Tafsir At tauhid dan La ilaha illallah

Bismillah

Kitab Tauhid
Pemateri: Ust Abu Yahya Badru Salam Lc hafidzahullah
Masjid Albarkah, selasa 21 juli 2026

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

■Tafsir Tauhid dan La ilaha illallah (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ)■

Allah berfirman dalam beberapa surat di dalam Al Qur'an.

■ Pertama, Allah Berfirman dalam surah
QS. Surat Al-Isra Ayat 57:

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti."

Mengapa mereka menyembah selain Allah?
Surat Al-Isra Ayat 57 ini menafsirkan hakikat tauhid.

Disini Allah membantah orang-orang yang menyembah selain Allah. Konsekuensinya adalah kita hanya beribadah, berdoa, bertaqarub hanya kepada Allah saja.

Siapapun dia dan setinggi apapun jabatannya, tidak berhak untuk diibadahi. Ayat ini jawaban telak untuk orang-orang yang menyekutukan Allah.

Syeikh Utsaimin berkata maka mereka yang kalian klaim itu wali Allah, mengagungkan kuburan mereka. Mereka tidak bisa memberikan kalian apa-apa, bahkan mereka sendiri bertaqarub kepada Allah dan mengharapkan Rahmat Allah dan takut akan azab Allah.

■ Kedua, Allah Berfirman dalam surat Fatir Ayat 13-14:

Surat Fatir Ayat 13:
يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari."

Surat Fatir Ayat 14:
إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا۟ دُعَآءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا۟ مَا ٱسْتَجَابُوا۟ لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

"Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui."

Syaikh Shalilh Fauzah menjelaskan Faedah surat Fatir Ayat 13-14:

● Bantahan untuk orang-orang yang berdoa kepada orang shaleh agar menghilangkan mudharat dan mendatangkan manfaat. Contoh: berdoa kepada syeikh Abdul Qadir Jailani, berdoa kepada para wali  dengan mendatangi kuburan mereka. Ini semua adalah perbuatan syirik (menyekutukan Allah).

● Para nabi dan orang shaleh adalah orang yang takut kepada Allah. Mereka bertaqarub hanya kepada Allah, berharap hanya kepada Allah dan beramal shaleh hanya untuk Allah.

■ Ketiga Allah Berfirman dalam
Surat Az-Zukhruf Ayat 26-27

QS. Az-Zukhruf Ayat 26:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ

" Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah."

QS. Az-Zukhruf Ayat 27:
إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ

"Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".

Penjelasan Tafsir Surat Az-Zukhruf Ayat 26-27 adalah:

● Bagaimana nabi Ibrahim memproklamirkan dirinya kepada kaum dan bapaknya, beliau berlepas diri (menjauhi) dari apa yang kalian ibadahi selain Allah (membenci kesyirikan). Ayat ini menafsirkan tauhid, berlepas diri dari semua yang disembah selain Allah (thaghut).

■ Arti La ilaha illallah (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ)

● Adalah kalimat tauhid yang berarti "Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah".

● Ini adalah fondasi utama Islam dan bentuk persaksian seorang mukmin. Mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan amal perbuatan merupakan kunci keselamatan di dunia dan akhirat.

● Jika dia hanya bertawakal kepada Allah, ini namanya tauhid.

● Jika dia masih bertawakal kepada selain Allah, ini namanya syirik.

■ Faedah Surat Az-Zukhruf Ayat 26-27 adalah:

● Makna Laillahaillah adalah mentauhidkan Allah dengan cara memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja dan berlepas diri dari selain Allah.

● Wajib memperlihatkan agama kita dari kaum musyrikin. Contoh: tidak mengucapkan selamat hari raya musyrikin, karena dilarang (diharamkan).

● Ucapan untuk hari raya umat lain bertujuan untuk merapuhkan akidah kaum muslimin. Karena sudah jelas Allah mengatakan Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

■ Keempat Allah Berfirman dalam
Surat At-Taubah Ayat 31:

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَٰهًا وَٰحِدًا ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

Faedah Surat At-Taubah Ayat 31 adalah:

● Bahwa makna tauhid yang merupakan syahadat Lallahaillah adalah Mentaati Allah dalam hal kehalalalan dan keharaman. Dan siapa yang berani mengatakan haran dan halal selain dari hukum Allah,  berarti dia musyrik.

● Siapa yang mentaati makhluk dalam menghalalkan dan mengharamkan syariat Allah. Berarti dia sudah menjadikan makhluk itu sekutu atau tandingan bagi Allah (menyekutukan Allah).

● Jangan takut dipecat (kehilangan rezeki) daripada kita masuk neraka. Ingat selama masih hidup di dunia ini, pasti ada rezekinya.

Nabi mengatakan jiwa tidak akan meninggal sampai sempurma rezekinya.

Dari Abi Umamah Radhiyallahu anhua bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِيْ رُوْعِيْ أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِيْ الطَّلَبِ، وَلَا يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمْ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةِ اللهَ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى لَا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلَّا بِطَاعَتِهِ» [حلية الأولياء 10/28، وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير برقم 2085]

"Sesungguhnya ruh kudus telah meniupkan di dalam jiwaku bahwa satu jiwa tidak akan mati sehingga dia mengambil rizkinya secara sempurna dan menyempurnakan ajal yang telah ditentukan baginya, takulah kepada Allah, bertindak baiklah dalam meminta, dan janganlah keterlambatan datangnya rizki mendorong sesorang untuk menuntutnya dengan cara bermaksiat, sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah tidak akan didapatkan kecuali dengan ketaatan kepada Allah”.

● Bantahan terhadap kaum nasrani yang meyakini nabi Isa anak Allah. Yang benar adalah nabi Isa itu hamba Allah dan RassulNya. Kaum muslimin mencintai dan mengimani nabi Isa.

Allah berfirman dalam surat Al ikhlas: Ayat Lam yalid walam yulad (لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ) yang berarti "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

Allah mengatakan Dia tidak pernah membeda-bedakan semua Rassul.

Allah Berfirman Surat Al-Baqarah Ayat 285:
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

Allah dan Nabi menjelaskan dalam al qur'an dan hadist mengenai haram dan halal.

■ Jalan menuju surga, yaitu dengan shalat, puasa, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram.

الحَدِيْثُ الثَّانِي وَالعِشْرُوْنَ
عَنْ أَبيْ عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “أَرَأَيْتَ إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ”رَوَاهُ مُسْلِمٌ
وَمَعْنَى حَرَّمْتُ الحَرَامَ اِجْتَنَبْتُهُ، وَمَعْنَى أَحْلَلْتُ الحَلالَ فَعَلْتُهُ مُعْتَقِداً حِلَّهُ

Dari Abu ‘Abdillah Jarir bin ‘Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda (kabarkan padaku), apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Muslim). [HR. Muslim, no. 15]

■ JANGAN MUDAH MEMUTUSKAN INI HALAL DAN ITU HARAM

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram“, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih. [an-Nahl /16:116-117].

● Sudah jelas rokok berbahaya, namun karena mengikuti hawa nafsu, mereka memakruhkan hukum rokok.

● Hukum musik jelas haram, karena mengikuti hawa nafsu, mereka menghalalkan musik.

● Pemakan riba
Jika ada orang yang terang-terangan mengatakan riba tidak haram, maka orang tersebut sudah menentang Allah dan keluar dari agama islam.

● Maka berhati-hatilah agar kita tidak jatuh ke dalam kesyirikan (syirik dalam ketaatan).

■ Kelima Allah Berfirman dalam 
Surat Al-Baqarah Ayat 165:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)."

● Ini namanya syirik cinta. Dia mencintai wali seperti dia mencintai Alalh. Berarti dia memberiikan tandingan untuk Allah (mempersekutukan Allah). Ini termasuk syirik besar.

■ Syeikh Ustaimin menafsirkan Surat Al-Baqarah Ayat 165 adalah:

● Para ahli berbeda pendapat tentang orang yang menyembah selain Allah. Pendapat pertama: artinya mereka mencintai patung-patung itu setara mencintai Allah. Sehingga di hati mereka ada 2 cinta. Pendapat kedua: mereka mencintai berhala itu seperti mencintai Allah. Namun menurut syeikh Utsaimin pendapat pertama lebih kuat.

● Adapun orang yang beriman sangat mencintai Allah, melebihi segala-galanya. Karenanya jangan ssmpai kita mencintai selain Allah secara berlebihan.

Surat At-Taubah Ayat 24:
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

"Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

Allah berfirman Surat Al-An’am Ayat 162:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

● Kesyirikan pertama di dunia ini adalah syirik cinta. Yaitu pada zaman Nabi Nuh. Kaum nabi Nuh mencintai 5 orang shaleh.

Allah Berfirman Surat Nuh Ayat 23:
وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

" Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr".

Sahabat Ibnu Abbas menafsirkan Surat Nuh Ayat 23 yaitu proses awal mula terjadinya kesyirikan yang dilakukan.

● 5 Orang Saleh, Kelima tokoh tersebut adalah Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nashr. Mereka adalah orang-orang saleh yang semasa hidupnya rajin beribadah dan menjadi panutan kaumnya.

● Bisikan Setan: Setelah kelima orang saleh ini wafat, kaum mereka merasa sangat bersedih dan kehilangan. Iblis atau setan kemudian membisikkan ide agar mereka membuat patung orang-orang saleh tersebut dan menaruhnya di tempat-tempat biasa mereka berkumpul.

● Tujuan Awal: Pembuatan patung ini diniatkan hanya sebagai pengingat agar mereka meneladani ibadah dan kebaikan tokoh-tokoh tersebut, dan patung ini pada awalnya tidak disembah.

● Awal Mula Kesyirikan: Seiring berjalannya waktu, generasi pembuat patung meninggal dan ilmu agama mulai dilupakan. Setan kembali datang kepada generasi penerusnya dan memfitnah bahwa leluhur mereka membuat patung tersebut untuk disembah. Sejak saat itulah penyembahan berhala pertama kali terjadi di muka bumi.

● Hakikat tauhid: ibadah cinta itu tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Takut, tawakal, berharap hanya kepada Allah.

Faedah Surat Al-Baqarah Ayat 165 adalah:

● Bahwa diantara makna tauhid yang merupakan syahadat Lailahailah adalah Mengesakan Allah dalam cinta. Artinya kita tidak boleh mencintai selain Allah.

● Bahwa orang musyirikin sangat mencintai Allah juga, tapi mereka juga mencintai selain Allah. Akibat itulah mereka tidak dianggap muslim.

■ Tanya jawab:

1. Apa hukum meminta-minta kepada selain Allah?

Diriwayatkan dari sahabat Qabishah bin Mukhariq Al-Hilali radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِأَحَدِ ثَلَاثَةٍ رَجُلٍ، تَحَمَّلَ حَمَالَةً، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا، ثُمَّ يُمْسِكُ، وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا

“Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak boleh (tidak halal), kecuali untuk tiga golongan. (Pertama), orang yang menanggung utang (gharim, misalnya untuk mendamaikan dua pihak yang saling bersengketa). Maka, orang itu boleh meminta-minta, sehingga utangnya lunas. Apabila utangnya telah lunas, maka tidak boleh lagi ia meminta-meminta.

(Kedua), orang yang terkena bencana, sehingga harta bendanya musnah. Orang itu boleh meminta-minta sampai dia memperoleh sumber kehidupan yang layak baginya. (Ketiga), orang yang ditimpa kemiskinan, dipersaksikan atau diketahui oleh tiga orang yang dipercaya bahwa dia memang miskin. Orang itu boleh meminta-minta, sampai dia memperoleh sumber penghidupan yang layak. Selain tiga golongan itu, haram baginya untuk meminta-minta, dan haram pula baginya memakan hasil meminta-minta itu.”

Allah memuji orang yang fakir tidak meminta-minta kepada manusia.

Abū Saīd radhiyallāhu ta’āla ‘anhu,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ, وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ, وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ -متفق عليه-

Beliau mengatakan, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allāh akan memberikan kehormatan kepadanya. Dan barangsiapa mencukupi dirinya dengan Allāh, maka Allāh akan mengkaruniakan kekayaan diri kepadanya. Dan barangsiapa bersabar maka Allāh akan mengkaruniakan kesabaran kepadanya. Dan tidaklah seseeorang diberikan pemberian yang lebih baik dan lebih luas, lebih melapangkan dadanya dibandingkan orang yang diberikan kesabaran.” (Hadīts shahīh riwayat Imām Bukhāri dan Muslim)

■ Sabar adalah ibadah agung sekali. Pahala sabar tidak ada batasannya.

Sabar ada 3 tingkatan yaitu menahan diri dalam tiga perkara : (1) ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam kemaksiatan (hal-hal yang diharamkan), (3) Sabar dalam musibah (takdir Allah yang dirasa pahit).

■ MUI harus berstandar pada Al Qur'an dan Hadist nabi dalam mengeluarkan Fatwanya.

■ Bapak membiarkan anaknya murtad, tidak mengajarkan tauhid.

Bapak ini tidak sayang kepada anaknya. Hakikat sayang kepada anak adalah menyelamatkan anaknya dari siksa api neraka. Akibat kebodohannya, bapak ini akan diminta pertanggung jawabannya dan bisa jadi dia akan diceburkan juga ke dalam api neraka.

■ Syirik ada 2 macam: syirik besar dan syirik kecil.

Salah satunya contoh syirik kecil adalah riya' (Pamer). Ingat! Jangan pernah memperlihatkan amal shaleh kita kepada orang lain, karena dikhawatirkan menjadi riya'.

■ Panitia kurban boleh mendapatkan daging kurban, dengan seizin pemilik kurban.

■ Mandi junub telah mencukupi air wudhu.
Seseorang yang telah melaksanakan mandi wajib (junub) secara otomatis telah suci dari hadast besar maupun hadast kecil, sehingga sah untuk langsung melakukan salat tanpa perlu berwudhu lagi.

■ Jangan lupa orang tua senantiasa mendoakan anak-anaknya setiap saat, karena doa orangtua  mustajab bagi anak-anaknya.

● Menggambarkan cinta ayah yang diwujudkan dalam ibadah untuk perlindungan sang anak.

Salah satu kisah yang indah tentang cinta ayah adalah kisah Sa’id bin Musayyib, seorang tabi’in yang dikenal sebagai ahli ilmu dan wara’. Di balik keteguhan ilmunya, ia adalah seorang ayah yang penuh kasih, yang rela menambah ibadah sunahnya demi memohon perlindungan Allah untuk anaknya.

Sa’id bin Al-Musayyib pernah berkata pada anaknya:
لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ
"Wahai anakku, sungguh aku terus menambah salatku ini karenamu (agar kamu menjadi saleh).”

Semoga Allah meneguhkan hati kita untuk bertauhid dengan benar/lurus. Dan mewafatkan kita dalam keistiqamahan beribadah semata-mata hanya kepada Allah. Aamiin.

Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Comments

Popular Posts