dan mendatangi kajian kitab tauhid.

2. Mengetahui keutamaan tauhid untuk memotivasi diri kita dan mengetahui bahaya kesyirikan agar kita menjauhinya.

3. Takut akan Suul Khatimah (Kematian yang buruk)

Dari Sahl bin Sa’d Al-Sa’idi Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

Sesungguhnya seorang hamba mengerjakan suatu amalan di mana amal tersebut dilihat oleh manusia sebagai amal para penghuni surga, namun di termasuk penghuni neraka, dan terkadang seseorang beramal suatu amalan yang menurut manusia dia beramal dengan amalan para penghuni neraka namun dia termasuk pernghuni surga, sesungguhnya semua amal sangat tergantung dengan amal terakhiri”.

4. Malu kepada Allah
Maka dia akan menjauhi semua perbuatan buruk dan dosa.

5. Bersungguh-sungguh untuk terus mentauhidkan Allah (Mujahadah)

6. Meyakini manusia adalah makhluk yang lemah, manfaat dan mudharat hanya ditangan Allah. Karenanya kita hanya bergantung kepada Allah.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari kesyirikan dan jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang bertauhid. Aamiin.

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■






Comments

Popular Posts