Akidah Ahlussunnah terhadap Sahabat Rasulullah

🔴 TABLIGH AKBAR🔴


📚Akidah Ahlussunnah terhadap Sahabat Rasulullah
🎙 Pemateri: Syaikh Dr. Akram Ziyadah
Penerjemah: Ustadz Cecep Nurrohman, M.A.

🗓 Selasa, 21 April 2026 M | 4 Dzulqo'dah 1447 H

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Mengawali majelis kita Syaikh mengucapkan tahmid memuji Allah subhanahu wa ta'ala dan bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Para jamaah sekalian yang hadir, dalam rangka mengamalkan tuntunan Rasulullahu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh mengatakan aku mencintai kalian karena Allah.

Sebagaimana nabi bersabda, ketika ada  seseorang berada di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu seseorang lain lewat. Orang yang duduk tadi berkata: 
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini (karena Allah)."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: 
أَعْلَمْتَهُ؟
"Apakah engkau sudah mengabarkannya (memberitahu dia)?"
Orang itu menjawab: "Belum."

Nabi bersabda: 
أَعْلِمْهُ
"Kabarkanlah (beritahu) kepadanya."
Maka ia pun menyusul orang tersebut dan berkata, "Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah." 

Orang yang diberitahu menjawab, "Semoga Allah mencintaimu yang membuatmu mencintaiku karena-Nya" (HR. Abu Dawud).

Dalam riwayat lain Imam ahmad, Nabi bersabda: Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mendatangi rumahnya dan memberitahukan kepadanya bahwa ia mencintainya karena Allah.” (HR. Ahmad )

Syaikh pun mengatakan Aku mencintai antum semua karena Allah. Dan aku berharap kita mendapatkan keutamaannya yaitu berupa naungan dari Allah pada hari kiamat kelak.

Berdasarkan Hadis Qudsi, Allah berfirman: "Allah akan menaungi mereka yang mencintai karena Allah, bahkan menempatkan mereka di mimbar-mimbar cahaya. Mereka adalah salah satu dari tujuh golongan yang aman dari panasnya mahsyar."

Dan nabi juga mengatakan 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, salah satunya dua anak manusia yang mencintai karena Allah.

Nabi Muhammad menjanjikan kenikmatan besar berupa naungan pada Hari Kiamat bagi orang yang mencintai sesama saudaranya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ…

“Dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda: Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (yaitu) pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabb-Nya, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah”. (HR Bukhari).

Syaikh berkata Aku kembali duduk bersama kalian dan aku mencintai kalian malam ini lebih dari pertemuan sebelumnya.

Seorang muslim yang mencintai karena Allah adalah bagian dari iman yang paling kuat.

Sebagaimana sabda nabi: Sekuat-kuat buhul/ ikatan keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah."

Dalam pertemuan ini, kita akan membahas Akidah Ahlussunnah terhadap Sahabat Rasulullah. Bahwasanya kita mempersaksikan semua makhluk, manusia, malaikat-malaikat Allah, dan kita semua mencintai para sahabat nabi.

Setiap orang yang melihat nabi semasa hidupnya adalah sahabat nabi. Dan dia mati diatas keimanan dan risalah nabi.

Kita mencintai semua sahabat karena Allah. Dan kita memiliki keyakinan yang sangat kuat berdasarkan dalil-dalil yang shahih.  Bahwasanya seluruh sahabat nabi tanpa terkecuali telah diberi kabar akan memperoleh surga. Dan Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya.

Adapun diantara dalil dalam al qur'an. Para sahabat nabi telah dijanjikan surga oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah berfirman:
﴿لَا يَسْتَوِي مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِينَ أَنفَقُوا مِن بَعْدُ وَقَاتَلُوا ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ﴾
Tidak sama antara orang-orang di antara kamu yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum kemenangan (Fathu Makkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan dan berperang setelah itu. Tetapi kepada masing-masing, Allah menjanjikan balasan yang terbaik.” (QS. Al-Ḥadīd: 10)

Kata al husna dalam alquran, maknanya adalah al jannah (surga Allah).

Surat Yunus Ayat 26:
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."

Jiadah adalah nikmat melihat Allah. Nikmat tambahan yaitu dapat melihat Allah. Dan ini adalah puncak kenikmatan yang luar biasa.

Para sahabat baik dari Muhajirin dan Anshar, maka semuanya Allah janjikan surga.

Mereka bertingkat-bertingkat, tanpa terkecuali baik mereka yang pernah melakukan kesalahan/dosa, berupa dirajam, pernah memfitnah. Dibalik itu semua, Mereka adalah manusia terbaik di muka bumi ini setelah para nabi dan rassul.

Mereka yang dipilih Allah untuk menemani nabi. Mereka berada diatas derajat yang sangat tinggi. Dan Allah menjanjikan ampunan dosa bagi mereka.

Bahwasanya para sahabat, mereka disisi Allah dan Rassul. Dan disisi orang beriman, para sahabat itu bertingkat-tingkat.

Surat At-Taubah Ayat 100:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

Allah meridhai semua sahabat nabi dan mereka pun ridha kepada Allah. Maka ini adalah kemenangan dari Allah untuk para sahabat. Dan tidak mungkin suatu kaum yang diberi kemenangan oleh Allah, tidak mungkin mereka merugi. Dan Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya.

Allah melihat kondisi hati hamba-hambaNya. Sebelum mengutus Rasul. Maka Allah memurkai semuanya, kecuali sisa-sisa ahlul kitab yang masih berpegang teguh diatas agamanya.

Kemudian nabi diutus ditengah para sahabat. Para sahabat membenarkan dan mengimani semua yang dikatakan nabi. Baik dari orang-orang yang merdeka, atau budak, baik wanita atau laki-laki. Para sahabat adalah contoh terbaik dalam keimanan.

Sampai-sampai mereka mengorbankan jiwa-jiwa mereka diatas keimanan. Sebagai contoh sahabat yang mati syahid. Sumayyah binti khayyat. Sumayyah dulu adalah seorang budak. Suaminya Yasir abu Ammar. Beliau juga syahid setelah wafat istrinya. Demikian anak keduanya juga syahid.

Sumayyah adalah sahabiyah pertama yang syahid di jalan Allah. Ia adalah ibu dari Ammar bin Yasir Radhiyallahu ‘Anhuma. Sumayyah dikenal dengan sebutan awwalusy-syahidah (wanita pertama yang syahid dalam Islam).

Ayah Ammar adalah Yasir, seorang penduduk Yaman. Ia datang ke Makkah bersama dua saudaranya. Setelah urusannya selesai, kedua saudaranya pulang, sedangkan Yasir menetap di Makkah. Yasir kemudian berkenalan dengan kabilah Bani Makhzum dan akhirnya menikah dengan Sumayyah.

Awalnya Yasir adalah seorang budak, lalu dimerdekakan oleh tuannya, Abu Hudzaifah al-Makhzumi.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdakwah, Yasir, Sumayyah, dan Ammar termasuk orang-orang pertama yang masuk Islam. Karena status sosial mereka lemah, bahkan mantan budak, mereka mengalami penyiksaan hebat.

Sumayyah Radhiyallahu ‘Anha disiksa oleh Abu Jahal hingga ditusuk dengan tombak di kemaluannya sampai wafat, menjadi syahidah pertama dalam Islam. Yasir pun wafat setelah disiksa berat.

Ammar bin Yasir disiksa hingga tidak sadarkan diri, bahkan sempat dipaksa mencela Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan memuji berhala. Hal ini membuat sebagian orang menuduh Ammar telah kafir. Ammar pun mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan hati sedih.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya: “Bagaimana engkau mendapati hatimu?”
Ammar menjawab: “Hatiku tetap tenang dalam keimanan.”. Maka turunlah firman Allah:
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ…
“Barang siapa kafir kepada Allah setelah beriman, maka ia mendapat murka Allah, kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam iman.” (QS. An-Nahl [16]: 106)

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Ammar:
إِنْ عَادُوا فَعُدْ
“Jika mereka menyiksamu lagi, maka ucapkanlah lagi (apa yang mereka inginkan).” (HR. al-Hakim)

Nabi pernah memuji Ammar bin Yasir, Sesungguhnya jasadnya penuh keimanan, dari ujung kaki sampai kepala.

Suatu hari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat keluarga Yasir disiksa oleh pemuka Qurasiy dan nabi mengatakan:
صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ، فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ
“Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sungguh janji Allah adalah surga untuk kalian."

Setelah nabi wafat, Ammar bin Yasir dibunuh. Dimana nabi telah mengabarkan Ammar bin Yasir akan dibunuh sebelum beliau wafat. Namun mereka tidak akan keluar dari islam. 

Inilah yang Allah inginkan. Sebagai bentuk kemulian yang diberikan oleh Allah. Ammar bin Yasir adalah seorang hamba, anak seorang hamba dan budak dari manusia. Namun mereka derajatnya tinggi disisi Allah yang tidak dimiliki manusia lainnya.

Beginilah kondisi para sahabat nabi. Dimana hati-hati mereka penuh dengan keimanan. Kalaupun ada kalimat kufur karena terpaksa, tapi hati mereka penuh dengan keimananan.

Ammar bin Yasir adalah seorang syahid.

Ketika Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dengan menguasai negeri-negeri dibawah Sa'ad bin Abi Waqash. Kemudian Umar bin Khatab menjadikan Sa'ad sebagai Gubernur di Iraq.

Mereka mengeluhkan Sa'ad bin abi waqash. Kemudian Umar menurunkan Saad dan menggantinya dengan Ammar bin Yasir.

Sa'ad memiiilki kecakapan dalam memimpin satu wilayah. Sa'ad bin waqash adalah sosok terbaik dan termasuk 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga. Sa'ad adalah pemuka qur'aisy, sementara Amar bin Yasir adalah anak seorang budak. Maka pilihan Umar bin Khatab diantara bentuk kefaqihan beliau dalam memahami firman Allah.

Allah berfirman:
وَنُرِيْدُ اَنْ نَّمُنَّ عَلَى الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا فِى الْاَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ اَىِٕمَّةً وَّنَجْعَلَهُمُ الْوٰرِثِيْنَۙ

"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, hendak menjadikan mereka pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi duni ini." (QS. Al-Qashash: 5)

Adapun seluruh sahabat nabi, maka pembicaraan satu- satu sahabat sangatlah panjang. Syaikh akan menyebutkan beberapa contoh saja agar kita mengetahui bagaimana kedudukan para sahabat disisi Rasulullah.

Meski  masih ada sahabat yang terjatuh kedalam dosa dan kesalahan. Sebagai contoh mereka pernah berpaling dari jihad fisabilillah. Tapi Allah mengampuni mereka semua.

Surat Ali ‘Imran Ayat 155:
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا۟ ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."

Mereka pernah menahan diri mereka. Tidak memenuhi panggilan untuk berjihad.

Surat At-Taubah Ayat 117:
لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

"Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka."

Bahwasanya bumi itu luas. Tidak ada tempat lari. Kemudian Allah menerima taubat mereka.

Inilah dalil-dalil yang menjelaskan mereka pernah berbuat kesalahan. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang dipilih Allah untuk menemani Rasullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagian sahabat, diantaranya ada sahabat laki-laki dan sahabat perempuan. Ada yang sudah menikah dan belum, sebagian sahabat tersebut terjatuh dalam perbuatan zinah. Nabi pun menegakan hukumannya dengan razam. Setelah sahabat itu wafat, nabi masih menshalatkannya. Nabi mengatakan betapa tulus taubatnya.

Rasulullah menshalatkan wanita Al-Ghamidziyah ini, Ummar bin Khathab terheran:

"Engkau menshalatinya, wahai Rasulullah? Padahal ia telah berzina." Rasulullah menjawab, "Dia telah bertaubat dengan taubat yang sekiranya dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya mencukupinya. Apakah engkau menemukan taubat yang lebih baik daripada orang yang menyerahkan jiwanya kepada Allah."

Pelajaran yang bisa diambil dari kegelinciran para sahabat. Bahwa setiap manusia punya hawa nafsu yang menyebabkan mereka jatuh kedalam kubangan dosa. Namun mereka segera taubat dari kesalahan tersebut, dengan taubatan nasuha. Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan yang memperbaharui taubatnya kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.
Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.”

Agar umat yang datang setelah nabi ketika melakukan kesalahan segera bertaubat. Karena kesalahan bisa jatuh kepada siapa saja. Manusia terbaik saja bisa jatuh, apalagi orang-orang biasa akan jatuh pada kesalahan. Yang paling penting kita segera kembali kepada Allah.

Kita memohon kepada Allah agar diberi taufik untuk bertaubat kepada Allah. Dengan nama Allah At-Tawwab, semoga Allah membimbing kita untuk bertaubat kepadaNya.

Pembicaraan tentang sahabat nabi butuh waktu yang sangat panjang. Allah yang paling mengetahui cinta kita kepada para sahabat nabi. Bahwasanya kita semua mencintai para sahabat nabi, baik yang kita sebutkan atau tidak diebutkan pada  malam ini.

Allah muliakan mereka sebagai pendamping nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan yang memilih mereka adalah Allah Rabbul 'Alamin. Allah memuliakan nabi dengan sahabat-sahabat yang mulia. Mereka membenarkan nabi dengan hati, perkataan dan perbuatan mereka.

Allah Berfirman:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran (shiddiqin), orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa': 69) 

Ketika membaca Ihdinash Shirathal Mustaqim (Tunjukilah kami jalan yang lurus) dalam Surat Al-Fatihah, kita memohon bimbingan untuk menempuh jalan yang benar.

Jalan yang lurus (shiratal mustaqim) tersebut ditegaskan dalam lanjutan ayatnya sebagai jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.

Mereka adalah para Nabi, Siddiqin (orang-orang yang jujur/ setia), Syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan Shalihin (orang-orang saleh).

Kita memohon keteguhan hati untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jalan hidup para sahabat yang istiqamah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Semoga Allah memasukan kita kedalam surga Firdaus bersama nabi dan para sahabat. Aamiin..

Semoga bermanfaat
Ummu aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■






Comments

Popular Posts