Kebahagiaan Muslimah Sejati

Bismillah

Daurah Muslimah Academy

Sesi 2
"Kebahagiaan Muslimah Sejati"
Oleh Ustadzah Arfah Ummu Faynan

🗓️ Sabtu, 31 Januari 2026
📍 Masjid Nur Salma – Centennial Tower
Lt. 22, Jl. Gatot Subroto No. 24–25, Kuningan, Jakarta Selatan

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Kebahagiaan di dunia dan akherat adalah hal yang sangat didambakan setiap orang. Semua orang ingin mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan itu datangnya dari Allah Ta'ala.

■ Kebahagiaan Muslimah Sejati

● Kebahagiaan sejati dan siapa yang meraihnya?

Ketenangan dan kebahagiaan hati merupakan keinginan setiap orang. Hilangnya rasa gundah dan resah. Mendapatkan kehidupan yang baik.

Untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenagan hati, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi:

1. Faktor Diniyah
2. Faktor Alami
3. Faktor Amal Perbuatan

Hanya orang-orang mukmin saja yang mampu memenuhi tiga faktor tersebut.

Adapun selain orang mukmin, maka kalaupun mereka dapat meraih salah satu faktor tersebut, itupun setelah mereka mengurus pikirannya untuk mendapatkannya, akan tetapi masih banyak hal lain yang tidak mereka dapatkan. Yang hal itu lebih bermanfaat dan utama, baik di dunia ini atau pada kehidupan berikutnya di akherat.

Surat Az-Zariyat Ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

■ TIPS PERTAMA:
Hidup Bahagia Ala Muslimah

1. Iman dan amal shaleh

Surat An-Nahl Ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

■ Balasan yang Allah janjikan Bagi orang yang beriman dan beramal shalih:

1. Balasan di dunia: kehidupan yang baik, yaitu berupa kebahagiaan di dunia.

2. Balasan di akherat: Pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan, yaitu surga.

■ Akhlak orang beriman dan beramal shaleh:

1. Syukur dan sabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Kondisi orang beriman:
- jika mendapatkan kesenangan, dia bersyukur.
- Jika mendapatkan musibah, dia bersabar.

■ Kondisi orang tidak beriman:
- jika mendapatkan kesenangan, sombong dan berlebihan.
- jika mendapatkan musibah, panik, takut dan tidak tenang.

2. Berbuat Baik Kepada Sesama Makhluk

Orang yang beriman berbuat baik dengan sesama makhluk, karena dia hanya mengharapkan ridha Allah.

Surat An-Nisa Ayat 114:

۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."

TIPS KEDUA: Aktivitas, Ilmu dan Konsentrasi

1. Sibuk dengan aktivitas dan ilmu

Menyibukan diri dengan pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat.

- Termasuk hal yang dapat mengusir kegundahan yang tidak mengambil dari kegamangan jiwa, karena hati disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkan adalah dengan menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat.

- Dengan begitu dia akan melupakan apa yang selama ini membebani dirinya dan yang selama ini membuatnya gelisah.

- Maka kemudian jiwanya menjadi tenang, semangatnya bertambah.

- Jika tidak sibuk dengan kebaikan, maka akan sibuk dengan keburukan.

2. Konsentrasi pada pekerjaan hari ini

■Tips Konsentrasi:

- Memusatkan pikiran untuk melakukan pekerjaan hari ini.
- Tidak dihantui oleh pikiran masa depan.
- Tidak dibayangi oleh kesedihan masa lalu.

MUKMIN YANG KUAT LEBIH BAIK DAN LEBIH DICINTAI OLEH ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan.

Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan."

Apa yang Allah telah tetapkan terjadi, pasti akan terjadi. Karenanya jangan mengatakan seandainya dan mempertanyakan takdir Allah. Ambil hikmah dari sebuah kejadian itu, seperti: dengan ujian itu Allah akan menghapus dosa-dosanya dan mengangkat derajat lebih tinggi.

TIPS KETIGA:
DZIKIR, JNGAT NIKMAT DAN MELIHAT KE BAWAH

1. Banyak berzikir kepada Allah Ta'ala

Kisah Fatimah meminta pelayan kepada nabi.

قَالَ عَلِيٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ شَكَتْ مَاتَلْقَى مِنْ أَثَرِالرَّحَى فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ، فَاْنَطَلَقَتْ فَلَمْ تَجِدْهُ، فَوَجَدَتْ عَائِشَةَ، فَأَخْبَرَتْهَا، فَلَمَّا جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ بِمَجِِئِ فَاطِمَةَ فَجَاءَ النَّبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا، وَقَدْ اَخَذْنَا مَضَا جِعَنَا، فَذَ هَبْتُ لاِقُوْمَ، فَقَالَ : عَلَى مَكَا نِكُمَا، فَقَعَدَ بَيْنَنَا، حَتَّى وَجَدْتُ بُرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى صَدْرِى، وَقَالَ : أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَانِى؟! إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، تُكَبِّرَا أَرْبَعًا وَ ثَلاَثِيْنَ، وَتُسَبِّحَاثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ، وَتَحْمَدَا ثَلاَثَةً وَثَلاَثِيْنَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ.

Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempatmu’. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata. ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu“.

■ Keajaiban Dzikir

Termasuk faktor utama yang mendatangkan sikap lapang dada dan ketenangan adalah banyak berdzikir kepada Allah. Berdzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, menghilangkan rasa gundah dan resah.

Surat Ar-Ra’d Ayat 28:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

2. Sering menyebut nikmat-nikmat Allah

Surat An-Nahl Ayat 18:

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

■ Mengingat Nikmat-Nikmat Allah

Mengingat nikmat-nikmat Allah dan selalu menyebutnya merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir keresahan dan kesedihan, mendorong seorang hamba untuk bersyukur, yang hal itu merupakan derajat syukur yang paling tinggi, walaupun ia tertimpa kefakiran, sakit atau musibah lainnya.

Ada 2 hal yang tidak akan pernah puas yaitu harta dan ilmu. Bagi orang yang tidak bersyukur, dia tidak akan pernah puas dengan harta.

■ Membandingkan nikmat-nikmat Allah

Karena jika dia bandingkan antara nikmat Allah kepadanya yang tidak terhitung baik kuantitas ataupun kualitasnya dengan apa yang dideritanya dari berbagai kesulitan, niscaya kesulitan tersebut tidak seberapa jika dibanding nikmat Allah ta'ala.

3. Melihat kepada orang yang di bawah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda,

 انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ 

“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian. Hal itu lebih layak membuat kalian tidak mengingkari nikmat Allah yang ada pada kalian.” 

● Apabila seorang hamba menjadikan prinsip agung ini selalu dihadapan matanya, ia akan menyadari bahwa dirinya lebih unggul daripada banyak manusia dalam hal kesehatan dan keselamatan dan dslam rezeki berserta segala kelengkapannya, bagaimanapun kondisi hidupnya saat itu.

● Dengan cara pandang ini, agar kegelisahan, kesedihan dan kecemasan akan sirna, sementara rasa bahagia dan kepuasaan terhadap nikmat Allah akan semakin bertambah, karenaa ia melihat dirinya mendapatkan nikmat yang tidak dimiiliki orang-orang yang berada dibawahnya.

TIPS KE EMPAT: BERUSAHA DAN BERDOA AGAR BAHAGIA

1. Berusaha melupakan penderitaan masa lalu

Upaya untuk bahagia
Melupakan berbagai penderitaan masa lalu yang tidak bisa ditolak

Diantara upaya menyingkirkan sebab-sebab yang mendatangkan kegelisahan dan meraih sebab-sebab yang mendatangkan kebahagiaan adalah melupakan berbagai kesulitan yang telah berlalu yang tidak dapat ditolak.

● Hal itu dilakukan dengan melupakan musibah dan hal-hal tidak menyenangkan di masa lalh yang tidak mungkin dikembalikan atau diulang.

● Seorang hamba menyadari bahwa menyibukan pikiran dengan hal-hal tersebut adalah perbuatan sia-sia dan mustahil bahkan termasuk kebodohan dan tindakan yang merugikannya.

● Karena itu ia berjuang melawan hatinya agar tidak terus menerus memikirkannya.

● Demikian pula, ia berjuang melawan hatinya dari rasa cemas terhadap apa yang akan dihadapi di masa depan, seperti bayangan kemiskinan, ketakutan atau berbagai kesulitan yg hanya berupa prasangka dan khalayan.

2. Berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi

■ Doa Mohon Diperbaiki Segala Urusan

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin

"Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan perisai urusanmu, perbaikilah duniamu yang merupakan tempat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan. Dan jadikanlah kematian sebagai tempat istirahat bagimu dari segala keburukan."

■ Doa Disaat Galau dan Gundah

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

"Ya Allah rahmat kasih sayangmu aku harapkan. Maka janganlah engkau serahkan urusanku kepada diriku walau sekejap mata. Perbaikilah semua urusanku. Tiada sembahan yang berhak disembah selain engkau.".

TIIPS KELIMA: MEMPERSIAPKAN MENTAL DALAM KEHIDUPAN

■ Makna Siap Mental
Memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya, agar dapat menguatkan diri untuk menerimanya.

■ Tips Siap Mental
Berupaya menganggap ringan beban kesulitan yang ditanggungnya dengan memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya, kemudian dia kuatkan dirinya untuk menerima hal tersebut.

Jika hal tersebut telah dilakukan, maka selanjutnya dia berupaya untuk memperingan problema yang dihadapi sedapat mungkin.

Dengan kemantapan jiwa dan upaya yang bermanfaat tersebut, akan hilanglah perasaan gundah dan resah, berganti dengan upaya nyata untuk mendatangkan kemanfaatan dan menolak kesulitan yang mudah bagi seorang hamba.

TIPS KEENAM: TEGAR DAN TAWAKAL

1. Hati yang tegar dan tidak panik

● Tidak panik dan tidak larut dalam bayangan-bayangan buruk

Menenangkan hati dan tidak tenggelam pada kepanikan atau bayangan dan pikiran buruk. Hal inu sangat besar pengaruhnya untuk menghindari tekanan jiwa bahkan penyakit fisik.

Karena jika seseorang tenggelam dalam bayangan ketakutan dan hatinya terpengaruh oleh berbagai perubahan, baik dari rasa takut akan penyakit atau yang lainnya, marah dan perasaan tak menentu karena memperkirakan terjadinya kesulitan dan hilangnya berbagai kenikmatan.

Semua itu dapat mendatangkan perasaan gundah, penyakit hati dan penyakit fisik serta ketegangan saraf yang dapat berakhlak buruk.

2. Bersandar dan bertawakal kepada Allah

■ Faidah Tawakal

Jika hati selalu bergantung kepada Allah, bertawakal kepadaNya tidak larut dalam bayang-bayang ketakutan serta pikiran-pikiran buruk, diiringi kepercayaan kepada Allah, seraya mengharap karunianya, maka semua itu akan mengusir perasaan gundah dan sedih dan menghilangkan berbagai penyakit jiwa maupun fisik.

Surat At-Talaq Ayat 3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

TIPS  KETUJUH: TIDAK MEMBENCI

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي لله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ» أَوْ قَالَ: «غَيْرَهُ».  
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 1469]

nabi bersabda: "Hendaklah seorang mukmin laki-laki (suami) tidak mencela mukmin wanita (istri). Jika dia membenci salah satu perilakunya masih ada perilaku lainnya yang dia ridhai. (HR. Muslim)

1. Menerima kekurangan orang lain

● Ingat kebaikannya, lupakan keburukannya

Dengan melupakan keburukannya dan mengingat kebaikannya, maka persahabatan dan komunikasi tetap terjaga dan ketenangan akan tercipta.

2. Menjaga hubungan Baik

● Tunaikan hak orang lain

Hilangnya perasan gundah dan gelisah tetapnya kesucian hati serta kesinambungan dalam menunaikan hak-hak orang lain, baik yang wajib maupun yang sunnah serta terciptanya hubungan yang baik.

TIPS KEDELAPAN; TAK LAUT BERSEDIH, IKHLAS DAN FOKUS KE MASA DEPAN

■ Tidak tenggelam pada kesedihan mendalam

Orang yang berakal mengakui bahwa kehidupan pasti akan merasakan kesedihan yang akan menghampiri.

Lebih baik kita membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita.

Perilaku buruk orang lain terhadap anda sesungguhnya merugikan dirnya sendiri.

4. Berpikir positif
Hiduplah dengan selalu berpikir positif.

● Hakikat ikhlas

Tidak berharap balasan kecuali dari Allah

Surat Al-Insan Ayat 9:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا

"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."

5. Fokus Jangan Berpaling

Menjadikan Semua hal bermanfaat di depan mata, dan berusaha untuk merealisasikannya.

6. Segera Atasi Masalah

Mengatasi sebuah masalah pada saat itu juga, untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan.

7. Dahulukan yang penting dan disukai

● Selayaknya kita memilih diantara perbuatan yang bermanfaat tersebut, mana yang paling penting, dengan mendahulukan perbuatan yang disukai dan lebih condong kepadanya.

● karena jika tidak timbul kebosanan dan kekeruhan.

Jika seseorang telah merealisasikan perkara-perkara itu dalam hidupnya, maka ia sejatinya telah mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Dan tidaklah kebahagiaan itu bisa didapatkan, kecuali jika ia adalah seorang yang beriman dan taat kepada Allah. Karena semuanya atas pertolongan dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik-Nya dan kemudahan kepada kita semua, sehingga kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin..

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■




Comments

Popular Posts