Kiat-kiat Optimal Amal Sholeh

 Bismillah

๐ŸƒKajian Tematik๐Ÿƒ

๐Ÿ“š Materi: *Kiat-kiat Optimal Amal Sholeh*

๐Ÿ‘ค Pemateri:

*Ustadz Dr. FIRANDA ANDIRJA, M.A. ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰*

๐Ÿ—“️ Hari/Tanggal: *Ahad, 16 Rabiul Akhir 1448H./ 27 September 2026*

๐Ÿ• Waktu: Ba'da Zhuhur s/d Selesai

๐Ÿ•Œ Tempat: 

Masjid Mutiara Sunnah

===============================

Kiat Kiat Optimal Amal Shaleh

Hidup kita tidaklah selamanya di dunia ini dan ada waktunya kita harus kembali kepada Allah. Karenanya, isilah sisa waktu usia ini semaksimal mungkin dengan kebaikan dan amal shaleh. 

Setiap amal kebaikan, sekecil apapun benih yang kita tanam di dunia ini, tidak akan pernah sia-sia. Dunia adalah ladang tempat kita menanam, sedangkan akhirat adalah tempat kita memanen.

Agar sisa waktu yang kita miliki menjadi lebih bermakna dan bermanfaat untuk akherat kita. Kita harus optimalkan beramal ibadah lebih baik dan banyak. 

Usia 33 Tahun: Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa penduduk surga akan dimasukkan dalam keadaan muda, yakni berusia sekitar 30 atau 33 tahun. Ini melambangkan puncak kesempurnaan fisik, kekuatan, dan ketampanan manusia.

Usia 40 Tahun: Merupakan puncak kematangan berpikir, spiritual, dan emosional. Namun, setelah melewati usia ini, grafik kekuatan fisik manusia secara perlahan akan mulai menurun. 

Jadi Semakin bertambah umur, kita semakin lemah. Ini merupakan sunatullah.

Allah berfirman:

 ูˆَู…َู†ْ ู†ُุนَู…ِّุฑْู‡ُ ู†ُู†َูƒِّุณْู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ ุฃَูَู„َุง ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ 

 “Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami mengembalikannya dalam penciptaan. Maka tidakkah mereka berpikir?” (QS: Yasin Ayat 68)

Ayat ini mengingatkan bahwa manusia yang tadinya lemah (saat bayi), lalu tumbuh menjadi kuat dan perkasa (di usia muda/dewasa), akan berangsur-angsur kembali menjadi lemah, pikun, serta menurun daya ingat dan fisik fisiknya saat mencapai usia tua renta. Kecuali yang dijaga oleh Allah.

Usia tua juga belum tentu menjadi jaminan, karena sekarang banyak yang masih berusia muda sudah dipanggil oleh Allah (meninggalkan dunia ini). 

Oleh karenanya, mari kita fokus dan mengoptimalkan sisa usia ini sebaik dan semaksimal mungkin. 

Berikut Beberapa Kiat Mengoptimalkan Usia kita:

1. Sembunyikan Amal Shaleh 

Ketika beramal jangan pernah berspekulasi untuk riya' dan ujub. Jangan diceritakan kepada siapapun (Sembunyikan amal shaleh). 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ุฅِู† ุชُุจْุฏُูˆุงْ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ ูَู†ِุนِู…َّุง ู‡ِูŠَ ูˆَุฅِู† ุชُุฎْูُูˆู‡َุง ูˆَุชُุคْุชُูˆู‡َุง ุงู„ْูُู‚َุฑَุงุก ูَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู„ُّูƒُู…ْ ูˆَูŠُูƒَูِّุฑُ ุนَู†ูƒُู… ู…ِّู† ุณَูŠِّุฆَุงุชِูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„ّู‡ُ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ ุฎَุจِูŠุฑٌ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [Al-Baqarah/2: 271]

Amal yang dikerjakan itu bisa menjadi 2 kemungkinan: 1. Amal itu bisa ditolak oleh Allah atau 2. Amal itu bisa menjadi motivasi.

Jika kita berbuat baik kepada istri/ suami, anak dan orang lain sebisa mungkin jangan diceritakan. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆْู†َ ู„َู‡ُ ุฎَุจْุกٌ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ٍ ุตَุงู„ِุญٍ ูَู„ْูŠَูْุนَู„ْ

“Barang siapa diantara kalian yang mampu untuk memiliki amal sholeh yang tersembunyikan maka lakukanlah !” 

Coba kita bersikap jujur dan bertanya pada diri sendiri, “Berapakah amal sholeh kita yang tersembunyi, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, bahkan istri dan anak-anak?. 

Ataukah setiap kali kita beramal sholeh hati dan lidah menjadi gatal ingin segera menceritakannya kepada orang lain??”. 

Sungguh tidaklah mudah menyembunyikan amalan sholeh, karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang senang untuk dipuji dan dihormati. Dengan menampakan kebaikan dan amal sholehnya, maka orang-orangpun akan menjadi menghormati, menghargai, dan memujinya.

Faedah menyembunyikan amal sholeh:

– Menyembunyikan amal sholeh lebih menjauhkan seseorang dari penyakit riyaa dan sum’ah.

– Amal sholeh yang tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal sholeh yang dinampakan. 

– Amal sholeh yang tersembunyikan bisa menjadikan seseorang jauh dari penyakit ujub. Karena ia sadar bahwasanya ia telah berusaha menyembunyikan amalan sholehnya. Sebagaimana ia telah mati-matian berusaha untuk menyembunyikan kemaksiatan dan keburukannya.

Jika orang lain tidak mengetahui kebaikannya, maka sebagaimana mereka tidak mengetahui keburukannya. 

Karenanya Salamah bin Diinaar berkata :

ุงُูƒْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุญَุณَู†َุงุชِูƒَ ูƒَู…َุง ุชَูƒْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِูƒَ

“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu”

– Amal sholeh yang tersembunyikan melatih seseorang terbiasa hanya mencari muka di hadapan Allah dan tidak memperdulikan komentar manusia, karena yang terpenting adalah penilaian Allah dan bukan penilaian manusia. 

– Menyembunyikan amal sholeh menjadikan seseorang bahagia, karena meskipun tidak ada orang yang menghormatinya ia akan merasa bahagia karena Penguasa alam semesta ini mengetahui amal sholehnya. 

2. Jangan Menunda Kebaikan.

Setiap keinginan hati dan perbuatan baik harus disegerakan. Karena niat baik tidak selalu muncul. Ini semua karena hidayah dari Allah. Kalau kita mampu, segera kita sambut hidayah itu dan langsung dikerjakan. 

Dari seorang tabi'in mulia bernama Khalid bin Ma'dan rahimahullah. Beliau berkata

 ุฅِุฐَุง ูُุชِุญَ ู„ِุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุจَุงุจُ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„ْูŠُุณْุฑِุนْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ، ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠَุฏْุฑِูŠ ู…َุชَู‰ ูŠُุบْู„َู‚ُ ุนَู†ْู‡ُ

"Apabila dibukakan sebuah pintu kebaikan bagi salah seorang di antara kalian, hendaknya ia bergegas melaksanakannya. Sebab, ia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup darinya."

Karenanya, Jangan pernah menunda ibadah dan amal kebaikan sekecil apapun. Jika kita mampu memberikan kebaikan kepada siapapun, terutama keluarga. Maka kerjakanlah. 

Jadikanlah ini tradisi kehidupan kita setiap saat. Dan prinsip hidup seorang Muslim. Setiap saat, kita sambut hidayah Allah. Maka Allah akan memberikan hidayah-hidayah selanjutnya kepada kita. 

3. Jangan Pernah Meremehkan Kebaikan Sekecil Apapun. 

Pintu Kebaikan itu Luas.

Islam tidak membatasi amal salih hanya pada perkara besar, seperti bersedekah harta yang banyak. Perbuatan sederhana yang membawa kebahagiaan bagi orang lain juga bernilai pahala.

Nabi bersabda:

 ุชَุญْู‚ِุฑَู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَู„ْู‚َู‰ ุฃَุฎَุงูƒَ ุจِูˆَุฌْู‡ٍ ุทَู„ْู‚ٍ“

Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, bahkan meski ia sekadar engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (tersenyum).” 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Maka peliharalah (diri) kalian dari api neraka, sekalipun dengan sebiji buah kurma (yang disedekahkan).”

Karena amal sepele, seorang lelaki dimasukan ke dalam surga. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketika seorang lelaki tengah berjalan di suatu jalan ia mendapati batang kayu yang berduri dijalan tersebut, lalu ia mengambil dan membuangnya, maka Allah 'azza wajalla berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.”

Iman itu ada 70 cabang, dan rasa malu adalah bagian dari iman. 

Rasulullah ๏ทบ bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan 'Laa ilaaha illallah' (tiada tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman."

Rasulullah ๏ทบ memberikan perumpamaan nyata tentang bagaimana nilai pahala sebuah sedekah tidak selalu diukur dari nominal angka, melainkan dari besarnya pengorbanan dan persentase harta yang dikeluarkan. 

Nabi berkata:

ุณَุจَู‚َ ุฏِุฑْู‡َู…ٌ ู…ِุงุฆَุฉَ ุฃَู„ْูِ ุฏِุฑْู‡َู…ٍ

"Satu dirham dapat mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana hal itu bisa terjadi?" 

Beliau ๏ทบ menjawab:"Ada seorang yang hanya memiliki dua dirham, lalu dia menyedekahkan satu dirham (setengah dari seluruh hartanya). Sementara ada orang lain yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham dari kekayaannya itu lalu menyedekahkannya." 

Urusan pahala itu adalah urusan Allah. Karenanya jangan pernah meremehkan sebuah amalan. Misalnya berzikir, beristighfar, dan amalan kebaikan lainnya. 

Begitu pula dengan wajah ceria dan berseri akan mudah menarik hati orang lain, ketika diajak pada Islam dan kepada kebaikan. Senyum manis adalah di antara modal ketika berdakwah (mengajak pada kebaikan). 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅู†َّูƒُู…ْ ู„َุง ุชَุณَุนُูˆู†َ ุงู„ู†َّุงุณَ ุจِุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ْ ู„ِูŠَุณَุนْู‡ُู…ْ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุจَุณْุทُ ุงู„ْูˆَุฌْู‡ِ ูˆَุญُุณْู†ُ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ

“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia. ”

Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. 

Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu :

ู…ุง ุญุฌุจَู†ูŠ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู…ู†ุฐ ุฃุณู„ู…ุชُ، ูˆู„ุง ุฑุขู†ูŠ، ุฅู„ุง ุชุจุณَّู… ููŠ ูˆุฌู‡ูŠ

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” 

Orang yang suka tersenyum adalah orang yang tawadhu. 

4. Berusaha Melakukan Amalan Apapun dengan Berkualitas. 

Segala sesuatu, baik perkataan dan perbuatan haruslah dikerjakan dengan amalan yang berkualitas. 

Contohnya: 

– Saat membaca Alqur’an harus berusaha sebaik mungkin, dengan tajwid yang benar. 

– Saat kita mengerjakan shalat lima waktu, semaksimal mungkin harus menjalankan rukun islam kedua ini (shalat) sebaik mungkin (tuma’nina dan khusyuk). 

Shalat berkualitas bisa didapat dengan cara shalat berjamaah, dan shalatnya di masjidil haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Maka pahalanya luar biasa besarnya. 

Setiap amalan seorang hamba berbeda dengan satu sama lain, ibarat langit dan bumi. Seperti pahala shalat setiap orang berbeda-beda. 

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ู„َูŠَู†ْุตَุฑِูُ ูˆَู…َุง ูƒُุชِุจَ ู„َู‡ُ ุฅِู„َّุง ุนُุดْุฑُ ุตَู„َุงุชِู‡ِ ุชُุณْุนُู‡َุง ุซُู…ْู†ُู‡َุง ุณُุจْุนُู‡َุง ุณُุฏْุณُู‡َุง ุฎُู…ْุณُู‡َุง ุฑُุจْุนُู‡َุง ุซُู„ُุซُู‡َุง ู†ِุตْูُู‡َุง"Sesungguhnya ada seseorang yang selesai dari shalatnya, dan tidaklah dicatat pahala baginya kecuali sepersepuluh shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengahnya.”

– Berbuat baik kepada keluarga (istri/ suami dan anak), berbakti kepada orangtua dan berbuat dengan sesama. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุฅِุฐَุง ุนَู…ِู„َ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุนَู…َู„ًุง ุฃَู†ْ ูŠُุชْู‚ِู†َู‡ُ

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian beramal (melakukan sebuah pekerjaan), ia menyempurnakannya.”

5. Berusaha Memiliki Akhlak Mulia 

Kebanyakan kita setiap hari berinteraksi dengan manusia, karenanya kita harus memiliki akhlak mulia. 

Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َุง ู…ِู†ْ ุดَู‰ْุกٍ ูŠُูˆุถَุนُ ูِู‰ ุงู„ْู…ِูŠุฒَุงู†ِ ุฃَุซْู‚َู„ُ ู…ِู†ْ ุญُุณْู†ِ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ ูˆَุฅِู†َّ ุตَุงุญِุจَ ุญُุณْู†ِ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ ู„َูŠَุจْู„ُุบُ ุจِู‡ِ ุฏَุฑَุฌَุฉَ ุตَุงุญِุจِ ุงู„ุตَّูˆْู…ِ ูˆَุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฃَูƒْู…َู„ُ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ุฃَุญْุณَู†ُู‡ُู…ْ ุฎُู„ُู‚ًุง

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Nabi juga bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.”  

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฃَู†َุง ุฒَุนِูŠู…ٌ ุจِุจَูŠْุชٍ ูِู‰ ุฑَุจَุถِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู„ِู…َู†ْ ุชَุฑَูƒَ ุงู„ْู…ِุฑَุงุกَ ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ُุญِู‚ًّุง ูˆَุจِุจَูŠْุชٍ ูِู‰ ูˆَุณَุทِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู„ِู…َู†ْ ุชَุฑَูƒَ ุงู„ْูƒَุฐِุจَ ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…َุงุฒِุญًุง ูˆَุจِุจَูŠْุชٍ ูِู‰ ุฃَุนْู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู„ِู…َู†ْ ุญَุณَّู†َ ุฎُู„ُู‚َู‡ُ

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.”

KEUTAMAAN BERAKHLAK BAIK KEPADA ORANG LAIN TERUTAMA KEPADA ISTRI

     ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ ุงู„ู„َّู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฃَูƒْู…َู„ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ุฃَุญْุณَู†ُู‡ู…ْ ุฎُู„ُู‚ًุง، ูˆَุฎِูŠَุงุฑُูƒُู…ْ ุฎِูŠَุงุฑُูƒُู…ْ ู„ِู†ِุณَุงุฆِู‡ِู…ْ … ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุบูŠุฑู‡

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”

Orang yang dijauhi atau ditinggalkan oleh sesama manusia karena takut akan kejahatan mulutnya (lisan yang kasar, suka mencaci, memfitnah, atau membuka aib) disebut sebagai salah satu manusia terburuk di sisi Allah.

Sebagaimana dari ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan (dijauhi) oleh manusia karena mereka takut akan kejahatan (lisan)-nya."

Tanda Akhlak Mulia:

1. Semata-mata Karena Allah. 

2. Kedatangannya selalu dinanti/ dirindukan. 

3. Disukai oleh semua orang. 

Selama masih ada umur, tidak ada kata terlambat memiliki akhlak mulia. Tinggalkan semua keburukan, keegoisan, kesombongan dan semua akhlak yang buruk. 

6. Jebak Diri / Sibukan diri dengan kegiatan bermanfaat dan Amal shaleh. 

Setiap hari, kita harus memikirkan segala aktivitas kita untuk akherat. Fokuslah untuk kehidupan akherat, seperti: memperbanyak bersedekah, menjadi petugas masjid, mengurus pondok, mengurusi anak yatim dan amal shaleh lainnya. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุณَّุงุนِูŠ ุนَู„َู‰ ุงْู„ุฃَุฑْู…َู„َุฉِ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠْู†ِ، ูƒَุงู„ْู…ُุฌَุงู‡ِุฏِ ูِูŠ ุณَุจِูŠْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ، ูˆَูƒَุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุตُูˆْู…ُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑَ ูˆَูŠَู‚ُูˆْู…ُ ุงู„ู„َّูŠْู„َ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”

Waktu itu seperti pedang, jika kamu tidak mematahkannya. Maka dia yang akan mematahkanmu. 

Makna mendalam di balik kalimat ini adalah waktu berjalan sangat cepat, tidak bisa diulang, dan tidak peduli pada penundaan. 

Jika kita tidak mampu mengendalikan dan memanfaatkan waktu dengan baik untuk hal yang bermanfaat, maka waktu sendirilah yang akan menghancurkan kita lewat penyesalan, dan kesia-siaan.Intinya, Jika kita tidak melakukan kebaikan, maka kita akan terjebak dalam kemaksiatan. 

7. Cari Circle yang Baik

Dengan circle yang baik, kita akan berubah menjadi orang yang lebih baik. Karena kawan akan menggiring kemana langkah kita. Janganlah bersahabat dengan kawan yang buruk, maka kamu akan mengikuti tabiatnya.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman, beliau bersabda :

ู…َุซَู„ُ ุงู„ْุฌَู„ِูŠุณِ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِ ูˆَุงู„ุณَّูˆْุกِ ูƒَุญَุงู…ِู„ِ ุงู„ْู…ِุณْูƒِ ูˆَู†َุงูِุฎِ ุงู„ْูƒِูŠุฑِ ، ูَุญَุงู…ِู„ُ ุงู„ْู…ِุณْูƒِ ุฅِู…َّุง ุฃَู†ْ ูŠُุญْุฐِูŠَูƒَ ، ูˆَุฅِู…َّุง ุฃَู†ْ ุชَุจْุชَุงุนَ ู…ِู†ْู‡ُ ، ูˆَุฅِู…َّุง ุฃَู†ْ ุชَุฌِุฏَ ู…ِู†ْู‡ُ ุฑِูŠุญًุง ุทَูŠِّุจَุฉً ، ูˆَู†َุงูِุฎُ ุงู„ْูƒِูŠุฑِ ุฅِู…َّุง ุฃَู†ْ ูŠُุญْุฑِู‚َ ุซِูŠَุงุจَูƒَ ، ูˆَุฅِู…َّุง ุฃَู†ْ ุชَุฌِุฏَ ุฑِูŠุญًุง ุฎَุจِูŠุซَุฉ

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Kisah anjing Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam Al-Qur'an (Surah Al-Kahfi) merupakan salah satu tamsil atau perumpamaan yang sangat indah tentang berkah dari sebuah persahabatan yang baik.

Jika kita berteman dengan teman yang baik, maka kita akan ikut menjadi baik. Jika kita melihatnya (teman) selalu mendahulukan akherat, maka kita juga akan senantiasa berpikir akherat. 

Oleh karenanya, Jangan salah bergaul dengan teman yang salah. Maka kehidupanmu akan menjadi berbahaya dan sengsara. 

Berusalah dan berdoalah agar kita selalu dipertemukan dengan teman yang baik, dermawan, shaleh, maka kita akan tertular dengan sikapnya. 

8. Menghargai waktu

Jangan habiskan waktu dengan hal yang sia-sia, Setiap saat harus diisi dengan hal yang berfaedah dan bermanfaat. 

Surat Al-Mu’minun Ayat 3:

ูˆَูฑู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุนَู†ِ ูฑู„ู„َّุบْูˆِ ู…ُุนْุฑِุถُูˆู†َ

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna."

Tidak ada seorang beriman beranjak, dia akan diminta pertanggung jawaban umurnya untuk apa dihabiskan. 

Oleh karenanya, mulai saat ini jangan buang waktu dengan sia-sia. Seperti: Jangan sering main hp tiada berguna, Jangan candu bikin status di media sosial, dan suka mengomentari status orang. Akhirnya waktu habis dengan kesia-siaan. 

Tinggalkan semua hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikan semua kegiatan kita karena Allah, maka semuanya akan bernilai ibadah disisi Allah. 

Nabi bersabda:ุงู„ุฑَّุงุญِู…ُูˆู†َ ูŠَุฑْุญَู…ُู‡ُู…ْ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ُ ุงุฑْุญَู…ُูˆุง ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠَุฑْุญَู…ْูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ“

“Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih). Berkasih sayanglah kepada siapa pun yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian.” 

Sebagaimana kisah kasih sayang nabi kepada anak kecil, Abu ‘Umair adik seibu dari sahabat Anas bin Malik. 

Ketika burung kecil peliharaannya yang bernama Nughair (sejenis burung pipit) mati, Nabi Muhammad ๏ทบ datang menghiburnya dengan ucapan berima yang sangat masyhur:ูŠَุง ุฃَุจَุง ุนُู…َูŠْุฑٍ، ู…َุง ูَุนَู„َ ุงู„ู†ُّุบَูŠْุฑُ؟"Yฤ Abฤ 'Umayr, mฤ fa'ala an-nughayr?"(Wahai Abu 'Umair, apa yang sedang dilakukan oleh si burung kecil?)

Hidup ini sangatlah singkat, karenanya semua kegiatan yang tidak ada gunanya dan tidak bermanfaat, maka tinggalkanlah. 

9. Zuhud Terhadap Dunia

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akherat. 

Kita harus ingat dan pikirkan beberapa hal ini:

–Siapkah kita untuk dihisab? 

–Ada manfaat tidak untuk akherat kita? 

Jangan tamak terhadap dunia. Sifat yang benar adalah tamaklah terhadap akherat, dan zuhud terhadap dunia. Kalau itu bermanfaat untuk akherat, maka kerjakanlah. 

10. Pastikan semua kewajiban kita sudah dikerjakan. 

Pada akhirnya, kita harus memastikan segala sesuatu yang menjadi kewajiban kita di dunia ini sudah kita tunaikan. Sehingga saat kita meninggal, tidak ada hak yang menuntut di akherat kelak. 

Allah berfirman,

ูŠَูˆْู…َ ูŠَูِุฑُّ ุงู„ْู…َุฑْุกُ ู…ِู†ْ ุฃَุฎِูŠู‡ِ ูˆَุฃُู…ِّู‡ِ ูˆَุฃَุจِูŠู‡ِ ูˆَุตَุงุญِุจَุชِู‡ِ ูˆَุจَู†ِูŠู‡ِ ู„ِูƒُู„ِّ ุงู…ْุฑِุฆٍ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ุดَุฃْู†ٌ ูŠُุบْู†ِูŠู‡ِ

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya”. (QS. ‘Abasa: 34-37)

Rasulullah bersabda:ู„َูŠْุณَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَุดْุจَุนُ ูˆَุฌَุงุฑُู‡ُ ุฌَุงุฆْุนٌ ุฅِู„ٰู‰ ุฌَู†ْุจِู‡ِ

 "Tidaklah disebut mukmin (secara sempurna iman-Nya) orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan sampai ke lambungnya (di sampingnya), padahal ia mengetahuinya." 

Oleh karenanya, Pastikan hak orang lain telah kita tunaikan sebelum kita meninggal. 

Kelak, ketika bertemu dengan Allah, tidak ada hak orang lain yang kita bawa, tidak ada lisan yang menyakitkan. 

Imam Malik rahimahullah berkata,

ุฃَุฏْุฑَูƒْุชُ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ุนِู„ْู…ِ ุจِุจَู„َุฏِู†َุง ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุทْู„ُุจُูˆْู†َ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ، ูˆَูŠُุฎَุงู„ِุทُูˆْู†َ ุงู„ู†َّุงุณَ ، ุญَุชَّู‰ ูŠَุฃْุชِูŠَ ู„ِุฃَุญَุฏِู‡ِู…ْ ุฃَุฑْุจَุนُูˆْู†َ ุณَู†َุฉً ، ูَุฅِุฐَุง ุฃَุชَุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุงِุนْุชَุฒَู„ُูˆْุง ุงู„ู†َّุงุณَ

“Aku mendapati para ulama di berbagai negeri, mereka sibuk dengan aktivitas dunia dan pergaulan dengan sesama manusia. (Namun) ketika mereka sampai di usia 40 tahun, mereka pun menjauh dari manusia.” 

Usia semakin bertambah, berarti sisa usia kita semakin berkurang. Karenanya mari kita fokus, mengoptimalkan amal ibadah dan kebaikan di sisa usia ini. Semoga Allah memudahkan dan memberkahi sisa usia kita. Aamiin..

Semoga Bermanfaat

Ummu Aisyah































Comments

Popular Posts