Dosa dosa Besar
Bismillah
Dosa dosa yang membinasakan (Al Kabair)
Ustadz Abu Hanif Patada
20 Oktober 2026
=================================
Setiap masalah dan musibah penyebabnya adalah dosa. Solusi dari masalah adalah taubat dan istighfar. Istighfar adalah amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam, di mana ia dapat menjadi pelindung dari azab Allah.
Tidaklah orang yang terhalang rezekinya karena dosa yang dia perbuat. Inilah diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan).
Termasuk yang tidak memiliki anak, renggangnya hubungan pasangan suami istri, kerabat dan ketidaknyaman hidup itu karena dosa. Maka perbanyaklah istighfar kepada Allah.
Surat Asy-Syura Ayat 30:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."
Allah akan menjadikan kegundahan yang ada di dalam hati menjadi kesenangan, dan kesempitan hidup menjadi kelapangan. Jika kita bertaubat dan beristighfar, Allah akan memberikan kehidupan yang baik. Sebagaimana janji Allah yang disampaikan dalam firman-Nya.
QS.Surat Hud Ayat 3:
وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. "
Oleh karenanya kita perlu mengenal dosa, baik itu dosa besar maupun dosa kecil.
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman: Dahulu manusia mereka bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan dan aku bertanya kepada Beliau ﷺ tentang kejelekan karena aku takut kejelekan tersebut menemui diriku. Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ, wahai Rasulullah ﷺ dahulu kami berada di dalam jahiliyah dan juga kejelekan kemudian akhirnya Allāh ﷻ datang kepada kami dengan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan lagi?, Beliau ﷺ mengatakan iya ada kejelekan, apakah setelah kejelekan ini setelah fitnah ini akan ada kebaikan lagi? Beliau ﷺ mengatakan ya ada kebaikan lagi, tetapi di sana ada دَخَنٌ, ada kotorannya.
Hudzaifah bertanya lagi kepada Nabi ﷺ apakah kotoran tersebut yang menyelinap, menyelip di dalam kebaikan tadi?, Beliau ﷺ mengatakan yang menjadikan, yang mengotori kebaikan tadi adalah sebuah kaum yang mereka tidak melakukan sunnah Nabi ﷺ, mengambil petunjuk bukan dengan petunjuk Nabi ﷺ, mengamalkan bukan dengan amalan Nabi ﷺ dan mengambil petunjuk bukan dengan petunjuk Nabi ﷺ.
Engkau mengenal dari mereka dan engkau mengingkari. Setelahnya aku mengatakan apakah setelah kebaikan yang ada دَخَنٌ nya tadi kemudian datang lagi kejelekan? maka Nabi ﷺ mengatakan ya, fitnah yang buta, dan di sana ada dai-dai tapi ternyata mereka adalah دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ mereka berdiri di depan pintu-pintu tersebut dan ini adalah perumpamaan maksudnya mereka دُعَاةٌ mengajak manusia berada di atas jahanam barang siapa yang menjawab ajakan dari da’i-da’i tadi maka langsung oleh da’i tadi langsung dilemparkan ke dalam jahanam.
Maka Hudzaifah bertanya ya Rasulullah ﷺ sifatkan kepada kami orang-orang tersebut, maka Beliau ﷺ mengabarkan mereka adalah kaum dari جِلْدَة kita dan mereka berbicara dengan lisan kita, maka Hudzaifah bertanya ya Rasulullah ﷺ apa yang engkau perintahkan kepadaku ketika aku menemui zaman tersebut? Beliau ﷺ mengatakan kepada Hudzaifah kalau dalam keadaan demikian maka hendaklah engkau melazimi جَمَاعَةَ المُسْلِمِينَ jangan engkau tinggalkan jama’ahnya kaum muslimin dan hendaklah engkau melazimi imamnya kaum muslimin.
Maka Hudzaifah bertanya lagi bagaimana seandainya saat itu tidak ada jama’ah, tidak ada kaum muslimin, tidak ada orang-orang yang mendengar dan taat kepada imam dan tidak ada imamnya, maka Nabi ﷺ memberikan petunjuk yang lain. Nabi ﷺ mengatakan kamu tinggalkan firqoh-firqoh itu semuanya meskipun engkau harus menggigit akar pohon, yaitu pohon yang besar, sampai datang kepadamu kematian dan engkau dalam keadaan menggigit akar pohon tadi.
Karenanya belajarlah dari Hudzaifah Ibnu Yaman. Dan yang tak kalah penting adalah kita harus mempelajari Takwa. Takwa itu adalah mengenali apa yang harus ditinggalkan.
Hati-hati, sebuah ungkapan yang biasanya digunakan orang untuk memberikan peringatan dari bahaya atau hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Kata ini ringan di ucapkan tapi terkadang susah di laksanakan, baik oleh pengucapnya sendiri ataupun orang yang diajak bicara.
Di kisahkan bahwa Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang takwa. Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu menjawab, ”Pernahkan Anda melewati jalan yang penuh dengan duri ?” Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Pernah.” Ubay bertanya,”Lalu apa yang Anda lakukan ?” Umar menjawab, “Aku singsingkan lengan bajuku dan berhati-hati dalam melewatinya.”
Pokok dari ketakwaan adalah berilmu. Salah satunya mempelajari kitab Al Kabair (Dosa dosa besar). Ini adalah salah satu bentuk wujud ketakwaan kita kepada Allah.
Karena dewasa ini pintu-pintu dosa sangat mudah terbuka. Setan menjadikan dosa itu menjadi indah. Semua keburukan disulap dan direkayasa menjadi indah dan seakan akan kebaikan.
Seperti zaman dahulu, setan mengajak kaum nabi Nuh menyembah orang-orang shaleh. Nabi Adam terjebak oleh setan untuk memakan buah dari pohon kuldi, yang menjanjikan kekekalan (pohon abadi). Semuanya dirancang begitu sempurna oleh setan laknatullah.
Kalau saat ini, setan menjerumuskan manusia dengan jebakan istilah dan rekayasa bahasa. Seperti pacaran diganti dengan istilah Taaruf (saling mengenal). Riba diganti dengan istilah bunga bank, dan berbagai siasat cerdik setan untuk mengelabuhi kita. Karenanya, hakikat dosa itu sangat penting supaya kita tidak terjebak dengan semua istilah dan tipu daya syaitan yang terkutuk.
Dosa kecil itu bisa gugur dengan amal ibadah. Sementara Dosa besar jalan keluarnya adalah taubat secara khusus.
Dosa besar diancam dengan siksaan di dalam api neraka. Sebagai contoh: Isbal ancamannya adalah neraka.
Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ
“Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.”
Abu Musa Al-Asy'ari, Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Rasulullah berlepas diri dari wanita yang berteriak-teriak (ash-shaliqah), yang mencukur rambut (al-haliqah), dan yang merobek-robek pakaian (ash-syaqah) karena mendapat musibah." (HR. Bukhari & Muslim).
Ciri Ciri Dosa besar:
√ Dosa itu besar itu adalah Semua yang diancam secara khusus di dunia dan akherat.
√ Dosa besar tidak akan diampuni kecuali dengan bertaubat secara khusus.
√ Mendapatkan laknat dari Allah atau Rasul-Nya.
√ Mendapatkan kemurkaan dari Allah Ta'ala.
√ Dikenai hukuman had di dunia (seperti qishash, potong tangan, cambuk, atau rajam).
Surat An-Nisa Ayat 31:
اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَآىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَیِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِیْمًا ۟
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)".
Perbedaan Dosa Besar dan Dosa Kecil:
Dosa Besar (Al-Kaba'ir):
√√ Dosa Besar adalah Perbuatan melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya yang secara tegas disebutkan dalam Al-Qur'an atau Hadits memiliki ancaman atau sanksi khusus.
√√ Ancaman Hukuman: Diancam dengan siksa neraka, laknat, kemurkaan Allah, azab kubur, atau hukum hudud di dunia.
√√ Contoh Perbuatan dosa besar: Syirik kepada Allah, sihir, membunuh tanpa hak, durhaka kepada orang tua, zina, memakan riba, memakan harta anak yatim, meninggalkan salat lima waktu. Merubah ciptaan Allah itu dosa besar: seperti: sulam alis, menyambung rambut.
√√ Cara Pengampunan: Membutuhkan taubatan nasuha (taubat yang sungguh-sungguh, menyesal, dan bertekad tidak mengulangi).
Dosa Kecil (As-Shagha'ir):
√√ Dosa Kecil adalah perbuatan melanggar syariat yang tidak disertai dengan ancaman atau sanksi khusus tertentu dalam dalil.
√√ Ancaman Hukuman: Tidak disebutkan ancaman siksa neraka secara spesifik, namun tetap dicatat sebagai kesalahan.
√√ Contoh Dosa Kecil: Menggosip (ghibah ringan), berkata kasar, pandangan mata yang tidak dijaga.
√√ Cara Pengampunan: Dapat dihapus dengan amal saleh harian, seperti mengerjakan salat lima waktu, salat Jumat, puasa Ramadan, serta memperbanyak istighfar.
Ahlus sunnah wal jamaah meyakini pelaku dosa besar ada yang diampuni oleh Allah dan ada yang tidak diampuni oleh Allah. Sedangkan Orang yang melakukan dosa kecil masih diberikan kesempatan dan diampuni oleh Allah.
Surat An-Nisa Ayat 31:
إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا
" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
3 Catatan di hari kiamat:
1. Dosa syirik.
2. Dosa yang berkaitan dengan manusia.
3. Dosa yang Allah tidak peduli (diampuni).
Seperti kita ketahui bersama bahwa dosa itu terbagi menjadi dua yaitu dosa besar dan dosa kecil. Namun perlu diketahui bahwa dosa kecil sebenarnya bisa menjadi besar, jika dilakukan karena sebab-sebab tertentu.
Oleh karenanya, Kita perlu mengetahui hal ini agar kita tidak menganggap remeh suatu dosa. Salah satunya adalah Dosa kecil tersebut sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan terus menerus.
لاَ كَبِيْرَةَ مَعَ الاِسْتِغْفَارِ وَ لاَ صَغِيْرَةَ مَعَ الإِصْرَارِ
“Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus."
Orang yang melakukan dosa besar tidak diterima kesaksiannya. Dan pelaku dosa besar ada yang mengeluarkan dari islam dan ada yang tidak mengeluarkannya dari islam.
Seperti: mengolok- olok agama, orang tersebut terancam dikeluarkan dari islam jika ia tidak bertaubat. Sedangkan yang tidak sampai mengeluarkannya dari islam, yaitu durhaka kepada kedua orang tua.
Pembahasan Pertama Dosa Besar (Al-Kaba'ir)
Dosa besar pertama: Syirik kepada Allah
Syirik kepada Allah berarti engkau menjadikan Allah tandingan, sementara Dia yang menciptakanmu. Dengan kata lain Syirik itu adalah menyekutukan Allah.
Kebanyakan orang yang berbuat syirik adalah orang yang menyembah orang-orang shaleh. Di dunia ini yang paling banyak disembah manusia adalah nabi Isa.
DOSA-DOSA BESAR YANG PALING BESAR
عَنْ أَبِيْ بَكْرَةَ نُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ -ثَلَاثًا- قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ، فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ
Dari Abu Bakrah Nufai’ bin al-Hârits Radhiyallahu anhu , ia berkata : Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tiga kali. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasûlullâh.” Nabi hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyekutukan Allâh dan durhaka kepada kedua orang tua.”Awalnya Beliau bersandar kemudian duduk dan bersabda, “Serta camkanlah, juga perkataan bohong dan saksi palsu.” Nabi selalu mengulanginya sehingga kami berkata (dalam hati kami), “Semoga Beliau diam.”
Nabi juga mengatakan Jauhilah 7 perkara yang membinasakan, salah satunya adalah berbuat syirik kepada Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan (al-muubiqaat).” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa yang membinasakan tersebut?” Beliau bersabda, “(1) Syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh kecuali jika lewat jalan yang benar, (4) makan riba, (5) makan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, (7) qadzaf (menuduh wanita mukminah yang baik-baik dengan tuduhan zina).”
Allah tidak mengampuni dosa syirik, selain itu Allah mengampuni.
Surat An-Nisa Ayat 48
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."
Allah itu Maha Rahmat, Maha pengasih dan penyayang. Buktinya, 99 RahmatNya Allah simpan di hari kiamat. Namun Allah tidak peduli dan memperlakukan orang yang berbuat syirik di hari kiamat.
Jika ada orang kafir meninggal jangan didoakan. Berdoa disisi makam orang sholeh juga dilarang, dan tidak diperbolehkan membangun masjid diatas kuburan serta tidak boleh memuji manusia. Termasuk membuat tempat-tempat bersejarah dan larangan beribadah di kuburan.
Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah.
Surat Saba Ayat 22:
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُۥ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ
" Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."
Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa ada tiga tingkat kualitas agama seseorang. Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Hal demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS. Fathir: 32).
3 Golongan yang dimaksud adalah:
1. Sabiqun bil khoirot (orang yang bersegera melakukan kebaikan).
2. Muqtashid (orang yang pertengahan).
3. Dzolimun linafsih (orang yang zalim kepada diri sendiri).
Surat Al-Ma’idah Ayat 72
لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
" Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun."
Syafaat pada hari kiamat
Syafaat Antar Sesama Muslim di Hari Kiamat. Bagaimana orang-orang beriman (ahli surga) akan mencari sahabat-sahabat mereka yang berada di neraka untuk diselamatkan.
"Wahai Tuhan kami, mereka (saudara-saudara kami) dahulu shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami (tetapi mengapa mereka tidak ada di sini?)."
Maka Allah berfirman: "Pergilah kalian ke neraka, lalu keluarkanlah orang-orang yang kalian kenali wajahnya."
Bagaimana orang beriman bisa mengenali wajah sahabatnya di neraka? Rasulullah menjelaskan bahwa api neraka diharamkan untuk membakar bekas-bekas sujud di wajah orang-orang yang bertauhid.
Bekas sujud (wudhu dan shalat) inilah yang menjadi tanda pengenal utama sehingga seseorang bisa dikenali dan diselamatkan oleh sahabatnya melalui izin Allah.
Kuncinya adalah Bertemu karena Allah dan berpisah kr Allah. Maka mereka akan bertemu dan menerima syafaat di hari kiamat kelak.
Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat zalim. Zalim kepada Allah dan Zalim kepada makhluk. Zalim adalah sesuatu yang tidak diletakkan pada tempatnya.
Surat Luqman Ayat 13:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Kezaliman di dunia yang paling banyak adalah kezaliman di tengah keluarga. Di hari kiamat nanti, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya. Diantara akhlak islam, suami senantiasa mengajak ngobrol dengan istri, bertanggung jawab terkait nafkah lahir dan batin.
Hak Allah yang paling besar adalah diibadahi. Bukan sebaliknya disekutukan dengan tandingan sesuatu. Termasuk dosa besar, orang yang murtad (mengganti agamanya).
Para sahabat mengatakan kita dulu diajarkan tauhid dulu.
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »
Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an.
Syirik adalah Menyerupai pencipta dan menyamakan pencipta. Jangan kasih anak-anak mu dengan nama Allah. Kita tidak boleh mengatakan karena kemampuan kita atau karena bantuan si fulan. Serta menyandarkan nikmat kepada yang lain, bukan semata-mata karena Allah. Itu semua dilarang dan tidak boleh, karena dikhawatirkan terjerumus ke dalam kesyirikan.
Contoh perbuatan syirik: Mendatangi peramal, mempercayai zodiak bintang. Meyakini angka tertentu sial atau keberuntungan, dan lain sebagainya.
Hari kiamat tidak akan terjadi, kecuali umat ini kembali lagi menyembah berhala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ، وَحَتَّى يَعْبُدُوا اْلأَوْثَانَ، وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِيْ ثَلاَثُوْنَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ، وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ، لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ.
‘Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga beberapa kelompok dari umatku mengikuti kaum musyrikin dan hingga mereka menyembah berhala, dan sesungguhnya akan ada pada umatku tiga puluh orang pendusta, semuanya mengaku bahwa ia adalah seorang Nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku."
Syirik itu ada 2 :
1. Syirik besar
2. Syirik kecil
Contoh syirik besar:
√ Berdoa pada kuburan,
√ Syirik dalam niat (riya')
√ Syirik dalam ketaatan (lebih taat pd suami)
√ lebih taat hukum manusia dibanding hukum Allah.
√ Syirik dalam cinta (lebih besar cintanya kepada makhluk dibanding Allah).
Bagaimana agar kita selamat dari syirik?
√ Berilmu
√ Berdoa
√ Kita disuruh nabi berlindung dari fitnah dajjal. Karena dajjal membawa fitnah tauhid. Yang paling banyak terkena fitnah dajjal adalah wanita.
Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah Dajjal yang begitu dahsyat dan jadikanlah kami hamba yang mempersiapkan diri untuk menghadapi pengadilan di hari kiamat. Dan semoga kami termasuk hamba yang beruntung yang akan selamat dari siksa neraka dan dimasukan ke dalam surga karena Rahmat Nya. Aamiin..
Semoga Bermanfaat
Ummu Aisyah
Comments
Post a Comment