RAHASIA AKHIR YANG BAIK
📚 Bismillah 📚
📖 Dauroh Sehari TASLAM — Menata Hati, Menata Akhir
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
/ 27 Dzulhijjah 1447 H
🕌 Masjid Babussalam, Cimanggis, Depok
SESI 2:
🎙️ Ustadz Najmi Umar Bakkar
“Rahasia Akhir yang Baik”
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
■RAHASIA AKHIR YANG BAIK■
Selama hidup di dunia ini, kita harus berusaha beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Karena hakikatnya, kita diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya.
Allah Berfirman dalam surat QS Az-Zariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
Dari waktu ke waktu kita akan menuju akhir. Dan kita tidak tahu kapan kita mati, dimana dan sebab kematian kita. Tapi kita yakin kita pasti akan mati, kembali menghadap Allah Illahi Rabbi.
Sekarang kita masih hidup di dunia fana ini. Kita masih diberi Allah kesempatan untuk beramal ibadah dan bertaubat atas semua dosa yang telah diperbuat.
Sesungguhnya amal itu tergantung pada akhirnya. Setiap orang bisa berubah sampai detik terakhirnya. Apakah kita dapat kabar gembira atau dapat kabar buruk saat ajal menjemput?
Allah memerintahkan kita untuk menjadi orang beriman yang bertakwa dan mempersiapkan bekal untuk hari akhir.
Surah Al-Hasyr Ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ [1]
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu."
Surat Al-Hijr Ayat 99:
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)."
Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dan seburuk-buruk kalian adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.”
Jadi, yang paling baik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan yang paling buruk di antara kalian adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.
Siapa mukmin yang paling cerdas? Yaitu orang yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya.
Karenanya, mari kita mempersiapkan diri untuk hari akhir agar husnul khatimah. Orang yang selamat di akherat adalah orang yang selamat saat akhir hidupnya baik, dan yang selamat di dalam kuburnya (tidak mendapatkan siksa kubur).
Ada 15 Kiat Agar Husnul Khatimah:
01). Benarnya aqidah diatas keikhlasan & tidak melakukan perbuatan dosa syirik & kufur.
(02). Mengikuti syariat yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.
(03). Senantiasa bertaubat dari dosa dan maksiat, dan tidak menjadikan maksiat sebagai an yang terus-menerus menjadi kebiasaan.
(04). Dengan tidak menzhalimi orang lain.
(05). Selalu berbaik sangka kepada Allah.
(06). Melakukan amal-amal yang wajib & sunnah.
(07). Memperbanyak amal yang tersembunyi.
(08). Banyak mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.
(09). Senantiasa amar ma'ruf & nahi munkar.
(10). Selalu berhati-hati, tidak pernah merasa aman & yakin bahwa diri tidak akan tersesat.
(11). Bergaul dengan teman-teman yang baik
(12). Berdoa supaya tidak dikuasai oleh syaithan ketika saat menjelang ajal.
(13). Berdo'a meminta husnul khatimah.
(14). Membaca doa sayyidul istighfar.
(15). Membaca do'a agar husnul khatimah sebelum tidur.
■PENJELASAN 15 KIAT HUSNUL KHATIMAH■
1. Benarnya aqidah diatas keikhlasan, dan tidak melakukan perbuatan dosa syirik & kufur.
Seseorang yang memiliki aqidah yang rusak, ragu dengan kebenaran islam, menganggap semua agama benar, iman bercampur dengan kesyirikan, berdoa kepada selain Allah, menolak hukum Allah, mengingkari syari'at-Nya adalah sebab seseorang akan mendapatkan su'ul khatimah.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا المَلئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَرَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيق
"Dan sekiranya kamu melihat ketika para Malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), "Rasakan olehmu siksa Neraka yang membakar" (QS Al-Anfal [8]: 50).
Jika seseorang istiqomah di atas aqidah yang benar sampai datangnya kematian, maka dia akan wafat dalam kondisi husnul khatimah.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقمُوا تتنزل عَلَيْهِمُ الْمَليكة الا تخافوا ولا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" (QS. Fushsilat [41]: 30)
Zaid bin Aslam رحمه الله berkata:
"Para Malaikat memberi kabar gembira kepada mereka ketika akan meninggal dunia, di dalam kubur dan ketika dibangkitkan" (Al-Mishbaahul Muniir Fii Tahdziib Tafsiir Ibnu Katsiir hal 1068).
2. Mengikuti syariat yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.
Allah Azra wa Jalla berfirman:
"Mata hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya (Rasul) takut akan mendapatkan chaan atau ditimpa adrab yang pedih." (QS. An-Nuur (24): 63)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
"Dan sesungguhnya bani Israil terpecah menjadi 72 Golongan. Sedangkan pada umatku terpecah menjadi 73 Golongan, semuanya di Neraka kecuali satu". Para sahabat bertanya, "Siapa mereka wahai Rasulullah?" Beliau pun bersabda. "Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya"
(HR. At-Tirmidzi no. 2641 dan Al-Hakim 1/129), hadits dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash, lihat Shahiihul Jaami' no. 5343).
'Abdul Haq Al-Isybili رحمه الله berkata:
"Su'ul khatimah bisa terjadi pada orang yang asalnya dia berada di atas sunnah (ajaran yang murni dari Rasulullah), lantas keadaannya pun melenceng jauh dari jalan tersebut. Inilah amalan yang menyebabkan akhir hidup seseorang itu menjadi jelek" (Al-I'tisham 1/169-170).
Imam Malik رحمه الله berkata:
من مات على السنة فليبشر، من مات على السنة فليبشر، من مات على السنة فليبشر
"Barangsiapa yang wafat di atas sunnah maka bergembiralah. Barangsiapa yang wafat di ata sunnah bergembiralah, dan barangsiapa yang wafat di atas sunnah bergembiralah" (Dzammul Kalaam V/76).
Al-Marwazi رحمه الله berkata:
قلت لأبي عبد الله الإمام أحمد رحمه الله : من مات على الإسلام والسنة مات على خير قال : اسكت، بل مات على الخير كله
"Aku berkata kepada Abu Abdillah, yaitu Imam Ahmad رحمه الله : "Barangsiapa yang mati di atas Islam dan as-Sunnah, maka dia telah mati di atas kebaikan". Beliau berkata: "Diamlah, bahkan dia itu telah mati di atas semua kebaikan"
(Siyar X1/296 dan Manaaqib al-Imam Ahmad 180 oleh Imam Ibnul Jauzi)
Talhah al-Baghdadi رحمه الله berkata:
ركبت مع الإمام أحمد بن حنبل في سفينة فكان يطيل السكوت، فإذا تكلم قال
"Aku naik perahu bersama dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Dia itu lebih banyak diamnya, jika dia berbicara dia berdo'a:
اللهم أمتنا على الإسلام والسنَّة
"Ya Allah, wafatkan kami di atas Islam dan Sunnah" (Thabaqaat Al-Hanaabilah I/179).
Sungguh ada pada diri rasulullah suri tauladan yang baik.
Surat Al-Ahzab Ayat 21:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
3. Senantiasa bertaubat dari dosa dan maksiat, dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّلِمُونَ فِي غَمَرَتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُم الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
"(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zhalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu". Pada hari itu kamu akan dibalas dengan adzab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS. Al-An'aam [6]: 93)
Mukmin yg selamat adalah mukmin yang taat kepada Allah.
Allah berfirman dalam surah QS. Al-Furqan ayat 22:
"(Ingatlah) pada hari (ketika itu) mereka melihat para Malaikat di mana pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang2 yang berdosa & mereka berkata: "Hijran mahjura (semoga Allah menghindarkan bahaya ini dariku)"
Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
"Hari ketika mereka bisa melihat para Malaikat Itu adalah hari di saat mereka sedang berhadapan dengan sakaratul maut. Ketika para Malaikat memberikan kabar buruknya kepada mereka berupa siksa neraka dan betapa murkanya Allah kepada mereka"
(Al-Mishbahul Muniir Fii Tahdziib Tafsiir Ibnu Katsiir hal 844)
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
أمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السيئات أن تجعلهُمْ كَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ سَوَاءٌ مُحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
"Apakah orang-orang yang telah melakukan kejahatan itu mengira bahwasanya Kami akan memperlakukan mereka itu seperti orang-orang yang beriman, dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka"
(QS. Al-Jaatsiyah: 21).
4. Dengan tidak menzhalimi orang lain.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
"Takutlah dengan doanya orang yang dizhalimi, karena sesungguhnya tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah (doa akan diijabahi, tidak tertolak)" (HR. Bukhari dan Muslim).
3 bentuk kezaliman kepada orang lain:
1. Merusak kehormatannya.
2. Memukul, melukai dan membunuhnya.
3. Mengambil harta orang lain tanpa hak.
Dosa yang akan dirasakan balasan di dunia ini (balasannya tidak menunggu lagi di akherat), yaitu: Dosa zalim, durhaka kepada orang tua dan memutuskan tali silaturahim.
Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata:
من حفظ السادة الأجل الله تعالى في الدنيا، أطلق الله لسانة بالشهادة عند الموت ولقاء الله تعالى ومن منزح لسانة في أعراض. المسلمين، واتبع عوراتهم، أمسك الله لسانة عن الشهادة عند الموت.
"Barangsiapa yang telah menjaga lisannya di dunia karena Allah Ta'ala, maka Allah akan memberi kemampuan kepadanya untuk bisa mengucapkan kalimat syahadat ketika akan mati dan ketika bertemu dengan Allah. Dan barangsiapa menjadikan lisannya bebas untuk mencela kehormatan kaum muslimin, dan juga mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah pun akan menahan lisannya mengucapkan kalimat syahadat ketika akan mati"
(Bahrud Dumuu' 1/124).
5. Selalu berbaik sangka kepada Allah.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang sakaratul maut (saat menjelang kematian), maka beliau bertanya kepada pemuda itu:
كيف تجدك ؟ قال : والله يا رسول الله، إلى أرْجُو الله وإنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللهِ : لا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدِ فِي مِثْلِ هذَا الْمَوْطِن إلا أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
"Apa yang engkau rasakan (dalam hatimu) saat ini ?" Dia menjawab: "Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh (saat ini) aku (benar-benar) mengharapkan (rahmat) Allah dan aku (benar-benar) takut akan (siksaan-Nya akibat dari) dosa-dosaku". Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan terkumpul dua rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada kondisi seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah pun akan memberikan apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti"
(HR. At-Tirmidzi no. 983, Ibnu Majah no. 4261 dan al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman no. 1001 dan 1002, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383).
6. Melakukan amal-amal yang wajib & sunnah.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
الَّذِينَ تَتَوَفَّهُمُ الْمَلئِكَةُ طيبينَ يَقُولُونَ سَلمٌ عَلَيْكُمْ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
"(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), "Salaamun 'alaikum, masuklah ke dalam Surga disebabkan oleh apa yang telah kamu kerjakan"
(QS. An-Nahl [16]: 32)
Raatullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
صنائع المعروف تقي مصارع السوء و الآفات و الهلكات
"Perbuatan baik dapat menghindarkan seseorang itu dari kematian yang buruk. bencana dan kehancuran" (HR Al-Hakim, hadits dari Anas, Shahiihul Jaami' ash-Shaghir no. 3795)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم juga pernah bersabda:
إن الصدقة للطفئ غضب الرب وتدافع عن ميتة السوء
"Sesungguhnya sedekah benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (yaitu su 'ul khatimahj." (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, lihat ash-Shahiihah no. 1908).
Rasulullah صلى الله عليه و سلم dahulu pernah mengatakan:
"Malam ini Rabbku telah mendatangiku, kemudian ia menyebutkan suatu hadits sampai ia pun bersabda, Dia berfirman kepadaku "Wahai Muhammad, tahukah engkau dalam urusan apakah para Malaikat di langit itu berselisih?". Aku menjawab: "Ya, dalam urusan derajat dan kafarat, melangkahkan kaki menuju shalat jamaah, menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin, menunggu untuk shalat sesudah shalat. Barangsiapa yang telah menjaganya maka dia hidup dalam kebaikan dan mati pun dalam kebaikan, dan dosa-dosanya (bersih) sebagaimana hari saat dia dilahirkan oleh ibunya"
Imam Ibnu Baaz رحمه الله berkata:
من أسباب سوء الخاتمة التخلف عن صلاة الجماعة في المسجد
"Diantara sebab-sebab su'ul khatimah adalah meninggalkan shalat berjamaah di masjid"
(Fatawa Nuur Alad Darb (149).
7. Memperbanyak amal yang tersembunyi.
Su'ul khatimah itu tidak akan terjadi pada diri seseorang yang shalih secara lahir dan bathin di hadapan Allah. Penyebab su'ul khatimah itu adalah kemaksiatan bathin (tersembunyi) yang dilakukan oleh hamba yang tidak terlihat oleh manusia.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ان الله العمل فيما يرى الثامن عمل أهل الجنة، وإنه لمن أهل النار، ويعمل فيما يرى الناس عمل أهل النار وهو من أهل الجلد، وإنما الأعمال بقوائمها
"Sesungguhnya ada seorang hamba yang menurut pandangan manusia banyak mengamalkas amalan penghuni surga, namun dia berakhir menjadi penghuni neraka Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan manusia banyak melakukan amalan penghieni neraka namun dia berakhir menjadi penghuni surga. Sesungguhnya amalan itu dilihat pada akhir (hidupnya seorang hamba di dunia yang dengannya ia diberi balasan oleh Allahy (HR. Bukhari no. 6493, hadits dari Sahl bin Sa'ad as-Saa'idi).
Imam Malik bin Anas رحمه الله berkata:
من أحب أن يفتح له فرجة في قلبه وينجو من عمرات الموت وأهوال يوم القيامة فليكن في عمله في السر أكثر منه في العلامية
"Barangsiapa suka dibukakan kelapangan pada hatinya, keselamatan dari kengerian sakaratul maut, dan dahsyatnya pada hari kiamat, maka hendaknya amalannya yang disembunyikannya itu lebih banyak daripada amalan yang tampak"
(Tartiib al-Madaarik wa Taqriib al-Masaalik II/51).
8. Banyak mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم pernah ditanya:
فأَي الْمُؤْمِنِينَ أكيس قال : أكثرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ
"Mukmin manakah yang paling cerdas?" Beliau bersabda: "Seseorang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati, maka mereka itulah orang-orang yang cerdas"
(HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 1384).
Abdul Haq Al-Isybili رحمه الله berkata:
Adapun penyebab terbesarnya (su'ul khatimah) adalah tenggelam dalam dunia, berpaling ari akhirat dan melakukan kemaksiatan kepada Allah Ta'ala" (Al-'Aaqibah Fii Dzikril Maut 178).
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ان الله العمل فيما يرى الثامن عمل أهل الجنة، وإنه لمن أهل النار، ويعمل فيما يرى الناس عمل أهل النار وهو من أهل الجلد، وإنما الأعمال بقوائمها
"Sesungguhnya ada seorang hamba yang menurut pandangan manusia banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun dia berakhir menjadi penghuni neraka Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan manusia banyak melakukan amalan penghuni neraka namun dia berakhir menjadi penghuni surga. Sesungguhnya amalan itu dilihat pada akhir (hidupnya seorang hamba di dunia yang dengannya ia diberi balasan oleh Allahy (HR. Bukhari no. 6493, hadits dari Sahl bin Sa'ad as-Saa'idi).
Imam Malik bin Anas رحمه الله berkata:
من أحب أن يفتح له فرجة في قلبه وينجو من عمرات الموت وأهوال يوم القيامة فليكن في عمله في السر أكثر منه في العلامية
"Barangsiapa suka dibukakan kelapangan pada hatinya, keselamatan dari kengerian sakaratul maut, dan dahsyatnya pada hari kiamat, maka hendaknya amalannya yang disembunyikannya itu lebih banyak daripada amalan yang tampak"
(Tartiib al-Madaarik wa Taqriib al-Masaalik II/51).
9. Senantiasa amar ma'ruf & nahi munkar
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
ما من رجل يكون في قوم يعمل فيهم بالمعاصي يقدرون على أن يغيروا عليه فلا يغيروا إلا أصابهم الله بعذاب من قبل أن يموتوا
"Tidaklah seseorang berada di sebuah kaum yang di dalamnya dilakukan suatu kemaksiatan, dimana mereka mampu mengubah kemaksiatan tersebut lalu tidak melakukannya, maka Allah akan menimpakan siksa kepada mereka sebelum mereka meninggal"
(HR. Abu Dawud no. 4339, Ibnu Hibban no. 300, dan ath-Thabraani no. 2382, hadits dari Jarir).
10. Selalu berhati-hati, tidak pernah merasa aman dan yakin bahwa diri tidak akan tersesat.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
لا عَلَيْكُمْ أَن لا تُعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَم لَهُ. فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زمانا مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةٌ مِنْ دَهره يعمل صالح لو مَاتَ عَلَيْهِ دَخلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلْ عَمَلاً سَيْنا وَإِنَّ الْعَبْدَ لِيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِه بِعَمَلٍ سَبِّي لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً. وإذا أراد الله بعبد خيراً استعملة قبل موته. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ ؟ قَالَ : يُوفِّقة العمل
"Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk Surga. Akan tetapi, ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek. Dan mungkin juga seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan yang jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk Neraka. Akan tetapi, ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal". Para sahabat bertanya, "Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Yaitu memberikan ia taufik untuk beramal shalih dan mati dalam keadaan seperti itu"
(HR. Ahmad no. 12214 dan Abu Ya'laa no. 3756, hadits dari Anas bin Malik, lihat ash-Shahiihah no. 1334).
Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله berkata:
لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة ما دام على قيد الحياة الانسان معرض الفتنة من طماء أخبار والت امهم، وختم لهم بالتوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن الإنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال
"Tidak seorang pun boleh menganggap dirinya suci. Dan tidak ada seorang pun yang boleh Jadi bahana vang mengintai sangatlah besar Seseorang itu tidak boleh merasa aman bahwa Lesesatan Telah banyak ulama yang tersesat. Mereka tergelincir dan ditimpa su'ul khatimah, merasa tidak takut terhadap kesesatan. Selama masih hidup, maka seseorang menjadi sasaran dirinya tidaklah akan tergelincir dalam kesesatan" (T'aanatul Mustafiid 1/129)
11. Bergaul dengan teman-teman yang baik.
Ulama Tabi'in, Mujahid رحمه الله berkata:
"Barangsiapa mati, maka akan datang di hadapan dirinya orang yang satu majelis (setipe) kesia-siaan, maka itu yang menjadi temannya saat sakaratul maut. Tapi jika di kehidupannya dengannya. Jika ia biasa duduk di majelis orang yang selalu menghabiskan waktu dalam ia selalu duduk bersama ahli dzikir (vang senantiasa ingat Allah), maka itulah yang menjadi teman yang akan menemaninya saat sakaratul maut"
(At-Tadzkirah oleh Imam Al-Qurthubi 1/38).
لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبِ الْوَفَاةَ جَاءَهُ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم فوجدَ عِنْدَهُ أَنا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ ، وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لأبي طالب : يا عم ، قل لا إله إلا اللهُ ، كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ ، فَقَالَ أَبُو جَهْلِ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ : يَا أَبَا طَالِبِ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُها عَلَيْهِ ، وَيَعُودَانِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ ، حَتَّى قَالَ أَبُو طالب آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ
"Ketika menjelang wafatnya Abu Thalib. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abu Umayyah bin Al-Mughirah. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Thalib, "Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah, suatu kalimat yang dengannya aku akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah". Maka berkata Abu Jahal dan 'Abdullah bin Abu Umayyah, "Wahai Abu Thalib, apakah engkau akan meninggalkan agama 'Abdul Muththalib?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terus menawarkan kalimat syahadat kepada Abu Thalib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Thalib pada akhir ucapannya tetap mengikuti agama 'Abdul Muththalib dan enggan untu mengucapkan laa ilaaha illallah"
(HR. Bukhari no. 1360 dan Muslim no. 24).
12. Berdoa supaya tidak dikuasai oleh syaithan ketika saat menjelang ajal.
Imam Ibnu Katsir رحمة الله berkata:
Sungguh dosa, maksiat, dan syahwat adalah sebas yang dapat menggelincirkan manusia di saat kematiannya, ditambah lagi dengan godaan syaithan. Apabila maksiat dan godaan syaithan terkumpul dan ditambah lagi dengan lemahnya iman, maka sungguh amat mudah berada dalam su-ul khatimah" (Al-Bidayah wan Nihayah IX/184).
Rasulullah صلى الله عليه و سلم berdoa:
اللهم إلى أعوذ بك أن يتخبطني الشيطان عند الموت
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithan pada saat akan meninggal dunia..." (HR. An-Nasaa'i dan al-Hakim, hadits dari Abi Yasar, Shahiihul Jaami' no. 1282).
13. Berdo'a meminta husnul khatimah.
فاطر السموات والأرض أنت ولي في الدنيا والآخرة توفني مُسْلِمًا وَالْحِقْنِي بِالصَّلِحِين
"(Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih" (QS. Yusuf [12]: 101).
Doa agar akhir hidup husnul khatimah:
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَلا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ
"Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su'ul khatimah".
14. Membaca doa sayyidul istighfar
اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت أعوذ بك من شر ما صنعت ألوه لك بنضتك على وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada ilak (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yg telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku & aku pun mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku, karena sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau"
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
"Barangsiapa yang mengucapkannya pada siang hari dan menyakininya, lalu meninggal dunia pada hari itu sebelum waktu sorenya, maka dia akan termasuk penghuni Surga, dan barangsiapa yang mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan menyakininya, kemudian ia mati sebelum waktu pagi, maka ia pun akan termasuk penghuni Surga"
(HR. Bukhari no. 6306 dan 6323, hadits dari Syaddaad bin Aus).
15. Membaca do'a agar husnul khatimah sebelum tidur.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
"Jika engkau akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, lalu berbaringlah di sisi kananmu, kemudian bacalah:
اللهم أسلمت نفسي إليك، ووجهت وجهي إليك، وفوضت أمري إليك، وألجأت ظهري إليك، رغبة وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لا مَلْجَا وَلا منجا منك إلا إليك آمنت بكتابك الذي أنزلت، وبنبيك الذي أرسلت
"Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku telah serahkan urusanku kepada-Mu dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan juga keselamatan dari (ancaman siksa)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus". Jika malam itu engkau mati, maka engkau mati di atas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir"
Sungguh Surga itu sangat mahal, makanya kita harus berjuang untuk mendapatkannya. Karenanya jangan berhela-hela, menghabiskan waktu dengan sia-sia. Waktu kita di dunia ini sangatlah sedikit menuju kematian. Jangan sampai kita rugi dan menyesal.
Semoga Allah ﷻ memberikan kita kemudahan untuk beramal ibadah dan akhir yang baik husnul khatimah. Aamiin.
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
Comments
Post a Comment