Lisanmu, Cerminan Imanmu
Bismillah
Dauroh AKHLAK Babussalam
🎙 Bersama pemateri
SESI 2 (13.00-15.00 WIB)
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., BA
*Lisanmu, Cerminan Imanmu*
In syaa Allah:
🗓 Ahad, 19 April 2026 | 1 Dzulqa'dah 1447 H
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Lisanmu, Cerminan Imanmu..
Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penerjemah hati dan pengungkap isi hati.
Oleh karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan istiqamah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lisan itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seorang hamba. Orang yang imannya rendah dia akan mudah mengeluarkan lisannya.
Nabi mengatakan setiap pagi manusia, seluruh anggota badannya akan tunduk dengan lisannya. Jika lisan bertakwa kepada Allah untuk menjaga kami. Aktivitas kami mengikuti kamu. Kalau kamu istiqamah, kami akan istiqamah..
Sebagaimana hadist dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ، فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ: اتَّقِ اللهَ فِينَا، فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ، فَإِنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا، وَإِنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا"
"Apabila anak cucu Adam masuk di waktu pagi hari, maka seluruh anggota badan tunduk kepada lisan, seraya berkata: 'Bertakwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami, karena kami mengikuti-mu. Apabila kamu lurus (istiqamah), maka kami pun lurus. Dan apabila kamu bengkok (menyimpang), maka kami pun bengkok.'" (HR. Tirmidzi, Ahmad).
Ini adalah hal yang gaib. Walau kita tidak mendengar dialog ini setiap paginya. Karena logika manusia tidak akan sampai, namun kita harus mengimani hadist nabi ini. Sehingga kita yang percaya ini, akan menjaga lisannya setiap saat.
Poin Penting yang dapat kita ambil dari Hadits ini adalah:
• Lisan sebagai Pemimpin: Lisan dianggap sebagai pemimpin atas seluruh anggota tubuh. Jika lisan berbicara hal baik, anggota tubuh lain akan berbuat baik. Jika lisan berucap buruk, anggota tubuh lain akan terjerumus ke dalam keburukan.
• Istiqamah Lisan: Anggota tubuh (tangan, kaki, mata, dan lain-lain) menggantungkan keistiqamahannya (ketaatannya) pada lisan.
• Perintah Takwa: Anggota tubuh "mewanti-wanti" lisan untuk bertakwa kepada Allah setiap pagi.
Hadits ini menekankan betapa pentingnya menjaga lisan agar tidak melakukan ghibah, fitnah, atau ucapan buruk lainnya agar seluruh aktivitas anggota tubuh lainnya tetap dalam ketaatan kepada Allah.
Ada peribahasa: "tidak menyerang secara fisik, tapi menyakiti lebih dari tusukan pedang. Lidah lebih tajam daripada pedang"
Para ulama mengatakan Apabila lisan itu lurus dan berusaha menjauhi seluruh dosa. Maka anggota badan lain dimudahkan untuk melakukan ketaatan. Jika lisan lurus, maka semuanya akan ikut lurus.
Salah satu faktor untuk istiqamah adalah dengan menjaga lisan, agar kita bisa melakukan ketaatan.
Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam (terasa) telah begitu banyak bagiku (sehingga aku takut tidak mampu memenuhinya). Maka mohon beritahukan kepadaku sesuatu (amalan) yang dapat aku jadikan sebagai pegangan!" Beliau pun bersabda: "Hendaklah lidahmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah."
(HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.
Intisari Penting dari Hadis ini:
• Amalan Paling Ringan & Utama: Zikir adalah amalan yang paling ringan dilakukan lisan, namun sangat berat dalam timbangan dan dicintai Allah.
• Makna "Basah": Maksudnya adalah lisan tidak pernah berhenti/kering dari zikir (menyebut nama Allah, tasbih, tahmid, tahlil, takbir) dalam segala keadaan, bukan hanya di dalam masjid.
• Sebagai Solusi : Nabi menunjuk satu amal ini sebagai pegangan utama agar mudah melakukan amal ibadah yang lain, karena zikir hati dan lisan membuat seseorang terjaga dari maksiat dan termotivasi melakukan ketaatan yang lain.
Rajin menyebut nama-nama Allah dengan toyyibah. Maka orang tersebut akan semakin mencintai Allah. Dengan mencintai Allah, ketundukan dia akan semakin bertambah dan mudah melakukan syariat islam yang lain.
Abu hurairah: dalam sehari membaca tasbih sebanyak 12 ribu.
Jangan banyak buang waktu kosong. Waktu itu adalah emas. Habiskan waktu kita dengan zikrullahu, memuji Allah dan perbanyak istighfar kepada Allah.
Cacat lisan itu ada 2:
1. Cacat ketika berbicara (bicara ngawur dan ga benar).
2. Saat lisan diam (waktunya dia harus bersuara justru dia diam saja).
Bagaimana jika ia tidak berani berbicara?
● Bicara hukumnya wajib:
Dalam permasalahan ibadah. Semua yang hukumnya wajib, maka lisan harus diucapkan. Contoh rukun dalam shalat. Kita harus mengucapkan bacaan dalam shalat, tidak boleh bergumam didalam hati (hanya mingkem saja).
Siapa yang membaca rukun shalat dalam bentuk bacaan dalam shalatnya dengan hatinya saja tanpa menggerakkan lidah dan bibir maka shalatnya tidak sah, karena tidak menunaikan rukun shalat dalam bentuk bacaan.
● Hukumnya wajib dalam muamalah
Contohnya: Menjawab salam, mengingatkan orang amar ma'ruf nahi mungkar.
Jika ada sebuah kemungkaran, kita harus mengingatkan. Jika hanya diam, dia seperti setan yang bisu.
Sebagian salaf mengatakan:
الساكت عن الحق شيطان أخرس والناطق بالباطل شيطان ناطق
“Orang yang diam dari kebenaran adalah syaithan yang bisu sedangkan orang yang berucap dengan kebatilan adalah syaithan yang berbicara.”
Jika kita tidak mampu mengingatkan orang lain dengan lisan, maka ingkarilah dengan lisan dan doakan.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.”
● Berbicara Hukumnya Mubah.
Seperti kegiatan kita sehari-sehari.
Allah mengingatkan manusia bahwa berbicara namun tidak ada pahalanya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Qs. An nisa ayat 114.
QS. An-Nisa Ayat ke-114:
لَا خَيۡرَ فِىۡ كَثِيۡرٍ مِّنۡ نَّجۡوٰٮهُمۡ اِلَّا مَنۡ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوۡ مَعۡرُوۡفٍ اَوۡ اِصۡلَاحٍۢ بَيۡنَ النَّاسِ ؕ وَمَن يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ فَسَوۡفَ نُـؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar."
Sebuah kalimat kebahagian yang kamu masukan di hati seorang muslim, maka itu bernilai pahala.
Tugas menjaga lisan ini sangat berat untuk seorang wanita. Kemampuan menyakiti orang lain adalah dengan lisan, dibanding dengan tangan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَـإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِـنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.
“Sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wanita, karena sesungguhnya seorang wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya, dimana jika engkau meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wanita.”
Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah menyampaikan: قيل للنبي صلى الله عليه و سلم : يا رسول الله ! إن فلانة تقوم الليل وتصوم النهار وتفعل وتصدق وتؤذي جيرانها بلسانها ! فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : لا خير فيها ؛ هي من أهل النار . قال : وفلانة تصلي المكتوبة وتصدق بأثوار ( من الأقط ) ولا تؤذي أحدا . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : هي من أهل الجنة .
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah sering melakukan shalat malam, berpuasa di siang harinya, mengerjakan (berbagai amal kebaikan), dan bersedekah, namun ia juga suka mengganggu tetangganya dengan lisannya.”
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.”
Ditanyakan lagi kepada beliau, “Sesungguhnya si Fulanah lainnya (hanya) mengerjakan shalat wajib dan bersedekah (hanya) dengan sepotong keju, dan ia pun tidak pernah mengganggu seorangpun.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dia termasuk penghuni surga.”
2. Cacat lisan ketika berbicara
Tingkat hukum lisan:
■ Kapan ucapan lisan bernilai kufur?
Ketika lisannya mengeluarkan kata kesyirikan. Maka Berhati-hatilah dengan ini!
1. Cacat lisan terkait adab hamba kepada Allah.
● Berbicara tentang Allah tanpa dalil.
● Bersumpah selain atas nama Allah.
2. Cacat lisan terkait pribadi seorang hamba.
● Merasa suci dan menganggap dirinya lebih hebat dari orang lain.
3. Cacat lisan ketika ia mencela binatang.
● Seperti dia marah ketika ayam berkokok.
● Tidak boleh mencela kutu.
Nabi mengatakan: tiba-tiba ada yang disengat kutu. Kemudian dia langsung mengejek kutu itu. Nabi pun berkata Jangan kamu mencela kutu itu. Karena kutu itu pernah menggigit seorang nabi, lalu ia terbangun untuk melaksanakan shalat.(Namun hadist ini dinilai dhaif)
● Tidak boleh Mencela dan membunuh katak.
Rasulullah bersabda: "Suara katak itu tasbih, memuji Allah."
Abu Hurairah berkata, Rasulullah shalat shubuh, kemudian beliau menghadap kepada orang-orang. Beliau bersabda, "Seorang laki-laki menuntun seekor sapi, tiba-tiba menaikinya dan memukulnya. Sapi itu berkata, 'Kami tidak diciptakan untuk ini, tetapi kami diciptakan untuk membajak sawah.' Maka orang-orang berkata, 'Subhanallah, seekor sapi berbicara.'" Nabi bersabda, "Sesungguhnya aku beriman kepadanya, begitu pula Abu Bakar dan Umar. Padahal keduanya tidak ada di tempat."
"Ketika seorang menggembala dombanya, tiba-tiba seekor serigala menyerang dan membawa lari seekor domba. Penggembala itu mengejarnya, sehingga seolah-olah dia menyelamatkannya darinya. Serigala itu berkata kepada penggembala, 'Kamu menyelamatkannya dariku. Lalu siapa yang menyelamatkannya pada hari datangnya binatang buas, pada hari itu tidak ada penggembala kecuali aku?'" Orang-orang berkata, 'Subhanallah, serigala berbicara." Nabi bersabda, "Aku beriman kepada hal ini, begitu pula Abu Bakar dan Umar. Padahal keduanya tidak ada di tempat."
■ Cacat lisan terkait kondisi alam.
● Tidak boleh Mencela angin, mencela waktu, dan mencela hujan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ
”Janganlah kamu mencaci maki angin.”
Allah yang mengatur waktu, cuaca dan seluruh alam semesta ini. Mencela dan memaki hal tersebut, berarti mencela Allah yang telah mengaturnya.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Anak Adam menyakitiKu. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”
■ Cacat lisan hubungan dengan seseorang.
● Dengan ghibah, namimah, fitnah dll.
Kalau kita berbicara seperti yang disampaikan, ada hukumnya mubah dan haram.
Apakah mubah akan dicatat oleh All!ah?
Ibnu katsir mengatakan:
1. Bahwa yang dicatat semua yang diucapkan manusia.
Imam ahmad pada saat demam tinggi, keluar suara mengerang.
Tiba-tiba Salah satu murid yang menjenguknya (disebutkan dalam sebagian riwayat merujuk pada pendapat Thawus) mengingatkan beliau, "Wahai Abu Abdillah (kunya Imam Ahmad), engkau mengerang? Sesungguhnya rintihan orang sakit pun turut dicatat oleh malaikat".
Setelah mendengar peringatan tersebut, Imam Ahmad langsung berhenti mengerang.
2. Yang dicatat malaikat hanya yang mengandung pahala atau dosa.
Ibnu katsir mengatakan "dan yang paiing kuat adalah tidak ada sesuatu yang diucapkan oleh seseorang, kecuali Allah akan balas.
Mari kita terus berusaha menjaga lisan kita agar selalu digunakan untuk hal-hal yang baik, menjauhkan diri dari perkataan yang menyakitkan, dan menjadi pribadi yang menginspirasi dalam setiap interaksi.
Seperti pepatah Arab mengatakan, “Lisanmu adalah harimaumu, jika engkau menjaganya maka ia akan melindungimu, namun jika engkau melepaskannya maka ia akan menerkammu.”
Semoga kita senantiasa diberi taufik dan hidayahNya untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan membawa kebaikan bagi semua.
Semoga bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Comments
Post a Comment