Ketika Ilmu dan Iman Bertemu
Bismillah..
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh*Ketika Ilmu dan Iman Bertemu*
*Tafsir Surat Al-‘Alaq*
bersama
*USTADZAH ZAHROTUL JANNAH Hafidzhahallahu Ta'ala - Mudirah BiZA Indonesia (Baitul 'Ilmi Zahra Academy) dan Pembina Mu’allimat HSI Tartil Academy Program QITA Akhwat*
🗓 Selasa, 14 April 2026
🕰️ 08.00 - 11.00 WIB
📍 Masjid Muadz Bin Jabal
Jl. Kav. Bulog, Bojong Kulur , Kec. Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
*Ketika Ilmu dan Iman Bertemu*
Ketahuilah bahwasanya seseorang yang melangkahkan kakinya di majelis ilmu merupakan anugerah dan karunia terbesar dari Allah. Karena langkah-langkah tersebut membimbing dan menghantarkan dia menuju surga.
Maka berbahagialah kita semua telah duduk di taman-taman surga di dunia ini. Yakni di majelis-majelis ilmu. Selain, Raudah di masjid nabawi Madinah, yang juga merupakan taman surga di dunia.
Nikmat tersebut hendaklah kita syukuri. Jangan dianggap biasa-biasa saja. Karena kebanyakan manusia mengira, jika diberikan limpahan harta, itu nikmat luar biasa. Tapi hamba pilhan Allah selalu mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan, meski nikmat terkecil sekalipun. Dia berusaha menjalankan nikmat-nikmat Allah itu dengan menjadi hamba yang bertakwa.
Barangsiapa yang tidak bisa berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak berterima kasih kepada Allah.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.”
Salah satu karunia Allah yang terbesar yang telah Allah berikan kepada kita adalah Allah jadikan kita orang yang beriman (hamba yang berada diatas agama yang hak ini). Maka pertahankanlah anugerah yang besar ini semaksimal mungkin. Jaga karunia yang Allah berikan ini.
Kenapa Allah memilih kita memperoleh hidayah iman ini? Allah memilih hambaNya untuk mendapat hidayah iman (taufik) karena kehendak dan hikmahNya yang mendalam.
Ini adalah anugerah terbesar hasil dari petunjuk Allah, yang sering kali diberikan kepada mereka yang berupaya mencari kebenaran dan memiliki hati yang lembut. karenanya kita harus banyak-banyak bersyukur.
Sebagaimana kisah nabi Nuh. Meski nabi Nuh adalah seorang nabi dan Rassul, namun akhir kisah keluarga nabi Nuh menyedihkan. Anak dan istrinya ditakdirkan tidak beriman kepada Allah. Keluarga nabi menentang semua ajaran nabi Nuh dan durhaka kepada Allah.
Karenanya bersyukurlah kita diberikan iman dan hidayah untuk bertauhid dan mengenal Allah Rabb yang paling tinggi.
■ Bagaimana menjaga nikmat iman, nikmat terbesar ini agar tidak hilang?
Yaitu dengan Ilmu. Kita harus terus pupuk keimanan ini dengan ilmu dan belajar di majelis llmu. Kenapa dengan ilmu? Karena ilmu adalah kunci segala kebaikan.
Ilmu merupakan sarana untuk menunaikan apa yang diwajibkan Allah kepada kita. Tak sempurna keimanan seseorang, kecuali dengan ilmu. Maka dengan ilmu itu Allah diibadahi, dengan ilmu hak Allah dipenuhi, dan dengan ilmu, agama Allah disebarluaskan.
■ Kebutuhan pada ilmu jauh lebih besar daripada dengan makanan dan minuman.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan agama ini sebagai karunia terbesar. Allah tidak menyebutkan karunia terbesar itu dengan Allah berikan makan, minum, dengan Allah berikan harta berlimpah, bukan itu karunia terbesar.
Itu memang nikmat dari Allah. Tapi ketika Allah menyebutkan “karunia terbesar”, Allah sebutkan karunia iman, karunia diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membawa petunjuk yang sempurna.
Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullahu Ta’ala telah mengatakan:
الناس إلى العلم أحوج منهم إلى الطعام والشراب
“Manusia lebih butuh kepada ilmu dibandingkan kebutuhan terhadap makanan dan minuman.”
لان الطعام والشراب يحتاج اليه في اليوم مرة او مرتين
“Karena makan dan minum dibutuhkan dalam sehari sekali atau dua kali.”
والعلم يحتاج اليه في كل وقت
“Sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.”
Ilmu itu membedakannya dengan makhluk lain. Jika kita ingin menyandang kemuliaan dan kehormatan yang tak lekang dari masa dan waktu, maka jadilah orang yang berilmu.
Yang dimaksud adalah ilmu syar'i, seorang mukallaf yang mempelajari ilmu mengenal Allah, sifat-sifat Allah, hak apa saja yang harus ditunaikan, cara mensucikan Allah, dan Ilmu apa saja yang wajib dituntut untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan di surgaNya Allah.
■ Mengapa kita mempelajari Ilmu Syar'i?
● Agar kita terus diberikan hidayah oleh Allah.
● Agar iman kita tetap tegak dan bagus.
● Supaya hidup kita ada perubahan, dari yang tidak tahu menjadi tahu dan lebih tahu lagi (lebih dalam lagi). Dari yang gelap menjadi terang dan dari ragu-ragu menjadi yakin.
Dari Mu’awiyah radhiallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama”
■ Keutamaan Menuntut Ilmu
Ilmu akan menguatkan hati kita, yang tadinya ragu menjadi yakin, karena itu berada di jiwa-jiwa kita. Perhiasannya dengan ilmu. Inilah kebaikan bagi para penuntut ilmu.
Coba liat orang yang tidak beriman, dia tidak datang ke majelis ilmu. Hatinya kosong karena tidak ada ilmu.
Ilmu dan iman itu 2 hal yang tidak bisa kita pisahkan. Kenapa? Karena dengan adanya ilmu, iman akan terus berkembang. Yang awalnya sedikit akan terus bertambah dan meningkat keimanannya, dengan menuntut ilmu.
Surat Al-Mujadalah Ayat 11:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ilmu dan iman bersatu menuntun kita ke jalan kesalamatan. Kehidupan kita itu berdasarkan dengan waktu. Karenanya, Allah bersumpah dengan waktu,
QS. Al Ashr ayat 2:
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian"
Orang beriman dan beramal shaleh adalah orang yang tidak merugi.
Qs. Al Ashr ayat 3:
"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Orang yg paling baik dan beruntung adalah orang yg panjang umurnya dan banyak pahalanya"
Iman tidak datang dengan tiba-tiba. Iman itu ilmu. Ilmu dan iman akan melahirkan amal shaleh. Ilmu dan iman adalah imamnya amal, menghantarkan kita kejalan keselamatan dengan melahirkan amal shaleh.
■ Kenapa kita harus beramal?
Apa saja Buah dari amal shaleh:
1. Akan membuat hidup di dunia menjadi indah dan meraih kebahagiaan di akherat kelak.
Surat An-Nahl Ayat 97:
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
2. Ketika seseorang beramal shaleh, maka Allah akan mencintainya.
Surat Maryam Ayat 96:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحْمَٰنُ وُدًّا
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."
3. Akan mendapatkan derajat tertinggi di dalam surga.
Surat Thaha Ayat 75
وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ
"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),"
4. Mendapatkan keridhaan dari Allah.
Surat Al-Bayyinah Ayat 7:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Surat Al-Bayyinah Ayat 8:
جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ
"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya."
5. Dilapangkan rezeki dan mendapat ampunan dari Allah.
Surat Al-Hajj Ayat 50:
فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
"Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia."
6. Sebagai penghapus dosa dan kesalahan.
Surat Muhammad Ayat 2:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَءَامَنُوا۟ بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَهُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۙ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
"Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka."
7. Akan disempurnakan pahala atas mereka.
Surat An-Nisa Ayat 173:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسْتَنكَفُوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
"Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah."
8. Akan dimasukan Rahmat (kedalam surga) dan meraih keberuntungan.
Surat Al-Jatsiyah Ayat 30:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِى رَحْمَتِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata."
9. Akan dikeluarkan dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderangan.
Surat At-Talaq Ayat 11:
رَّسُولًا يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ مُبَيِّنَٰتٍ لِّيُخْرِجَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَٰلِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ ٱللَّهُ لَهُۥ رِزْقًا
"(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya."
Jadi beruntunganlah orang-orang yang diberikan karunia tersebut. Amal itu adalah pembuktian dari ilmu yang dipelajari, karena Ilmu itu butuh untuk dibuktikan.
■ Manusia itu diliat dari ilmu dan amal
(3 golongan manusia):
1. Orang yang tersesat.
2. Orang yang dimurkai.
3. Orang mendapatkan petunjuk.
● Orang yang tersesat adalah Mereka yang beramal tanpa ilmu. Contohnya orang nasrani.
Kita memohon kepada Allah agar kita bisa meneladani ilmu yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam beramal shaleh, sehingga kita selamat di dunia akherat. Dan berkumpul dengan orang-orang beriman pilihan Allah di dalam surgaNya kelak.
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
*Tafsir Surat Al-‘Alaq*
Surat Iqro’ atau surat Al ‘Alaq adalah surat yang pertama kali diturunkan pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Surat tersebut adalah surat Makkiyyah. Bukti diangkatnya seorang nabi. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat sebagai nabi dan Rasul saat berusia 40 tahun 6 bulan 12 hari.
Nabi mendapatkan wahyu pertama ini di Gua hira. Wahyu diturunkan di bulan ramadhan, ada yang mengatakan tanggal 17 atau 21 ramadhan. Al qur'an ini adalah salah satu mukjizat nabi yamg masih tersisa. Sehingga kita bisa merasakan mukjizat nabi ini.
■ Beberapa isi kandungan Surat Al-‘Alaq:
1. pentingnya orang berilmu. Ilmu itu sangat penting.
2. Pentingnya kita bertauhid kepada Allah.
3. Allah mengajarkan ilmu kepada manusia.
4. Asal usul dari penciptaan manusia. Dari segumpal darah, ini mengingatkan kita akan kelemahan kita agar tidak berbuat sombong.
Di awal-awal surat berisi perintah membaca. Yang dengan membaca dapat diketahui perintah dan larangan Allah. Jadi manusia bukanlah dicipta begitu saja di dunia, namun ia juga diperintah dan dilarang. Itulah urgensi membaca, maka bacalah, bacalah!
Allah Ta’ala berfirman,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Surat ini adalah yang pertama kali turun pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Surat tersebut turun di awal-awal kenabian. Ketika itu beliau tidak tahu tulis menulis dan tidak mengerti tentang iman.
Lantas Jibril datang dengan membawa risalah atau wahyu. Lalu malaikat Jibril memerintahkan nabi untuk membacanya.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam enggan.
Beliau berkata,
مَا أَنَا بِقَارِئٍ
“Aku tidak bisa membaca.”
Beliau terus mengatakan seperti itu sampai akhirnya beliau membacanya.
Kemudian turunlah ayat,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan“.
Yang dimaksud menciptakan di sini adalah menciptakan makhluk secara umum. Tetapi yang dimaksudkan secara khusus di sini adalah manusia.
Manusia diciptakan dari segumpal darah sebagaimana disebut dalam ayat selanjutnya,
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”
Manusia bukan hanya dicipta, namun ia juga diperintah dan dilarang. Untuk menjelaskan perintah dan larangan ini diutuslah Rasul dan diturunkanlah Al Qur’an. Oleh karena itu, setelah menceritakan perintah untuk membaca disebutkan mengenai penciptaan manusia.
Setelah itu, Allah memerintahkan,
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
“Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.”
Disebutkan bahwa Allah memiliki sifat pemurah yang luas dan karunianya yang besar pada makhluk-Nya.
Di antara bentuk karunia Allah pada manusia adalah Dia mengajarkan ilmu pada manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Semoga Allah memberi taufik dan hidayahNya kepada kita semua..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Comments
Post a Comment