๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐ ๐ธ๐๐๐๐๐, ๐ฐ๐ ๐ต๐๐๐๐ dan ๐ฐ๐ ๐ฝ๐๐
Bismillah
๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐ ๐ธ๐๐๐๐๐, ๐ฐ๐ ๐ต๐๐๐๐ dan ๐ฐ๐ ๐ฝ๐๐
Ustadzah Najah Sungkar
Masjid Daarul Razaq Montreal
29 September 2026
===================================
Tafsir urat QS. Al-Ikhlas: 1-4
Allah Ta’ala berfirman,
ُْูู َُูู ุงَُّููู ุฃَุญَุฏٌ (1) ุงَُّููู ุงูุตَّู َุฏُ (2) َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُูููุฏْ (3) ََููู ْ َُْููู َُูู ًُُูููุง ุฃَุญَุฏٌ (4
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”
Intisari Tafsir QS. Al Ikhlas:
Surah Al-Ikhlas khusus membicarakan tentang Allah. Itulah alasannya kenapa surah Al-Ikhlas disebut sepertiga Al-Qur’an karena dalam Al-Qur’an dibicarakan khusus tentang Allah. Padahal Al-Qur’an kandungannya adalah hukum, berita (cerita), dan tauhid.
Allah itu Ahad (Maha Esa) artinya Allah satu-satunya yang berhak disembah.
Allah itu Ash-Shamad, artinya Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-selamanya.
Allah tidak beranak dan juga tidak diperanakkan karena memang tidak ada yang sejenis dengan Allah dan sifat itu mustahil bagi Allah.
Tidak ada yang sekufu (setara) atau semisal dengan Allah.
Tafsir Surat Al-Falaq (ุงََูููู)
Surat ke-113 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 5 ayat.
1. ُْูู ุฃَุนُูุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงََِْูููู
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh.”
2. ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง ุฎَََูู
Dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.
3. َูู ِْู ุดَุฑِّ ุบَุงุณٍِู ุฅِุฐَุง ََููุจَ
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
4. َูู ِْู ุดَุฑِّ ุงََّّูููุงุซَุงุชِ ِูู ุงْูุนَُูุฏِ
Dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali).
5. َูู ِْู ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุฅِุฐَุง ุญَุณَุฏَ
Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
๐ Inti kandungan QS. Al Falaq:
Surat Al-Falaq mengajarkan kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai bentuk kejahatan: kejahatan makhluk secara umum, kegelapan malam, sihir, dan kedengkian.
Tafsir Surat An-Nas (ุณูุฑุฉ ุงููุงุณ)
An-Nฤs adalah surah ke-114 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 6 ayat.
1. ُْูู ุฃَุนُูุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงَّููุงุณِ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,”
2. ู َِِูู ุงَّููุงุณِ
“Raja manusia,”
3. ุฅَِِٰูู ุงَّููุงุณِ
“Sembahan manusia,”
4. ู ِْู ุดَุฑِّ ุงَْููุณَْูุงุณِ ุงْูุฎََّูุงุณِ
“Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,”
5. ุงَّูุฐِู َُููุณِْูุณُ ِูู ุตُุฏُูุฑِ ุงَّููุงุณِ
“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,”
6. ู َِู ุงْูุฌَِّูุฉِ َูุงَّููุงุณِ
“Dari golongan jin dan manusia.”
๐ Ringkasan Tafsir QS. An Nas:
Surat An-Nas mengajarkan kita untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah dari kejahatan dan bisikan yang menyesatkan, baik yang berasal dari jin maupun manusia.
Surat ini mengajarkan kita agar senantiasa berlindung dengan RabbNya manusia dan berlindung dengan Raja Manusia yang disembah oleh manusia.
Jika Surat Al falaq hanya berlindung dengan satu sifat Allah, yaitu birabbil-falaq (Tuhan yang menguasai waktu subuh.) Sementara di dalam surat An Nas mempunyai 3 sifat. (Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia.)
Padahal pada Surat Al Falaq ada 3 macam keburukan, yaitu kejahatan makhluk secara umum, kegelapan malam, sihir, dan hasad/ kedengkian. Sedangkan pada surat An Nas hanya satu keburukan, yaitu bisikan syaitan, namun bahayanya sangatlah besar. Maka disebutlah 3 sifat Allah tersebut.
Ini merupakan pelajaran penting yang harus selalu direnungi. Agar kita selalu memperbaiki pikiran dan hati kita, dari semua kotoran dan buruknya hati. Setiap keburukan yang muncul di hati, pikiran/benak kita, maka kita harus langsung mengucapkan Ta'awuz. A‘ลซdzu billฤhi minasy-syaithฤnir-rajฤซm (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).
Misalnya: kita dibisikan syaitan untuk melamun. Jangan sia-siakan waktu dengan melamun. Isilah hidup dengan senantiasa berdzkir kepada Allah, tafakur dan memperbanyak istighfar serta amal ibadah. Setiap detik helaan nafas ini, kita usahakan selalu untuk Allah. Apabila suatu saat ada pikiran yang menganggu maka langsung disingkirkan.
Jadi kita meminta agar Allah menghindarkan kita dari semua keburukan, seperti dari keburukan manusia, hewan, dan syaitan. Karenanya, kita harus memintanya dengan sungguh-sungguh kepada Allah.
Ketika kita membaca Surat An Nas, renungkan ayat-ayatnya, harapkan rahmat dari Allah, serta Berlindung hanya kepada Allah.
Kita juga Berlindung dari keburukan diri kita sendiri. Yang banyak menzalimi kita adalah dari diri kita sendiri. Contohnya saat kita berbuat dosa, berarti kita sudah berbuat zalim terhadap diri kita sendiri.
Malikin-nฤs adalah raja yang sebenarnya, Rabb yang berhak diibadahi. Kita harus Meminta perlindungan dari segala bisikan yang tersembunyi. Semuanya harus kita tolak dan mengucapkan Ta'awuz.
Serta memandang nikmat Allah yang ada, dan selalu bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan. Dengan itu kita akan menjadi orang yang tidak membutuhkan makhluk. Kita akan selalu bersyukur atas nikmat Allah yang sangat banyak ini.
Kelak pada hari kiamat, Allah Akan tampakan semuanya. Semua lintasan isi hati kita, prasangka buruk kita dan segala keburukan yang belum kita taubati. Karenanya Agar kita selamat di hari akherat kelak. Kita harus segera bertaubat dan menjauhi dari hal yang tidak dicintai oleh Allah, menghilangkan semua sifat buruk dan hati yang kotor. Kita senantiasa mendoakan saudara kita, selalu berpikir baik, memiliki hati yang tulus dan bersih (batin yang baik).
Doa itu hanya ditujukan untuk Allah. Rabb Pemilik manusia. Merusak keimanan jika kita mengatakan ga mungkin Allah mengabulkan doa kita. Hal ini dapat menjerumuskan seseorang pada kesyirikan, menjadikan akidah seseorang menjadi rusak.
Karena itu seorang Muslim butuh pembelajaran akidah yang benar berdasarkan Al qur'an dan sunnah yang shahih.
Ketika syaitan tidak bisa merusak keimanan kita, dia juga tidak bisa merusak akidah kita, maka syaitan mencari cara lain, dengan memerintahkan kita untuk berbuat maksiat. Bentuk kemaksiatan itu banyak.
Ketika syaitan tidak bisa menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan. Maka syaitan membuat kita untuk bermalas-malas dalam ketaatan. Itu adalah bisikan syaitan.
Jika dengan cara ini tidak berhasil, Syaitan pun mencari cara lain untuk menyesatkan manusia itu. Syaitan memasukan riya' di dalam hatinya. Karenanya setiap amal ibadah usahakan jangan diketahui oleh orang lain, jangan suka update status terhadap apa yang kita lakukan. Sembunyikan amal baik kita, sebagaimana kita menyembunyikan keburukan.
Jika syaitan tidak berhasil juga menjadikan dia riya'. Setan menanamkan kepada manusia tadi rasa bangga pada dirinya, seakan-akan dia merasa amal ibadahnya sudah banyak dan tidak terhitung jumlahnya, sudah merasa pantas memperoleh surga. Ini semua tipu daya syaitan. Kita seharusnya merasa selalu kurang terhadap amal ibadah yang kita lakukan untuk Allah. Jadi jangan sampai di dalam hati kita ujub terhadap diri sendiri. Inilah langkah syaitan untuk merusak anak Adam bernama manusia.
Selain itu syaitan juga menyalakan api dendam (hasad) kepada orang lain. Seburuk-buruk manusia adalah orang yang memiliki sifat dendam dan hasad.
Hilangkan juga sifat buruk di dalam diri kita, emosi diri (suka marah) dan lisan yang buruk dan kasar. Ini semua dapat menyeret manusia ke perbuatan buruk dan keadaan yang paling tercela.
Oleh karena itu setiap muslim harus bisa mengendalikan dirinya. Jangan diatur hawa nafsu, godaan syaitan dan bisikan manusia . Serta menjadikan Al qur'an dan As sunnah sebagai pendoman hidup kita.
Selain itu, Carilah teman yang shaleha. Teman yang dapat memberikan kita nasehat yang baik, sehingga dapat memperbaiki hati dan seluruh anggota tubuh kita. Kelak, semua anggota tubuh kita akan menceritakan semua yang kita lakukan. Mata kita digunakan untuk melihat apa, telinga untuk mendengar apa dan lisan kita untuk berbicara apa saja. Semuanya akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Allah pada hari kiamat kelak. Karenanya, Saring semua apa yang ada di dalam hati dan apa yang akan kita bicarakan dengan orang lain.
Jika kita berbuat salah, segeralah meminta maaf dan menjaga jarak dengan teman yang bermasalah (yang akan merusak diri kita). Teman yang baik adalah teman yang selalu menasehati, dan menutup aib saudaranya.
Teman yng shaleha akan selalu mendoakan kita, meski kita sudah meninggal dunia. Dan di surga pun kita akan dicari olehnya.
Bisikan itu berasal dari jin dan manusia. Maka Allah mengingatkan kita dari bisikan ini. Tetapi syaitan yang berwujud manusia itu jelas. Karenanya kita harus berlindung kepada Allah dari semua keburukan syaitan yang tersembunyi dan tampak. Seperti syaitan membisikan kita untuk menghilangkan rasa malu, memerintahkan kita menjadi orang yang kikir, dan melarang untuk melakukan kebaikan.
Di zaman sekarang, banyak wakilnya syaitan di dunia ini. Misalnya, lewat perantara bisikan teman-teman yang buruk. Jika dia melihat orang bersedekah dan berinfak. Maka, syaitan membisikan dia untuk tidak berinfak. Bukan hanya itu saja, ada yang datang melemahkan semangat kita, melemahkan iman kita, dan merusak ikatan agama kita.
Mereka juga ingin melanggar batasan-batasan yang diharamkan oleh Allah dan menjerumuskan dalam kemaksiatan. Dengan. Membungkusnya atas nama kebebasan. Inilah bahaya yang sangat besar, setan dibungkus dalam bentuk manusia.
Kesimpulan:
Amalkan 3 Surat perlindungan (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas) pada saat zikir pagi petang, sehabis shalat fardhu, saat merukyah diri, dan saat sakit.
Pentingnya berlindung kepada Allah dari tatapan mata jahat, dari Ain dan sihir. Bacalah dengan menghadirkan hati yang khusyuk.
Pentingnya tauhid dan keikhlasan kepada Allah, dan di keluarga kita. Artinya kita memulai segala sesuatu dengan niat hanya karena Allah. Semua amal, perkataan dan perbuatan kita hanya karena Allah. Ingat, dengan mengingat Allah, hati kita menjadi tenang.
Pentingnya berlindung kepada Allah dari kejahatan syaitan. Ini adalah gerbang yang paling besar untuk menyesatkan kita. Karenanya kita harus berlindung kepada Allah.
Jangan jadikan orang kafir dan Yahudi sebagai panutan dan sebagai contoh hidup kita.
Semoga kita tidak bergantung dengan selain Allah. Hanya kepada Allah tempat kita bergantung, memohon pertolongan dan kembali. Ya Allah mudahkan kami untuk melakukan segala kebaikan, anugerahkan diri ini keberkahan dan bukakan pintu-pintu hidayah dan Rahmat kepada kami. Aamiin.
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
Comments
Post a Comment