Tauhid, Nafas Seorang Muslimah

Bismillah

Dauroh Dasar Muslimah 7: “Ketika Hati Bersyahadat”

Sesi Pertama:
"Tauhid, Nafas Seorang Muslimah"

Oleh Ustadz Hamdi Albakry, Lc.

Bertempat di The Krakatau Grand Ballroom Ceger Cipayung Jakarta Timur

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

"Tauhid Nafas Seorang Muslimah"

Kehidupan di dunia ini adalah untuk beribadah dan beramal kepada Allah. Kehidupan seorang muslimah harus disibukkan beramal ibadah hanya kepada Allah. Kehidupan itu tidak boleh kosong. Karena Tujuan hidup kita harus sesuai dengan yang digariskan oleh Allah.

Kita sadar bahwa pondasi dari agama kita adalah 2 kalimat syahadat. Karena dia adalah inti dari seluruhnya. 2 kalimat syahadat Adalah yang paling agung dan besar, karena inti dari keislaman kita.

Sebagaimana nabi bersabda: 
Islam Dibangun di atas Lima Dasar

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sehingga 5 hal ini dinamakan dengan rukun islam. Intisari agama kita.

Syahadat Tauhid: Laa ilaaha illallah

● Laa ilaaha illallah" (لَا إِلٰهَ إِلَّا ال) mengandung 2 prinsip besar, yaitu Mengesakan Allah dan Tidak berbuat syirik sama sekali.

Syahadat Rassul: Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah" (وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ), yang artinya "Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Syahadat Rassul terdapat 2 unsur besar juga, mencontoh rassulullahu dan meninggalkan perkara bid'ah.

Oleh karena itu, di dalam 2 kalimat syahadat ada 4 pembahasan besar yang harus kita pelajari.

1. Tauhid
2. Tentang kesyirikan yang harus dijauhi
3. Sunnah, mencontoh nabi
4. Menjauhi perkara bid'ah

Tauhid, Nafas seorang muslimah..

Tauhid adalah mengesakan Allah.

Tauhid ada 3 macam:
1. Tauhid Rububiyah
2. Tauhid Asma' Wasifat
3. Tauhid Uluhiyah

● Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan Allah. Allah yang mengatur segala sesuatu di alam semesta ini.

Hamba meyakini bahwa Allah hanya yang menurunkan hujan, memberikan rezeki, menyembuhkan penyakit, Allah yang memberikan kebahagiaan kepada hambaNya.

● Tauhid Asma' Wasifat

Tauhid Asma' Wasifat adalah mengesakan Allah dalam nama-nama Alalh yang tertera dalam al qur'an. Nama-nama yang sangat agung, terpuji dan sangat mulia. Kebesaran dan kebaikan Allah. Kita tidak boleh meyakini nama-nama Allah untuk makhluknya.

Seperti: As Sami' (Allah Maha Mendengar). Pendengaran Allah tidak sama dengan pendengaran makhluk. Allah Maha mendengar doa hamba-hambaNya. Allah akan menjawab doa hambaNya tersebut.

● Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba. Dan ini adalah inti dari tauhid dan dakwah para nabi. Sehingga nafas muslimah harus diatas tauhid, pondasinya harus tauhid.

Dalam menjalankan kehidupannya harus berdasarkan tauhid, misal: mengurusi rumah tangganya harus berjalan diatas tauhid.

Wanita itu memiliki perasaan yang luar biasa. Ia bisa mengerjakan semua urusan rumah tangga, seperti: hamil, melahirkan dan merawat anak-anaknya. Semua pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh seorang suami.

Namun wanita memiliki perasaan yang sangat peka dan sensitif. Perasaannya inilah yang dapat membuat capek seorang muslimah.

Jika dia tidak bergantung dengan Allah, tapi bergantung dengan manusia, seperti: bergantung dengan suami dan anak-anaknya, ia bisa kecewa dan menderita.

Karenanya seorang muslimah harus memiliki tauhid yang kuat dalam hatinya.

Surat Al-An’am Ayat 162:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

Pembagian tauhid dijelaskan dalam dalil istiqra ( yang membahas rububiyah, asma' wasifat dan uluhiyah).

Dalil istiqra adalah hasil penelitian mendalam para ulama terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah.

10 Keutamaan Tauhid Dalam Hidup kita:

1. Tauhid adalah Tujuan diciptakan Seluruh Alam Semesta

Dalilnya ada didalam surah QS. Adz zariyat ayat 56.

Allah Berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Artinya manusia diciptakan untuk bertauhid kepada Allah. Bahwa hidup kita ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Ini adalah prinsip hidup seorang muslim dan muslimah.

Nabi Muhamad benar-benar menjalankannya dengan sempurna. Beliau diangkat sebagai nabi saat berumur 40 tahun. Berdakwah di mekkah selama 13 tahun. Kemudian beliau diusir dan hijrah ke Madinah. Beliau berdakwah di Madinah selama 10 tahun.

Di tahun kedua hijriah (saat nabi berumur 55 tahun) beliau melakukan perang badar. Tahun 3 hijriah terjadi perang uhud. Saat tahun 5 hijriah  ( beliau berusia 58 tahun) terjadi perang khondaq. Ditahun ke 9 hijriah ( beliau berusia 61 tahun) nabi melakukan perang tabuk. 2 tahun setelahnya, ketika umur nabi 63 tahun beliau meninggal dunia. Itulah kehidupan nabi, beliau sibuk untuk agama Allah.

■ Berletih-letihlah dalam beribadah
Kita harus berletih-letih dalam beribadah kepada Allah. Ketika sudah menyelesaikam amal ibadah, maka kerjakan ibadah selanjutnya.

Surat Al-Insyirah Ayat 7:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain"

■ Penciptaan Langit dan Bumi

Penciptaan 7 lapis langit dan bumi dilakukan oleh Allah. Ini sebagai bukti kekuasaan Allah agar manusia mengetahuinya.

Surat At-Talaq Ayat 12:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu."

2. Tauhid merupakan Dakwah para nabi dan Rasul

Surat An-Nahl Ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)."

Surat Al-Anbiya Ayat 25:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

Kebutuhan tauhid sangat besar dalam kehidupan kita. Karenanya Tauhid merupakan Dakwah para nabi dan Rasul.

3. Tauhid adalah Syarat Diterima Amal Shaleh

Jika kita tidak memiliki tauhid yang benar, maka amal shalehnya akan sia-sia.

Surat Al-Anbiya Ayat 94:
فَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَٰتِبُونَ

"Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya."

Karenanya kita harus beriman kepada Allah, mentauhidkan Allah, karena ini adalah pokok dari keimanan.

■ Kisah Tokoh Jahiliyah Abdullah bin Ju'dan

Aisyah pernah bertanya kpd Rassulullah, tentang kebaikan seorang tokoh jahiliyah Abdullah bin Ju'dan. Tokoh yang sangat dermawan luar biasa, ia suka bersedekah. Aisyah bertanya apakah bermanfaat untuk akhiratnya? Rasul mengatakan semua amalannya tidak bermanfaat untuk akhiratnya. Karena Dia tidak percaya dengan hari kiamat. Tidak ada tauhid didalam hatinya.

Sebagaimana dalam hadits, ‘Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā pernah bertanya kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
يَا رَسُولَ اللهِ، ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ؟
“Yā Rasūlullāh, bagaimana dengan ‘Abdullāh bin Jud’an, waktu di zaman jahiliyah ia menyambung silaturahim, memberi makan kepada orang miskin, apakah bermanfaat bagi dia kebaikannya?

Nabi berkata:
لَا يَنْفَعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ
“Tidak bermanfaat, dia sama sekali tidak pernah berdo’a kepada Allāh: Yā Allāh ampunilah dosa-dosaku pada hari kiamat kelak.” (HR Muslim no 214)

■ Kisah Hakim bin Hizam

Hakim bjn Hizam adalah sepupu ibunda Khadijah, ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya sebelum masuk Islam. Rasulullah ﷺ menjawab bahwa seluruh kebaikan itu tetap dicatat dan bernilai pahala di sisi Allah. Karena Islam menghargai setiap amal saleh yang tulus, menegaskan bahwa Islam tidak menghapus kebaikan masa lalu tetapi melipat gandakannya dengan hidayah. 

4. Tauhid adalah Syarat Umat mendapatkan kekuasaan dan kemenangan di muka bumi

Surat An-Nur Ayat 55:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

■ 3 janji Allah dalam surat An Nur ayat 55 ini adalah:

1. Allah akan memberikan kekuasaan di dunia ini
2. Istiqamah diatas agama Allah
3. Menggantikan keadaan mereka ( rasa takut diganti menjadi rasa aman)

Tauhid adalah segala-galanya. Semakin jauh dari tauhid, maka akan semakin jauh juga kita dari kemenangan.

5. Tauhid adalah Sumber kebahagiaan hidup di dunia dan akherat

Surat An-Nahl Ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Kebahagiaan hidup adalah tujuan setiap muslim dan muslimah. Sebagian orang mengatakan kebahagiaan itu adalah harta, popularitas, dan menggantungkan standar hidup kepada orang lain (berdasarkan validasi manusia).

Berhati-hatilah kalau hidupmu seperti ini, niscaya hidupmu tidak akan bahagia. Karena standar hidup selain tauhid, tidak perlu sama sekali.

Pada saat kebahagian kita tidak bergantung dengan manusia. Dan hanya bergantung kepada Allah, maka kebahagian sejati akan diraih.

Puncak kegagalan dari kehidupan seseorang adalah saat orang itu bunuh diri, tanda kekecewaan seseorang. Ini adalah tanda Suul khatimah. Dia akan disiksa pada hari kiamat sesuai kematiannya, saat ia bunuh diri di dunia.

Kebahagiaan itu dengan mengesakan Allah, beriman dan beramal shaleh. Inilah kebahagiaan sejati sesungguhnya.

Wahai saudariku muslimah, renungkanlah firman dari Rabbmu ini. Rabb yang telah menciptakanmu, yang paling tahu tentang kemaslahatan bagimu.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33)

A. Tauhid Memberikan Kecukupan kepada kita.

Surat At-Talaq Ayat 3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Surat Al-Baqarah Ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

B. Tauhid Menjadikan Hati tenang dan lapang.

Surat At-Taghabun Ayat 11:
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

● Arti Beriman kepada Allah adalah beriman kepada takdir Allah. Kita harus beriman kepada takdir Allah dengan benar dan kuat di dalam hati seorang muslimah.

Sehingga jika Allah mentakdirkan yang buruk, yakinlah sesungguhnya ada kebaikan didalamnya. Ini menjadikan hati kita lapang dan tenang.

Kita harus sabar dan berhusnudzon kepada Allah. Ia tetap berusaha dan berdoa kepada Allah.

Karena Salah satu Ibadah yang harus dikerjakan seorang hamba adalah ibadah Menunggu jalan keluar. Sehingga Hatinya akan bahagia selamanya. Sebab sumber kebahagiaan berada dalam hatinya. Dalil yang merangkum ini semua tercantum dalam alqur'an surah An Nahl ayat 97.

6. Tauhid adalah Sebab Berkumpulnya keluarga di Surga

Surat At-Tur Ayat 21:

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

" Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."

Karenanya Ajarkan tauhid yang benar kepada semua anggota keluarga, agar kelak dapat berkumpul kembali di surga Allah.

7. Sebab Terbesar Meraih Istiqamah.

Makna Istiqamah

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu pernah ditanya tentang makna istiqamah. Kita mengetahui bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah manusia paling mulia setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau memiliki keteladanan dalam keistiqamahan.

Ketika ditanya tentang makna ثُمَّ اسْتَقَامُوا, beliau menjawab:
أن لا تشرك بالله شيئًا 
“Yaitu engkau beriman dan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.”

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan maksud dari perkataan Abu Bakar ini. Kata beliau: “Yang dimaksud adalah istiqamah murni di atas tauhid.” Yakni istiqamah di atas ketulusan dalam beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat syirik.

Inilah perkara paling utama yang harus selalu diusahakan agar tetap berada di atasnya, yaitu tauhid.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ‎﴿١٣﴾‏ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ‎﴿١٤﴾‏
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Aḥqāf [46]: 13–14)

8. Tauhid adalah Sebab seseorang memiliki akhlak Mulia

Semakin tauhidnya bagus, maka akhlaknya akan semakin mulia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Semakin kita belajar ilmu agama, maka akhlak kita harus semakin bagus.

Nabi bersabda:
الحَدِيْثُ الخَامِسُ عَشَرَ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.
رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

● Lisannya selalu berkata baik, senantiasa berbuat baik dengan tetangganya dan  memuliakan tamunya.

● Motivasi diri dalam hidup seorang muslimah (sebagai seorang istri)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam berkata:
إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad)

● Berharap hanya balasan dari Allah

Surat Al-Insan Ayat 9:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا

"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."

9. Tauhid Sebab Dihapuskan Dosa-dosa

KELUASAN AMPUNAN ALLAH SUBHANAHU WA TAALA YANG MAHA LUAS

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  يَقُوْلُ :  قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً 

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”  (HR. at-Tirmidzi)

10. Sebab Masuk Surga dan Terhindar dari Neraka

Jikaa seorang muslimah mentauhidkan Allah, Sungguh Allah akan memasukannya kedalam surga. Walau amalnya sedikit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل

“Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)

■ Kita punya PR Besar?

Yakni Mempelajari tauhid dengan rinci. Dalam satu pekan kita harus belajar tauhid. Karena ini adalah sumber kebahagiaan hati kita. Salah contohnya adalah belajar Kitab tauhid karya Syeikh Muhammad Abdul Wahab.

Ya Hayyu, Ya Qoyyum. Wahai Zat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal. Dengan rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah segala urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya sekejap mata. Matikan kami diatas tauhid, husnul khatimah. Amin Yaa Mujibbas Sa’ilin.

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■



Comments

Popular Posts